Anak Mandiri

Hari ini Icha ujian praktik drama Loetoeng Kasaroeng setelah 2 kali latihan di rumah dan 2 kali di sekolah (mungkin lebih). “Bu, boleh pinjam beberapa kain batiknya?  Teman Adek akan datang sebentar lagi untuk memilih ya, “katanya pada Sabtu kemarin. Tidak lama berselang Aldira dan seorang teman yang baru kulihat datang. Langsung saja kusodorkan semangka dan melon potong di atas meja dan coklat kacang yang kami bawa pulang dari Jakarta. “Pamit ya, Bu!” kata Icha sambil sun tangan diikuti kedua temannya. “Pulang jam berapa, Sayang?” tanyaku sambil mencium ubun-ubunnya. “Mungkin menjelang magrib, Bu,” Icha menjawab sambil menuruni tangga.

 

Kesibukan menata kembali usaha keluarga tidak hanya memerlukan modal dan barang; waktu, tenaga, pikiran benar-benar tersedot habis. Niat hati untuk lebih banyak menemani Icha di Bandung masih belum bisa dilaksanakan. Alhamdulillah, putri kami tumbuh kembang mandiri. Saya dan kakak sulungnya sempat khawatir mengikuti pilihan Icha untuk belajar dan bermain bersama teman-teman sebaya di dekat rumah. Icha masuk SDN Coblong 4 di kelas empat semester 2. Tingkat kesiapan sekolahnya terlihat cukup matang saat memilih pindah bermain dan belajar dari rumah ke sekolah. Masih dalam jarak tempuh berjalan kaki. Alhamdulillah rute dari rumah ke sekolah aman

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s