Rapat Kesiapsiagaan Bencana di Pendidikan

Hujan deras mengguyur bandara sore itu. Jendela besar di terminal 3 hampir tak tembus pandang. Alhamdulillah bertemu Mbak Hanny, pakar lingkungan hidup yang bekerja tanpa kenal lelah memastikan negara hadir melalui program-program Nawacita di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Lebih baik ditunda ya, Bu,” ujar Mbak Hany di sela-sela obrolan seru kami. Perempuan cantik energik yang bersih dari makeup ini berkali-kali pergi menemui petugas. “Saya pernah keasyikan ngobrol di bandara sampai tunggang langgang menuju pintu boarding karena dipindahkan, “imbuhnya. Setelah delay hampir 2 jam, saya pamit boarding menuju Solo.

Rapat Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan Direktorat PKLK Dikdasmen Kemdikbud diikuti oleh 33 LPMP dan 34 Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia. “Ibu memaparkan Road Map Satuan Pendidikan Aman Bencana lalu memfasilitasi Diskusi Terpumpun tentang Mekanisme Koordinasi dan protokol komunikasi, ya,”pesan Zamzam yang bertugas bersama Pak Faisal untuk memfasilitasi Rapat. Rupanya saya naik pesawat yang sama dengan Mas Amin dari BNPB, salah satu anak muda hebat yang mendapat kesempatan menjadi pelayan publik handal.

Pembelajaran yang Menyenangkan

Hmm..Banyak muka baru yang hadir dalam rapat. Berkali-kali Mas Amin mengajak peserta untuk mengikuti Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang pertama kalinya akan dilaksanakan pada 26 April 2017  secara nasional. Masukan konstruktif dari Pak Ajum, LPMP Jabar juga informasi Sphere dan pertanyaan dari Mbak Suci LPMP Papua memperkuat tekad saya untuk mengelola pembelajaran dalam rapat menjadi lebih sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat.

Berbagi Praktik Baik

Alhamdulillah, Ibu Mulyawati Kepala SLBN B Garut mendapat kepercayaan untuk berbagi praktik baik pada sesi kedua bersama SMPN 17 Samarinda Fasilitator SMAB Nasional dari Kypa, yakni Marian Pardede dan Andry duduk di samping kanan. Waktu yang sangat singkat perlu bahan presentasi yang menyeluruh namun menarik. Masukan dari Pak Ajum terkait titik kumpul aman dan keseriusan pelaksanaan simulasi evakuasi mandiri menjadi catatan penting untuk mengelola pengetahuan dari praktik-praktik baik yang bermakna.

Ternyata Zamzam juga mengundang Aas pendamping SLBN B Garut menjadi salah satu fasilitator. Praktik-praktik baiknya melaksanakan GeMBIRA bersama KerLiP pasca erupsi Sinabung di SMAN 1 Simpang Empat,  Upaya tanggap darurat menuju SMAB dalam kerangka Gerakan Sekolah Ramah Anak di SLBN B Garut, serta pemetaan di Alot pasca gempa bumi dan darurat asap di Kalimantan sangat bermakna dalam memfasilitasi Diskusi Terpumpun tentang SOP dalam penyelenggaraan sekolah darurat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s