Tetap MeSRA saat Hujan meramaikan Imlek

Ia duduk di sebelah tukang siomay yang biasa mangkal di gerbang sebelah Lotte Mart. “Astaghfirullah. HP nya lowbat. Padahal katanya sudah di bawah jembatan, “keluhnya tanpa sadar. “Tunggu saja,Bu! Kemarin juga ada ibu-ibu yang menunggu grabcar di sini. Ia menunjukkan foto dari sopir grabcar pesanannya.katanya sudah di depan Senayan City. Lebih dari sejam baru tiba di depan jalan itu, “jawab tukang siomay tanpa diminta. Keduanya jadi asyik mengobrol.

“Alhamdulillah. Ruang Graha Utama siap digunakan hari Senin. Saya langsung ke Kemang, ya. Selesaikan dulu surat menyurat yang diperlukan. Kita menemui Pak Wawan hari Senin jam 9, “pesan singkatnya terkirim juga meskipun baterai Samsung tinggal 4%. “Iya,Teh, “jawab temannya. Keduanya sedang menyiapkan acara penting hasil kolaborasi 2 organisasi besar yang mereka pimpin masing-masing. Tak banyak yang bisa membantu karena semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Janji harus ditepati. Bahkan anggapan hujan selalu menyertai Imlek tidak membuatnya gentar. Keterbatasan sumber daya finansial tidak menjadi alasan untuk mengingkari janji yang sudah terucap di hadapan 100 orang guru, kepala sekolah, pengawas, dan masyarakat kota Bandung di Hari Jadi FGII, 17 Januari lalu.

Pengemudi Grabike meliuk-liuk di antara himpitan mobil yang saling berhadapan mencari jalan keluar dari kemacetan. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. “Lewat situ aja, Pak. Paling bayar Rp 2.000 untuk parkir, “ujarnya sambil mendekap tas coklat tua pemberian sahabat lamanya. “Power bank nya pakai aja, Bu! Saya juga belum hafal jalan menuju kemang. Ibu bisa gunakan google map untuk membantu saya, “kata sopir sambil memacu motornya menembus macet di seputar Senayan City. Ternyata tak perlu membayar parkir.

“Kita harus memutar balik di Taman Kemang. Kembali ke Prapanca Raya dan belok kiri di jalan Pelita, “jelas Pak Sopir tanpa diminta. Tas coklat berisi lembaran dokumen penting masih didekapnya erat-erat. “Kita pakai jas hujan ini dulu ya, Bu, “ujar Pak Sopir lagi setelah memarkir motornya sebelum belok kiri ke jalan Pelita. Ternyata hujan makin deras.

Mewujudkan SRA mulai dari SMAB

Pernak-pernik Lunar Market Salebration menghiasi halaman Market Office di sudul jalan Ampera Raya tersebut. Satu per satu tamu undangan hadir. “EO nya mundur,Bu! Kami tetap akan fasilutasi soundsystem dan tempat Talkshow jika ibu membutuhkan, “pesan dari Indra jelang dini hari sempat membuat hati kecut. Pertanda burukkah? Cepat-cepat diusirnya perasaan tak enak itu dan mengirimkan pesan ke ratusan guru pendamping yang mengikuti Gebyar SMAB 22 Januari 2017 di Jakarta.

Tepat jam 9 pagi, Nurasiah Jamil yang menjadi pembawa acara berdiri menyapa hadirin dan membuka Talkshow di depan standing banner Sekolah Impian. Pak Iriansyah sudah tiba dari Bandung. Ibu Suci dan guru-guru mengikuti talkshow dengan antusias. Hujan makin deras memaksa kami pindah ke dalam ruangan. Film MeSRA di SMAN 15 Bandung yang dibuat oleh Kemdikbud dalam upaya Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti jadi ditayangkan. Obrolan Pendidikan Ramah Anak pun makin seru ketika anak-anak SMAN 7 tampil dengan akustiknya dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung sampai sore. Kami sepakat untuk melanjutkan OPeRA dalam wag Forum SeRAI DKI.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s