Simulasi Evakuasi Banjir di SLBN B Garut

Simulasi evakuasi banjir di SLBN B Garut dimulai dengan penjelasan skenario oleh Pak Eri, Ketua Tim Siaga Bencana. Hujan turun terus menerus di sekitar SLB Rintisan Cikajang. Anak-anak sedang mengikuti pembukaan simulasi bersama guru dan orang tua. Kepala SLBN B Garut segera menyalakan sirine setelah menerima kabar curah hujan yang tinggi di Cikajang. Guru-guru menuntun peserta didik memasuki kelas masing-masing. Air mulai naik sampai setinggi betis Bu Guru. Bunyi sirine berlangsung 1 menit. Bunyi alarm dari alat pendeteksi banjir buatan Bu Popi Wargani terdengar sayup-sayup. Tamu undangan dan orang tua bergegas mengamati proses simulasi yang berlangsung 2 menit.

Guru SLBN B Garut Ramah Anak

Bu Hj Cucu sedang membimbing anak masuk ke dalam kelas, “Anakku salah masuk kelas, “katanya sambil menenangkan peserta didik dampingannya. Tiba-tiba kembali terdengar sirine. Kevin, peserta didik yang duduk di sudut kelas ditemani ibunya melonjak kaget. “Ayo kita selamatkan diri ke lantai 2! Air sudah mulai naik lagi!” seru bu Hj Cucu sambil membimbing peserta didiknya. Ibu guru di samping saya membimbing kedua peserta didik binaannya keluar.”Kevin ketakutan! Dia ngga mau keluar!”seru ibunda Kevin. “Ayo Kevin, ibu tuntun! Kita harus menyelamatkan diri.dari banjir!” ujar bu Hj. Cucu membujuk Kevin. “Ayo, Ibu akod aja!” serunya sambil menyiapkan punggung untuk membawa Kevin ke titik kumpul aman. Tangan kirinya tetap memegang peserta didik binaannya. Momentum yang tak boleh dilewatkan. Saya menyusul.di belakang mereka. Kevin terlihat memegang erat Bu Cucu sampai ke dekat tangga.

Lampu merah menyala di samping alat pendeteksi banjir yang disimpan di dekat tanda evakuasi banjir. Anak binaan Bu Hj. Cucu sudah naik tangga menyusul yang lain. Kevin bersikeras ingin naik tangga diakod bu Hj. Cucu. Tanpa diminta, Bapak Guru yang menjaga di tangga membujuk Kevin. Akhirnya Kevin mau naik digendong Pak Guru.

Kejadian di atas diluar skenario yang ditulis Tim Siaga Bencana binaan Teh Aas dari KerLiP. Tentu saja menjadi catatan penting untuk dibahas bersama dalam workshop rencana aksi.

Kesiapsiagaan SLBN B Garut

Setiba di titik kumpul aman yang ditetapkan melalui penilaian bersama para peserta didik,  Tim Siaga Bencana sigap menangani beberapa anak yang terluka. “Perlu diperhatikan bahwa titik kumpul aman ini masih memerlukan titik kumpul akhir. Peristiwa banjir bandang 21 September 2016 menunjukkan bahwa banjir surut setelah 4 jam, “kata Pak Hartono dari BNPB kepada saya. Kami mengamati proses evakuasi dengan seksama untuk menjadi bahan penilaian akhir dalam workshop yang akan dilaksanakan jam 10.00 wib. Selain Kevin ada 1 anak lagi yang terlihat histeris dan memaksa turun ke bawah. Nampak jelas jika diperlukan tim psikososial yang siapsiaga menangani anak-anak yang ketakutan dalam kegiatan simulasi evakuasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s