Program Panutan Siap Dimulai di Riau

“Bapak Gubernur menyambut antusias istilah Riau Panutan, ayo kita siapkan!” pesan dari Pak Kamsol, Kadisdik Provinsi Riau sudah masuk beberapa minggu yang lalu. Pendidikan anak merdeka bermutu bebas pungutan (Panutan) yang muncul dari obrolan Jakarta-Bandung bersama bu Sari ternyata disambut baik oleh Gubernur Riau.

[14/11, 10:49] yanti kerlip: Gimana Kegiatan Panutan?
[14/11, 10:54] Zamzam Muzaki SM: Blm sempet kegarap, nanti di Bandung sekalian.
[14/11, 10:55] yanti kerlip: Kl ngga salah nilainya 3 jt/anak
[14/11, 10:56] Zamzam Muzaki SM: Dulu zamzam hitung di riau utk sma 1,6 smk 2,2
[14/11, 10:56] Zamzam Muzaki SM: Mengingat kapasitas fiskalnya
[14/11, 10:57] yanti kerlip: Itu utk BOSDA
[14/11, 10:57] yanti kerlip: Kt Pak Kamsol sdh disetujui BOSDA nya 2,2 jt/anak
[14/11, 10:57] Zamzam Muzaki SM: Eh iya 🙈
[14/11, 10:57] yanti kerlip: Khusus KRP 3 jt/anak
[14/11, 10:58] yanti kerlip: Pastikan bisa penuhi semua indikator SRA ya
[14/11, 10:59] Zamzam Muzaki SM: Siaap bu

Obrolan dengan Zamzam 10 hari yang lalu ternyata memanggil kembali proses pengawalan Nawacita di pendidikan khususnya terkait Wajib Belajar 12 tahun. Pak Kamsol lah yang mengajak para perintis Gerakan Indonesia Pintar untuk memastikan quick win yang dirumuskan oleh pokja pendidikan di Rumah Transisi pada tahun 2014 dilaksanakan mulai dari Provinsi Riau. Pak Kamsol menerima amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan melalui proses penilaian. Semangatnya untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional masih tetap membara saat kami bertemu bada magrib kemarin di ruang kerjanya yang tertata apik.

Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Pendidikan Untuk Semua Anak

[24/11, 18:20] Zamzam Muzaki SM: mangga bu, haturnuhun. Pendak sareng pak Kamsol, kumaha kartu riau panutan teh? wengi ieu ke dirampungkeun juknisna insyaallah
[24/11, 18:20] yanti kerlip: Ieu nuju ngantosan Pak Kamsol sholat magrib
[24/11, 18:20] yanti kerlip: Tepang sakedap teras ka bandara
[24/11, 18:21] Zamzam Muzaki SM: muhun bu, di wakeun nya bu pointer ti pak Kamsol. kamari sih tos teleponan mung bilih aya poin2 nu kedah dilebetkeun, pang wartoskeun insyaallah minggon ieu draftna dikintun

Sejak masuk menjadi relawan KerLiP atas ajakan Ova, Ketekunan dan kompetensi Zamzam sangat membantu dalam kampanye dan advokasi Education for All (EFA). Tujuan kampanye dan advokasi EFA untuk memastikan tersedianya alokasi anggaran yang memadai agar semua anak termasuk difable dan kelompok terpinggirkan benar-benar menikmati hak atas pendidikan yang bermutu dan bebas pungutan. Kajian praktik-praktik baik yang dilaksanakan multi pihak di satuan pendidikan berjalin kelindan dengan ragam aksi dan inisiatif dari anak dan kawula muda sahabat KerLiP yang menggiatkan Gerashiaga.

Efektivitas partisipasi keluarga peduli pendidikan terus ditemukan dan dikenali sesuai bidang perhatian masing-masing. Pak Kristiono adalah salah satu orang tua yang menyampaikan pengaduan saat advokasi UN 2006 kami laksanakan. Pak Kristiono dkk bersama kami membentuk Education Forum dan mengawal citizen lawsuit korban UN 2006 sampai putusan MA menolak kasasi Pemerintah. Pengawalan PPDB di kota Bandung mempertemukan kami dengan Ibunda Syahna dan Nabila, Ibu Ekasari. Menyusul.kemudian Pak Hary, Bu Elvyra, Dahrina dan keluarga-keluarga peduli pendidikan kota Bandung yang menghimpun diri dalam Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (GMPP). Di tingkat nasional kami terhubung dengan 13 Kementerian/Lembaga dalam gerakan Sekolah Ramah Anak yang dimotori Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya.

10250218_10206141402317159_7200468710304794612_n

Mendikbud Menghapus UN

Akhirnya, 1 per 1 janji Pak Jokowi jika menjadi Presiden ketujuh khususnya di bidang pendidikan mulai dilaksanakan.

http://m.metrotvnews.com/read/2014/06/10/251278

“UN akan ditiadakan dan diganti dengan pendidikan karakter, etika, dan budi pekerti. “Inilah revolusi mental. Untuk SD 80% budi pekerti, 20% pengetahuan. SMP 60 budi pekerti, 40% pengetahuan. Di SMA baru 20%-80%,” ujarnya disambut tepuk tangan ratusan guru.”

Ragam respon dari sahabat-sahabat KerLiP terus berdatangan. Ungkapan syukur dari para pegiat Gerakan Sekolah Ramah, kekhawatiran relawan terhadap pernyataan Mendikbud menghapus UN, dan pertanyaan mendasar diiringi seabreg pujian menghiasi laman media sosial. Alhamdulillah janji Presiden Jokowi untuk memperkuat pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan memberi kesempatan bagi guru-guru kita untuk menunjukkan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi semua anak. Saatnya memperluas Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan bersama Gerakan Indonesia Pintar.

Selamat Hari Guru Nasional

screenshot_2016-11-23-05-10-00-1

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s