GeMBIRA bersama Keluarga Peduli Pendidikan di Provinsi Riau

Kegiatan Bimtek Pendidikan Keluarga  se-Provinsi Riau dilaksanakan secara paralel sejak tanggal 21 November 2016 dengan kegiatan Sekolah Berwawasan Gender. Hasil edit Materi GeMBIRA bersama Keluarga Peduli Pendidikan yang dikirim untuk memenuhi permintaan Direktorat Bindikel sudah terkirim sesaat sebelum menempuh perjalanan malam ke bandara. Berkali-kali menghubungi bu Dewi terkait penyediaan tiket tidak mendapatkan tanggapan. Alhamdulillah,  Zamzam berkenan memberikan dana talangan dan membelikan tiket Jakarta-Pekanbaru pp.

Fasilitasi Bimtek Pendidikan Keluarga

“Sudah jam 8.30, fasilitator dari Jakarta katanya terbang pagi. Taruhan dia baru sampai di bandara , “kata Bapak yang masuk ke lift. “Entah jadi datang atau tidak, “ujar perempuan di dekatnya sambil memencet tombol. lift bergerak turun ke lantai 1. Kami keluar bersamaan dari lift. Aku bergegas masuk menyiapkan bahan presentasi. Peserta terlihat sudah memenuhi ruangan.

“Siapa saja peserta Bimtek hari ini?”tanyaku kepada pembawa acara. Kulihat pesertanya cukup berimbang. “Guru, tenaga kependidikan, tim pembina PKK, dan pendidik PAUD, “jawab pembawa acara. Cukup beragam. Perlu pendekatan khusus agar suasana belajar dan proses pembelajaran pada sesi ini benar-benar dipenuhi kegembiraan.

“Ada yang bisa bantu saya menjelaskan tentang 10 program pokok PKK?” Kalimat tanya ini akhirnya menjadi pembuka sesi GeMBIRA bersama Keluarga Peduli Pendidikan. Pentingnya komunikasi antara suami isteri, anak dengan ayah, anak dengan ibu,anak dengan orang tua menjadi isu yang paling hangat. “Konon kabarnya anak laki-laki banyak yang jatuh cinta kepada guru perempuan sejak belajar di SD, “ujarku di sela-sela obrolan menarik tersebut. “Bahkan di TK,Bu!”celetuk seorang Bapak. Tentu saja memancing komentar yang lebih seru lagi ketika dikaitkan dengan fenomena rentannya anak laki-laki terhadap ancaman kejahatan seksual. Isu pentingnya keselamatan dan keamanan pun menggiring obrolan ke tema ketahanan keluarga, dasawisma, dan kesiapsiagaan. Kesempatan emas untuk masuk ke tema mendengarkan suara anak dan menanggapinya dengan sungguh-sungguh.

Sesi yang berlangsung selama 2 jam ini terasa hidup. Aku pun cukup leluasa untuk meminta peserta saling mendoakan. Bahkan sempat menunjukkan ELSI yang selalu menemaniku dalam setiap kesempatan. Alhamdulillah dibeli oleh Kepala SMKN 3 dengan harga khusus. Peserta Bimtek terlihat sangat antusias selama sesi tersebut.

Sekolah Berwawasan Gender

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s