OPeRA on Wa untuk Diaspora

Obrolan Pendidikan Ramah Anak (OPeRA) on wa kali ini buah dari kesungguhan Bu Sari, KerLiP Bandung dalam melaksanakan pendampingan kepada Chalid, peserta didik SMKN ย di Bandung. Kabar tentang Chalid menjadi berita hangat di berbagai media cetak dan elektronik. Alhamdulillah jejaring kemitraan khas yang dilaksanakan sahabat-sahabat KerLiP sejak tahun 1999 mempermudah upaya pendampingan pemenuhan hak anak atas pendidikan termasuk dari keluarga diaspora dan pekerja di luar negeri.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Mendikbud, ย Prof Muhajir Efendi serta Irjen Kemdikbud yang bergerak cepat memastikan ananda Chalid dapat mengikuti Ujian Nasional 2017 kemarin.

Mari kita simak OPeRA on wa Bu YantiKerLiP dengan warga Bandung pagi ini.

[04/04, 06:46] xxxxxxx: Catatan Kecil untuk Chalid

Hari minggu saat berada di Dago Car Free Day, Nabila yg juga berada di CFD di acara yg laim, tiba tiba menelpon saya. “Mah ini ada kakak kelas nya rengganis, kasian ga bisa ikut UN, mamah bisa bantu ya?”
Dari nada bicara nabila saya tahu kalau ini tanda “harus” dibantu. Disitulah awal pertemuan saya dgn Chalid.
Chalid adalah seorang anak kelas XII di SMK * Bandung jurusan Perhotelan. Saat datang kepada saya Chalid sedang dalam masalah besar yaitu Tidak Bisa Ikut Ujian Nasional karena ijasah kejar paket B yg dimilikinya ternyata tidak terdaftar di Disdik. Sehingga namanya tidak tercantum dalam dapodik. Dan anehnya sekolah baru menyadarinya setelas 3 tahun berlangsung saat Chalid akan didaftarkan sebagai peserta UN. Ironis sekali. Semua bermula saat chalid yg sejak kecil tinggal di Arab saudi. Bersa orang tua kembali ke Indonesia. Demi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK Chalid mengikuti ujian persamaan Kejar Paket B. Yang belakanga baru diketahui bahwa ijasahnya asli tp palsu yg mengakibatkan siswa tidak terdaftar di Disdik.

Mendengar cerita chalid saya sungguh kecewa pada perlakuan sekolah. Sekolah meminta Chalid untuk menandatangai surat pengunduran Diri sebagai peserta UN. Sekolah tidak maksimal membela nasib siswanya. Namun Allah telah memilih jalan dan cara lain intuk Chalid yg sangat bersemangat memperjuangkan hak nya. Pertemuan dengan saya pak Cucu telah membuka lembaran lain. Alhamdulilah. Hormat saya untuk pak Dodin Kabid SMk Disdik Prov Jabar dan Pak Dasuki Irjen Kemdikbud dengan sigap membantu Chalid. Bahkan pak Dasuki datang langsung dari Jakarta membantu menyelesaikan masalah ini. Hasilnya hari ini Chalid bisa mengikuti UN di hari kedua lanjut susulan UN pada tanggal 18 april. Terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu. Ibu Yanti Kerlip….pak Iwan Hermawan, pak Banu, dan tim Irjen Kemdikbud terimakasih atas bantuan dan kerja kerasnya
Chalid semangat…….
[04/04, 06:47] xxxxxxx: ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Hebat…, siapa dulu bu Yanti.
[04/04, 06:48] Iriyanto GMPP: Kemarin juga sudah saya bahas di acara delektika TVRI JABAR.
[04/04, 06:48] Iriyanto GMPP: Selamat berjuang, semoga sehat dan sukses selalu.
[04/04, 06:53] xxxxxxx: Inilah contoh karya nyata, bukan seperti teman kita yang hanya ribut di WA.
๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
[05/04, 04:18] Yanti KerLiP: Alhamdulillah…saya hanya menghubungkan antar pihak,Pak. Alhamdulillah bu Sari setia mengawal pemenuhan hak pendidikan anak di Jabar.
[05/04, 05:52] xxxxxxx: Punten, kalau tidak keberatan mungkin bu Yanti bisa berbagi ilmu ke saya tentang akar permasalahan dan solusi biar tidak terjadi dimasa yang akan datang.
[05/04, 05:52] Yanti KerLiP: Mangga Pak Ir
[05/04, 05:53] Yanti KerLiP: Saya melihat perlu upaya sadar dari penyelenggara pendidikan nonformal untuk mengedepankan tata kelola yang baik.
[05/04, 05:54] Yanti KerLiP: Prinsip ini salah satu dari prinsip “sekolah ramah anak”
[05/04, 05:55] Yanti KerLiP: Multiexit multientry dr pendidikan nonformal informal ke dan dari pendidikan formal perlu ditata lebih baik dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik anak
[05/04, 05:57] Yanti KerLiP: Khusus untuk penyetaraan pendidikan bagi anak-anak yang “pulang” ke tanah air perlu dipikirkan mekanisme yang lebih baik. Ketersediaan pilihan jalur pendidikan termasuk untuk penyetaraan ini juga sebaiknya bisa memudahkan keluarga untuk memenuhi hak anak atas pendidikan.
[05/04, 05:58] Yanti KerLiP: Setahu saya di luar negeri, beberapa teman diaspora merasakan kemudahan2 bagi putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan setiba di negara tersebut. Misalnya di Jerman
[05/04, 06:01] xxxxxxx: Nuhun bu, pencerahan ibu merupakan ilmu yang sangat bermanfaat buat saya.
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
[05/04, 06:02] Yanti KerLiP: Sawangsulna Pak

Tertarik untuk menggiatkan Gerakan Sekolah Ramah Anak bersama kami? Silakan kunjungi situs ย kami di http://kerlip.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s