Anakku Biasa-Biasa Saja

Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan akademik, seperti matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).

20161121_165122

Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasa interpersonal?

Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti tidak bisa dihitung, dan sayang sekali tidak dinilai membanggakan di sekolah, karena di sekolah kebanyakan hanya memberikan angka bagi anak-anak yang pintar  secara akademik.

Ada sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Ia tetap gembira ketika harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja di lingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.

“Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu…! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar….pokoknya pinter sekali….!” katanya santai. “Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus …sekali! Kalau Yahya hafalannya banyaaak… sekali!”

Ya, Fani seperti anak lainnya senang sekali membanggakan teman-temannya.

Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, ” Kalau mbak Fani pinter apa?”

Ia menjawab dengan cengiran khasnya,” Hehehe…kalau aku, sih, biasa-biasa saja”.

Jawaban itu membuat ibunya tertegun. Pada dasarnya Fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi akademik.

Tapi kalau ingat cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.

Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar, Fani langsung turun tangan. “Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?”

Adiknya saling tunjuk.”Hayo, jujur …1Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya… saling memaafkan”.

Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya! “Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya ingin baju itu, tapi bajuku di rumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan…”

Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, Subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan.

Betapa banyak dari kita, orang dewasa yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti yang Fani tunjukkan. Padahal kita tahu dalam setiap penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan akademiknya  BIASA-BIASA SAJA.

Tidak sedikit orang tua yang merasa rendah diri ketika anaknya tidak mencapai ranking sepuluh besar di sekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri bahkan tidak bergeming ketika anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka berbohong atau tidak biasa bergaul dengan teman sebayanha.

Maka ketika Fani mengatakan “AKU BIASA-BIASA SAJA”, kita patut bersyukur ketika ibunya menjawab “Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?”

Ya… ibunya ingin memberikan apresiasi yang positif kepada Fani.

Anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaganya. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.

Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Kalau belum mulailah saat ini juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s