Bu Yani Penyelamat ABK di Garut

Hujan rintik-rintik menemani perjalanan kami menuju tempat para penyintas mengungsi pasca banjir bandang Kabupaten Garut. 

“Air mulai naik jam 8, Bu. Ada 6 anak yang tinggal di asrama malam itu. 25 anak kami boyong ke Bandung memenuhi undangan bu Direktur untuk tampil di acara government board meeting SEAMEO SEN. Saya tak bisa membayangkan jika acara tidak dimajukan ada puluhan anak berkebutuhan khusus yang harus diselamatkan pengasuh asrama saat bersamaan. Alhamdulillah semua anak selamat, “kata Pak Aman, Kepala SLB CYKB kepada Diŕektur Pembinaan PKLK Dikdasmen, Ibu Sri Renani Pantjastuti semalam. Pak Andri, Kepala SLB Nurhakam  menjelaskan bahwa, Kabid PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadang memberikan amanah kepada beliau untuk memimpin pokja penanggulangan bencana di SLB. Kami duduk di balik spanduk-spanduk yang menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap para penyintas. Terlihat spanduk Gemilang Peduli SD Interaktif Gemilang Mutafannin,sekolah yang kami kenal di sudut kanan atas. Ada yang berbeda, sahabat-sahabat KerLiP bersepakat tidak memasang penanda apapun saat tanggap darurat pasca bencana.

“Ayo Pak kita temui anak-anak yang mengungsi di Korem, “Bu Rena mengajak Pak Aman setelah berkeliling melihat dampak banjir bandang di sekolah tersebut. Dapur Air PKPU menarik perhatian saya saat kami tiba di Korem. Dua kawula muda dengan sabar melayani para pengunjung.

Anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perhatian istimewa dari para penjaga di Korem yang masih muda-muda. Saya menitipkan Eka (18 tahun)  kepada penjaga setelah melihat kepiawaiannya mengajak anak-anak balita bermain dan gembira bahkan tanpa kata terucap. Sesekali Eka mampur menonton TV di sudut ruangan dan bergembira bersama anak-anak di panggung menemani para relawan dari STIKES. Bu Rena berkali-kali mengingatkan relawan untuk menjaga balita agar tak terjatuh dari pinggir panggung. Kelihatannya  perlu.koordinasi dengan Bu Elka, Kadinsosnaker Kabupaten Garut.

“Saya panggul 6 anak ini sambil berjalan menembus air yang terus meninggi, “kata Bu Yani, pengasuh asrama di SLB YKB. “Saya tidak tahu apa jadinya jika tidak ada tumpukan kayu yang menghampiri kami. Kayu-kayu untuk membangun ruang kelas baru dari bantuan Kemdikbud menjadi penopang keselamatan kami, Bu. Pak Roi berjalan di depan saat gelombang air yang makin deras. Kami menaikkan anak-anak satu per satu melewati pintu besi. Sampai di trotoar kami teriak minta tolong. Ada mobil bak terbuka yang lewat. Penumpangnya terbengong-bengong melihat kami berteriak. Akhirnya kami berteduh di warung tenda di atas trotoar, “imbuh bu Yani.

Bu Direktur menyimak penuturannya dengan  sepenuh hati. “Penjaga warung kaget saat kami menunjukkan air terus meninggi di belakang warungnya. Saking paniknya ia menumpahkan air panas dari panci saat kami meminta minum. Anak-anak menggigil kedinginan. Syukurlah tak lama kemudian polisi berdatangan. Kami mengungsi ke tempat aman, “kata-kata Bu Yani membuat kami tak kuasa menahan haru. Sungguh tak terbayangkan menyelamatkan 6 anak berkebutuhan khusus yang ketakutan di tengah gelombang banjir yang menjebol dinding beton sekolah dan menewaskan 17 orang tetangga mereka yang tinggal di asrama polisi. “Baru kali ini Bu Yani menceritakan hal tersebut setelah banjir bandang, Bu. Alhamdulillah bantuan dan dukungan Ibu menyelamatkan anak-anak kami. Terima kasih ya Bu, “kata Pak Aman.

SLB-CYKB sudah berdiri puluhan tahun. Ada 156 anak berkebutuhan khusus yang belajar dan bermain bersama guru yang mendidik mereka dengan sepenuh hati. Seluruh perlengkapan sekolah mereka terbawa arus banjir bandang. Tembok beton dan dinding kelas mereka jebol. Ada 3 jenazah yang ditemukan tersangkut di sekolah tersebut. Insya Allah pendampingan penerapan sekolah madrasah aman bencana di SLB-CYKB dan SLBN-B Garut akan kami laksanakan dalam upaya pemulihan dini menuju pengurangan risiko bencana di SLB. Pedoman yang diterbitkan Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen sudah diserahkan kepada Kepala SLBN B dan SLB-CYKB langsung oleh Ibu Direktur. Rehabilitasi sekolah oleh Kemdikbud menunggu tahun anggaran 2017. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s