OPeRA dengan Bu Nia Jakarta

Daftar Pelatihan

[31/01, 19:05] Nia Yuniarsih Guru DKI: Selamat malam Bu Yanti..
[31/01, 19:05] yanti kerlip: Assalamu’alaikum wr.wb Bu Nia
[31/01, 19:05] Nia Yuniarsih Guru DKI: Wa’alaikumussalam
Saya Nia Yuniarsih, guru BK SMPN 139 Jakarta Timur
[31/01, 19:05] Nia Yuniarsih Guru DKI: Lokasi pelatihan di Jakarta di mana ya?
[31/01, 19:07] Nia Yuniarsih Guru DKI: Kl ikut yg individu berarti pilihnya yg berseri kan.. 13 kali pertemuan setiap jum’at ke-4 setiap bulan, pembayaran 600rb.
[31/01, 19:07] Nia Yuniarsih Guru DKI: Khawatir sy salah persepsi.. 😊
[31/01, 19:07] yanti kerlip: 50 ribu/sesi Bu
[31/01, 19:07] Nia Yuniarsih Guru DKI: Paket 600rb maksudnya apa?
[31/01, 19:08] yanti kerlip: Minggu ke-4 Februari,setiap jum’at di bulan Maret-Mei. Total 13 kali
[31/01, 19:08] Nia Yuniarsih Guru DKI: Oo kl yg paket 600rb itu untuk yg inhouse training?
[31/01, 19:08] yanti kerlip: Paket full program 5 hari 4 malam saat liburan sekolah
[31/01, 19:08] Nia Yuniarsih Guru DKI: O gitu..
[31/01, 19:08] yanti kerlip: Iya Bu. Inhouse training juga
[31/01, 19:09] Nia Yuniarsih Guru DKI: Jadi februari pas hari Minggu, 26 Februari 2017 ya..
[31/01, 19:10] yanti kerlip: Insya Allah
[31/01, 19:10] yanti kerlip: Jum’at 26 Februari pk 13.00-16.00
[31/01, 19:10] yanti kerlip: Di Duren Tiga Selatan No 19 Jaksel 12760
[31/01, 19:10] Nia Yuniarsih Guru DKI: Kl Jum’at bukan tgl 26 Februari..
[31/01, 19:11] yanti kerlip: Oh, maaf Bu
[31/01, 19:11] Nia Yuniarsih Guru DKI: Berarti setiap Jum’at ya..
[31/01, 19:11] yanti kerlip: 24 Februari ya Bu
[31/01, 19:11] yanti kerlip: Iya
[31/01, 19:11] Nia Yuniarsih Guru DKI: Dimulai Jum’at, 24 Februari 2017
[31/01, 19:11] yanti kerlip: Setiap Jum’at di Jakarta
[31/01, 19:11] yanti kerlip: Siap.Bu

[31/01, 19:22] Nia Yuniarsih Guru DKI: Saya udah daftar Bu.. tp td no rek mandiri-nya lupa sy save
[31/01, 19:23] yanti kerlip: Alhamdulillah
[31/01, 19:23] yanti kerlip: Terima kasih atas kepercayaannya ya Bu
[31/01, 19:24] Nia Yuniarsih Guru DKI: Iyaa.. maunya ikut yg in house training.. tp kan tergantung sekolah..
[31/01, 19:26] Nia Yuniarsih Guru DKI: Berarti 650rb ya..
[31/01, 19:27] yanti kerlip: Utk yg berseri iya Bu 650 ribu
[31/01, 19:34] Nia Yuniarsih Guru DKI: Saya sudah transfer ya Bu..
[31/01, 19:34] Nia Yuniarsih Guru DKI: Sudah daftar juga..
[31/01, 19:40] yanti kerlip: Jazakumullah khoiron katsiiron

Sahabat baik Bu Mufti
[31/01, 19:13] Nia Yuniarsih Guru DKI: Bu Yanti tinggal di Bandung?
[31/01, 19:13] yanti kerlip: Iya Bu
[31/01, 19:13] Nia Yuniarsih Guru DKI: Kenal bu Muftia Yulismi?
[31/01, 19:13] yanti kerlip: Saya bolak-balik Jakarta Bandung
[31/01, 19:14] yanti kerlip: Alhamdulillah..sahabat baik kami Bu
[31/01, 19:14] yanti kerlip: Kegiatan di Bandung dimoderatori Bu Muftiah
[31/01, 19:14] Nia Yuniarsih Guru DKI: Sudah saya duga, pasti kenal..
[31/01, 19:15] Nia Yuniarsih Guru DKI: Sahabat baik saya juga Bu.. 😊
[31/01, 19:15] yanti kerlip: Alhamdulillah
[31/01, 19:15] yanti kerlip: Senangnya
[31/01, 19:16] Nia Yuniarsih Guru DKI: Terakhir saya ketemu pas saya silaturahmi ke rumahnya..
[31/01, 19:17] yanti kerlip: 17 Januari 2017 di Bandung Bu

 

 

Aktif Membina  PMR dan UKS
[31/01, 19:51] Nia Yuniarsih Guru DKI: Saya juga pembina PMR
[31/01, 19:53] Nia Yuniarsih Guru DKI: Pembina UKS juga, kebetulan saat ini sebagai Ketua MGBK Jakarta Timur 1, kl di PMR sebagai sekretaris Forum Pembina PMR Jakarta Timur.
[31/01, 19:54] yanti kerlip: Alhamdulillah..saya pernah dibantu pmr jaktim utk simulasi siaga bencana di Grand Indonesia 2010 lalu
[31/01, 19:54] Nia Yuniarsih Guru DKI: Hehe.. itu yg mau saya tanya.. permah ga isi materi di PMI, seingat sy pernah.. 😁
[31/01, 19:55] Nia Yuniarsih Guru DKI: Inget ga waktu itu sama siapa yg dr PMI DKI?
[31/01, 19:55] Nia Yuniarsih Guru DKI: Pernah dengar ceritanya, samar2..
[31/01, 19:56] Nia Yuniarsih Guru DKI: 2010 sy belum jd pembina PMR
[31/01, 19:58] yanti kerlip: 28 anak PMR dst dr SMP, SMA, SMK, MTs di Jaktim akan tampilkan simulasi gempa dan penanganan korban max 60 menit.
[31/01, 19:58] yanti kerlip: Iya Bu
[31/01, 20:01] Nia Yuniarsih Guru DKI: Itu waktu tahun 2010?
[31/01, 20:01] yanti kerlip: Iya Bu..inspiring
[31/01, 20:01] yanti kerlip: Mereka buat sosiodrama yg menarik
[31/01, 20:03] Nia Yuniarsih Guru DKI: Kepala Markasnya Kak Eki..
[31/01, 20:03] Nia Yuniarsih Guru DKI: Beliau juga aktif..
[31/01, 20:06] yanti kerlip: Alhamdulillah
[31/01, 20:08] Nia Yuniarsih Guru DKI: Pertama kali saya tau istilah SRA malah dari puskesmas.. waktu itu ada sosialisasi SRA.. udah beberapa tahun yll sih.. baru setelah beberapa bulan mulai deh tau dr yang lain..
[31/01, 20:11] yanti kerlip: Hihihi…mbak Childa dkk dr Kemkes lebih sigap, Mbak
[31/01, 20:12] yanti kerlip: Apalagi SRA selalu dikaitkan utk perluas kerjaan TP UKS hehehe
[31/01, 20:12] Nia Yuniarsih Guru DKI: Hehe.. gitu ya..
[31/01, 20:12] yanti kerlip: Iya
[31/01, 20:12] yanti kerlip: Kan satu2nya yg SKB 4 Menteri tmsk Mendagri baru UKS
[31/01, 20:13] Nia Yuniarsih Guru DKI: Makanya.. sy juga awalnya bingung.. kok malah puskesmas yg lebih tau drpd dinas pendidikan..
[31/01, 20:14] yanti kerlip: Kita jaga sama2 ya Bu..agar SRA tidak jd lomba
[31/01, 20:15] yanti kerlip: Tapi benar2 gerakan
[31/01, 20:22] yanti kerlip: Ditunggu ya Bu tulisan2nya untuk saya publikasikan di blog 👆🏾

Menulis di Blog

[31/01, 20:25] Nia Yuniarsih Guru DKI: Hehe.. itu dia tuh.. salah satu bakat yang belum muncul.. rajin menulis.. 😁
[31/01, 20:25] yanti kerlip: Ayo Bu
[31/01, 20:26] yanti kerlip: Obrolan seperti ini suka saya publikasikan di blog tsb
[31/01, 20:26] yanti kerlip: Dg kode OPeRA Obrolan Pendidikan Ramah Anak bersama….
[31/01, 20:26] Nia Yuniarsih Guru DKI: Hehe..
[31/01, 20:28] Nia Yuniarsih Guru DKI: Sy suka aja diskusi, belajar hal-hal yg baru, tambah teman, kan kl di dalam sklh terus jd kuper.. 😄
[31/01, 20:29] Nia Yuniarsih Guru DKI: Makanya suka ikut aktif di luar.. walau akhirnya diingatkan kepsek, harus ingat sm tupoksinya.. 😁
[31/01, 20:29] yanti kerlip: Alhamdulillah

Advertisements

Simphoni Bangsa di Kemdikbud

Sudah lama Ia berusaha menemui perempuan cantik ini. “Insiatif Gerakan Sekolah Ramah Anak muncul dalam proses penyusunan Draft Peraturan Presiden yang diinisiasi langsung oleh Dirjen Dikdasmen setelah pertemuan beberapa kali dengan Asdep dan Deputi di sela-sela rangkaian pertemuan pembahasan modul khusus untuk diintegrasikan ke dalam pelatihan guru sesuai permintaan Pak Dirjen, “bisiknya pelan.

“Setahu saya inisiatif tersebut dari Kemppa, “sahut Bu Catharina. “Betul, Bu. Inisiatif SRA sebagai salah satu indikator KLA diusung oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak. Dalam proses penyusunan kebijakan sampai pembahasan modul tersebut, Kemdagri dan Bappenas berkali-kali mengingatkan bahwa domain sekolah ada di di Kemdikbud. Keduanya mengusulkan untuk mendorong Kemdikbud menginisiasi kebijakan SRA. Awalnya dalam bentuk SKB. Alhamdulillah setelah disampaikan kepada Pak Dirjen dan beliau menginstruksikan kepada Setdijen Dikdasmen, muncul inisiatif Perpres Gerakan Sekolah Ramah Anak. Juknis Penerapan SRA yang disusun atas inisiatif bu Asdep disepakati menjadi lampiran perpres tersebut, “imbuhnya.

Obrolan singkat sebelum Diskusi Terfokus dibuka ini membuka komunikasi yang tertunda. Masih lekat dalam ingatannya ketika pamit keluar bersama Bu Asdep dalam pertemuan pembahasan draft Perpres di  Gedung C lantai 10.

Kabar Gembira

“Ibu sudah sampai dimana? Ada kabar gembira!”pesan ini langsung dikirimnya kepada bu Asdep menyambut gembira usul Ibu Catharina yang mengatakan, bahwa pembahasan draft Perpees Gerakan Sekolah Ramah Anak perlu dilanjutkan dan menjadi rumah bagi inisiatif pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah yang kami ajukan sebelumnya. Ternyata bu Asdep di belakang. Langsung saja diajaknya ke depan dan dipersilakan duduk di samping bu Catharina.

Ketua Umum DPP FGII menyampaikan sambutan tertulisnya dengan lantang. Diskusi Terfokus ini dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi FGII ke-15. Penguatan kemitraan guru, keluarga, masyarakat, dan sekolah/madrasah dalam kerangka Gerakan Sekolah Ramah Anak menjadi tema Diskusi Terfokus hari ini. Bu Tety juga menyampaikan komitmen FGII untuk mewujudkan 500 SRA di seluruh Indonesia.

Sambutan berikutnya dari Pak Irjen, mewakili Pak Menteri yang mendadak dipanggil Presiden ke Solo untuk membagikan KIP. Beliau tak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada FGII. Paparan Pak Irjen mengenai Permendikbud 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah menjadi angin segar bagi upaya penerapan pendidikan bermutu, ramah anak, dan bebas pungutan. Komite Sekolah menjadi lembaga yang mewadahi orang tua/wali, tokoh masyarakat, dan para pakar pendidikan untuk menghimpun sumber daya pendidikan dan mengawasi pengelolaan pendidikan oleh sekolah.

Penandatanganan deklarasi bersama untuk mewujudkan SRA oleh Irjen Kemdikbud, Ketua Umum DPP FGII dan Ketua Umum  KetLiP menandai pembukaan Diskusi Terpumpun perdana ini.

Mars Wajib Belajar dan FGII menghidupkan suasana gembira pada sesi pembukaan dalam Diskusi Terfokus yang diselenggarakan DPP FGII bekerjasama dengan Perkumpulan KerLiP dan didukung oleh Kemdikbud dan Kempppa.

Bangkit,bangkit,bangkitlah//Guru Indonesia//Satukan langkah//Wujudkan Sekolah Ramah Anak.

img-20170130-wa0135

Tetap MeSRA saat Hujan meramaikan Imlek

Ia duduk di sebelah tukang siomay yang biasa mangkal di gerbang sebelah Lotte Mart. “Astaghfirullah. HP nya lowbat. Padahal katanya sudah di bawah jembatan, “keluhnya tanpa sadar. “Tunggu saja,Bu! Kemarin juga ada ibu-ibu yang menunggu grabcar di sini. Ia menunjukkan foto dari sopir grabcar pesanannya.katanya sudah di depan Senayan City. Lebih dari sejam baru tiba di depan jalan itu, “jawab tukang siomay tanpa diminta. Keduanya jadi asyik mengobrol.

“Alhamdulillah. Ruang Graha Utama siap digunakan hari Senin. Saya langsung ke Kemang, ya. Selesaikan dulu surat menyurat yang diperlukan. Kita menemui Pak Wawan hari Senin jam 9, “pesan singkatnya terkirim juga meskipun baterai Samsung tinggal 4%. “Iya,Teh, “jawab temannya. Keduanya sedang menyiapkan acara penting hasil kolaborasi 2 organisasi besar yang mereka pimpin masing-masing. Tak banyak yang bisa membantu karena semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Janji harus ditepati. Bahkan anggapan hujan selalu menyertai Imlek tidak membuatnya gentar. Keterbatasan sumber daya finansial tidak menjadi alasan untuk mengingkari janji yang sudah terucap di hadapan 100 orang guru, kepala sekolah, pengawas, dan masyarakat kota Bandung di Hari Jadi FGII, 17 Januari lalu.

Pengemudi Grabike meliuk-liuk di antara himpitan mobil yang saling berhadapan mencari jalan keluar dari kemacetan. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. “Lewat situ aja, Pak. Paling bayar Rp 2.000 untuk parkir, “ujarnya sambil mendekap tas coklat tua pemberian sahabat lamanya. “Power bank nya pakai aja, Bu! Saya juga belum hafal jalan menuju kemang. Ibu bisa gunakan google map untuk membantu saya, “kata sopir sambil memacu motornya menembus macet di seputar Senayan City. Ternyata tak perlu membayar parkir.

“Kita harus memutar balik di Taman Kemang. Kembali ke Prapanca Raya dan belok kiri di jalan Pelita, “jelas Pak Sopir tanpa diminta. Tas coklat berisi lembaran dokumen penting masih didekapnya erat-erat. “Kita pakai jas hujan ini dulu ya, Bu, “ujar Pak Sopir lagi setelah memarkir motornya sebelum belok kiri ke jalan Pelita. Ternyata hujan makin deras.

Mewujudkan SRA mulai dari SMAB

Pernak-pernik Lunar Market Salebration menghiasi halaman Market Office di sudul jalan Ampera Raya tersebut. Satu per satu tamu undangan hadir. “EO nya mundur,Bu! Kami tetap akan fasilutasi soundsystem dan tempat Talkshow jika ibu membutuhkan, “pesan dari Indra jelang dini hari sempat membuat hati kecut. Pertanda burukkah? Cepat-cepat diusirnya perasaan tak enak itu dan mengirimkan pesan ke ratusan guru pendamping yang mengikuti Gebyar SMAB 22 Januari 2017 di Jakarta.

Tepat jam 9 pagi, Nurasiah Jamil yang menjadi pembawa acara berdiri menyapa hadirin dan membuka Talkshow di depan standing banner Sekolah Impian. Pak Iriansyah sudah tiba dari Bandung. Ibu Suci dan guru-guru mengikuti talkshow dengan antusias. Hujan makin deras memaksa kami pindah ke dalam ruangan. Film MeSRA di SMAN 15 Bandung yang dibuat oleh Kemdikbud dalam upaya Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti jadi ditayangkan. Obrolan Pendidikan Ramah Anak pun makin seru ketika anak-anak SMAN 7 tampil dengan akustiknya dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung sampai sore. Kami sepakat untuk melanjutkan OPeRA dalam wag Forum SeRAI DKI.