Bupati Garut Melantik Tim Siaga Bencana SLBN B

Tim Siaga Bencana SLBN B Garut sedang asyik menyusun Rencana Tindak Lanjut bersama Tim KerLiP saat Ibu Kepala Sekolah menyampaikan bahwa Pak Bupati hampir tiba. Saya diminta segera menyambut Bupati Garut, Pak Rudi. “Anak yang pemberani itu mana ya, Bu?”  Tanya saya kepada Bu Ai sambil berdiri di depan gerbang. “Oh, Zaki ya. Ada Bu!” jawab Bu Kepala SLBN B Garut sambil memanggil Zakky. Guru-guru menuntun anak kembali ke panggung. “Ayo anak-anak! Kita berbaris di panggung menunggu Pak Bupati, “suara Aas terdengar nyaring.

Anak-anak  benar-benar istimewa. Mereka terlihat gembira meskipun harus menunggu berjam-jam untuk bertemu Pak Bupati. Saat simulasi evakuasi semuanya mengikuti rambu-rambu evakuasi dalam dampingan guru masing-masing.  Kevin dan temannya yang mengalami shock saat simulasi sudah kembali bermain dan bergembira. Inisiatif Bu Ai benar-benar jitu. Panggung  gembira dan ekspos kemandirian peserta didik menjadi sarana yang tepat untuk mengembalikan suasana gembira setelah simulasi.

20161122_082307

Workshop Rencana Aksi

Pak Hartono mewakili BPBD Kabupaten Garut menyampaikan hasil pengamatan dan beberapa rekomendasi yang sangat berharga. Mulai dari pemakaian tandu, petugas yang menjaga di titik-titik rawan sepanjang rambu evakuasi, peralatan lengkap PPGD, Tim Siaga Bencana, dan persyaratan lainnya yang diatur dalam Perka BNPB No 4 tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. kebutuhan tim khusus untuk menangani anak yang mengalami shock dan pentingnya pelatihan disampaikan Pak Hartono dengan lugas.

Masukan Pak Hartono direspon dengan baik oleh Pak Eri dan anggota Tim Siaga Bencana. Beberapa klarifikasi juga disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah terkait perlengkapan PPGD, tandu, dst yang sudah dimiliki SLBN B Garut dari pendampingan simulasi evakuasi gempa. Tim Siaga Bencana belum terbentuk secara resmi pada pendampingan sebelumnya. Beberapa foto praktik PPGD ditunjukkan oleh Tim Siaga Bencana SLBN B. Sedangkan Pak Ate,  yang mengamati proses simulasi secara keseluruhan, menyampaikan kemungkinan bunyi sirine yang sangat keras dan lama membuat anak shock. Ada 15 poin penting yang saya catat dari hasil pengamatan  Pengawas SLB di Kabupaten Garut yang hadir mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Pak Bupati yang Apresiatif

“Bu, nanti Pak Bupati langsung dibawa ke ruangan untuk melihat Tim siaga Bencana yang sedang  workshop menyusun Rencana Tindak Lanjut, “kata Bu Ai. Kami berdua menyambut Pak Bupati turun dari kendaraan dinasnya. Anak-anak yang duduk di barisan depan gerbang sekolah langsung berdiri menghampiri Beĺiau dan bersalaman. Pak Bupati mengusap kepala beberapa anak sambil mendoakan mereka menjadi anak shalih. Saya memutuskan mengantar beliau ke arah panggung tempat anak-anak lainnya berbaris. Mereka kembali menyanyikan lagu Sayang Ibu dan Pelangi-Pelangi dengan bahasa isyarat. Pak Bupati terlihat mengikuti gerakan anak-anak sampai selesai. Beliau langsung berdiri menemui anak-anak dan memeluk mereka erat-erat. Haru dan bahagia memancar dari air muka beliau. “Mari duduk anak-anak! Kita simak sambutan Pak Bupati, ya!” Aas mengajak anak-anak turun dalam dampingan ibu dan bapak guru.

Pak Bupati menyampaikan kegembiraan dan rasa syukurnya bisa  hadir dalam kegiatan simulasi evakuasi di SLBN B Garut. Pelantikan Tim Siaga Bencana SLBN B Garut ditandai dengan penyerahan Lembar Pengesahan dan  kit Gembira kepada Ketua Tim Siaga Bencana, Pak Eri oleh Pak Bupati dilanjutkan sAlat Permainan Edukatif kepada Bu Popi, orang tua yang menjadi anggota tim dan kaos kepada perwakilan peserta didik.

“Saya beli 7 pasang ya?”tanya Pak Bupati kepada anak-anak yang menjaga stand setelah menikmati Burayot, makanan khas Garut yang disajikan langsung dari penggorengan oleh anak-anak lainnya. Bu Ade membantu komunikasi dengan bahasa isyarat dan menjelaskan keterampilan yang dipelajari di SLBNB untuk kemandirian siswa. Anak-anak sangat senanh menerima Rp 300.000 untuk 7 pasang sandal batik yang dibeli Pak Bupati. Selain tata boga dan sandal, ada juga lukisan bunga dari kain perca, hantaran, dan membatik.

Pak Bupati kemudian diajak untuk menelusuri jalur evakuasi dan melihat alat pendeteksi banjir buatan bu Popi dan anak-anak SLBN B. “Pak Bupati, sekolah ini memerlukan perluasan. Ada tanah kosong di bagian belakang. Selain itu juga perlu ruang kumpul aman yang lebih luas untuk evakuasi dari banjir, “ujar salah seorang guru menyampaikan harapan Bapak Pengawas dalam sambutannya tadi pagi. “Saya sebenarnya ingin membantu. Tetapi SLB dalam wewenang Provinsi. kabupaten Garut mendapatkan bantuan 300M dan aneh sekali jika memberikan hibah 1 M kepada provinsi untuk SLBN B, “Jawab pak Bupati. “Tanah di belakang sebenarnya milik Provinsi yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Garut, Pak. Kami sudah menelusuri dan mendapatkan penjelasan dari DPRD maupun Asda bahwa tanah tersebut dapat dihibahkan dengan kebijakan Pak Bupati, “Pak Erik, guru berprestasi di SLBN B menjelaskan. “Oh, kalau begitu nanti kita bahas secara khusus, “ujar Pak Bupati sambil berjalan menuju ruang makan siang. Beliau hanya mengambil air mineral dan kembali ke area panggung. para warrawan sudah menunggu untuk mewawancarai beliau. Bapak dan ibu guru berbaris di panggung menunggu foto bersama Pak Bupati.

15179219_1364757173547899_8937402385246077035_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s