Keluarga Peduli

Menyambut pagi dengan doa dan sapaan pembuka OPeRA di wag dan fb selalu menggugah semangat. Mukena masih membalut tubuh saat jari jemari menari-nari di atas layar sentuh HP. Alhamdulillah, mimpi gerakan KerLiP pada 2019 ada 100 keluarga yang mengusung pendidikan anak merdeka di Indonesia makin nyata. Pagi ini, Mas Imam siap memfasilitasi sekretariat KerLiP kota Malang. Kabar gembira ini segera saya bagi kepada Prov Kentar yang merintis DPC KerLiP Kabupaten Malang dengan SeGAR-nya.

Di belahan bumi lainnya, keluarga Bagus menggiatkan KerLiP Maros dan mengajak Bu Tyas dkk menggiatkan KerLiP Pangkalan Bun serta rintisan di Sumba Barat Daya. Perwakilan DPC kerLiP Pangkalan Bun bersama Pengurus DPC KerLiP Kabupaten Bandung dan Cianjur sedang mengikuti ortek yang diselenggarakan Direktorat Bindikel di Solo.

Memperkuat Wacana Keluarga Peduli

Strategi wacana tentang “keluarga peduli” tumbuh bersama ragam model gerakan yang dikembangkan sahabat-sahabat KerLiP sejak 1999. Dalam tulisannya yang berjudul Strategi Wacana Sekolahrumah KerLiP, Irsyad menegaskan bahwa konsep “keluarga peduli” dimaknai oleh pendiri KerLiP bahwa “dalam kondisi terlemah pun keluarga harus tetap mengutamakan terpenuhinya hak atas pendidikan sebagai dasar bagi terpenuhinya hak asasi manusia.” Karena itu, gerakan masyarakat sipil terutama di pendidikan bertumpu pada kepedulian keluarga untuk memastikan hak atas pendidikan dipenuhi oleh pihak yang berkewajiban untuk menghormati, memenuhi, dan melindungi hak warga negara yang paling pokok tersebut.

Dalam konteks inilah upaya untuk memperkuat posisi keluarga terhadap tarikan pasar dan tekanan negara di arena pendidikan serta berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidup, pemenuhan hak dan perlindungan anak menggeliat di berbagai pelosok Nusantara. Bahkan tidak jarang membuka jalan baru dalam pemenuhan hak hidup bermartabat terutama hak atas pendidikan dan perlindungan anak yang diikuti dan diperkuat para pegiat pendidikan lainnya.

Memperluas Dampak

Keseriusan pengurus KerLiP untuk mengawal perubahan mulai dari “keluarga peduli” mendapat sambutan hangat dari penggerak dan penyelenggara pendidikan di berbagai deerah. DPD KerLiP  Sumatera Utara terbentuk menyusul Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.

Pada saat bersamaan embrio DPC KerLiP pun tumbuh di kota Bandung, Kabupaten Bandung,  Sumedang, Cimahi, Kuningan, Garut, Tasik, Cianjur, Bogor, Majalengka, Ciamis, Bekasi, kota Bekasi, Deli Serdang, Halmahera Barat, Ternate, Tidore, Maros, Makasar, Pangkep, Soppeng, Bojonegoro, Kabupaten Malang, Pacitan, Ponorogo, Brebes, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Alor, Kupang, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, Mataram, Bima, Dompu, Pangkalan Bun, Serang, Pandeglang, Tangerang Selatan,  Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Rapat kerja persiapan program di Riau, Halmahera Barat, Bima, Cianjur, Pangkalan Bun, Jakarta, Bengkulu, Bekasi, Bogor, Maros, dst siap dilaksanakan bersama para perintis Institut KerLiP pada 14-15 April 2017. Teriring doa dan harapan semoga memperbanyak keluarga peduli di berbagai daerah dan menjangkau puluhan juta anak sekolah di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s