Pembelajaran yang Menyenangkan Bagi Orang Dewasa

Sesi setelah makan siang paling menantang bagi saya untuk menyajikan materi yang sangat berbobot. Pak Saifudin memperkenalkan saya secara singkat tepat pukul 14.00 WIB. Satu per satu saya memperhatikan Bapak/Ibu peserta Rapat Kesiapsiagaan Bencana 2017 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Khusus dan layanan Khusus Dikdasmen Kemdikbud di Hotel Sunan Surakarta pada 3-5 April 2017. Ada beberapa muka lama, namun kebanyakan benar-benar baru.

“Bapak/Ibu, ijinkan saya menyegarkan kembali ingatan kita akan materi yang disampaikan oleh Mas Amin dari BNPB pada sesi pertama pagi tadi. Ada yang bisa membantu saya menyampaikan pengertian Pengurangan Risiko Bencana? Hening sejenak. Tak seorang pun yang unjuk tangan. Ternyata masih sama.

“Silakan, ibu cantik di depan, memperkenalkan diri dulu ya, Bu,”ujar saya sambil menyerahkan pengeras suara kepada salah seorang peserta di depan saya. “Upaya sadar yang dilaksanakan untuk meminimalkan bencana,”kata Ibu Retno, perempuan cantik yang mengaku berperawakan besar, seperti saya. Langsung saja saya lontarkan pertanyaan berikutnya, “Ketika mendengar kata ‘bencana’, kata-kata apa yang menurut Bapak/Ibu menggambarkan peristiwa tersebut?” Selain kantuk yang menyerang karena asupan oksigen ke otak melambat untuk mencerna makanan enak di hotel Sunan, materi yang berbobot hasil penyusunan berkali-kali oleh para pegiat pengurangan risiko bencana di pendidikan, istilah-istilah baru dan kebiasaan lama nyaman belajar pasif, waktu satu jam dengan >20 slide dari buku cetak Road Map Sekolah madrasah Aman Bencana yang ditandatangani Bapak Sekjen Kemdikbud menjadi tantangan lainnya.

Kata-kata panik, takut, korban jiwa muncul dari Ibu Siti dan Bapak Kepala SMPN 17 Samarinda. Saya lupa apa yang disampaikan pak Sukono yang membuat pertanyaan berikutnya terlontar. Duduk di hadapan saya Kepala LPMP Gorontalo. Beliau menjawab dengan sigap mengenai pentagon aset, “Saya belum pernah mendengar pentagon aset, Bu. Menurut pendapat saya aset yang paling berharga dan tak tergantikan adalah jiwa. Khusus di sekolah dokumen-dokumen penting juga menjadi aset yang sangat berharga…”.

Pengertian Pendidikan

Mengelola kelas yang berisi orang-orang dewasa dari para pengampu pendidikan di tingkat provinsi perlu pendekatan yang memartabatkan. Ternyata ada Pak Joko dari Direktorat PSD. Beliau menjawab pertanyaan saya mengenai alokasi anggaran dari BOS untuk pengurangan risiko bencana. “Ada yang tahu pengertian pendidikan menurut UU Susdiknas No 20 tahun 2003?” Tak ada seorang pun yang mengingat persis jawaban pertanyaan yang saya tiru dari almarhum Apa Utomo ini. Masih sama juga. Saya  lihat ibu Retno membaca HP sambil tersenyum simpul. “Ayo, Bu! Bantu saya membacakan temuannya, “ujar saya sambil menyerahkan pengeras suara kepada Bu Retno. “Ini “kopean’ kalau istilah kami di Jawa,Bu, “jawab Bu Retno. “Ngga apa-apa ya Bapak/Ibu. Waktu kuliah dulu kita juga sering ujian open book, ya, “ujar saya sambil menghampiri sisi lainnya.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana guna mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritualitas keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,dan keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya, bangsanya dan negara. Akhirnya sampai juga kepada inti materi yang akan disajikan. Bapak/Ibu peserta rapat terlihat lebih rileks. Suasana belajar pun terasa lebih hidup. Saya mulai membacakan maksud dan tujuan Roadmap, sasaran strategis dan kerangka regulasi. Beberapa kali mengambil jeda mengaitkan materi dengan penyamaan persepsi melalui tanya jawab sebelumnya. “Terima kasih ya, Bu. Materi yang disampaikan baru bagi kami. Penyajiannya yang  menyenangkan membuat materi yang sangat penting ini terasa mudah untuk dipelajari, “ujar salah satu peserta rapat dari provinsi NAD sebelum menyampaikan pertanyaan. Pertanyaan pertama lebih berupa ajakan untuk meningkatkan spiritualitas keagamaan agar bisa mencegah bencana, yakni melalui gerakan pungut sampah, menanam kembali hutan gundul dst. Pertanyaan kedua terkait latihan evakuasi mandiri dari angin puting beliung.

Alhamdulillah pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya menghidupkan suasana belajar bagi peserta rapat, tapi juga membuat saya tetap gembira mengelola “kelas” meskipun materi yang disajikan benar-benar hal baru bagi sebagian besar peserta rapat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s