The Best Interest of Child

​Rasanya baru kemarin, ketika kecaman dan hujatan bertubi-tubi menghampirinya karena membawa anak-anak pawai damai artistik membawa slogan-slogan yang ditulis lengkap oleh orang dewasa, orang tua dan guru-guru mereka menumbuhkan kesadaran kritis tentang pentingnya memperdengarkan suara anak. Beningnya suara anak menggugah kesadaran baru. Perjuangan untuk selalu mengedepankan prinsip kepentingan terbaik anak pun seolah mendapatkan momentumnya. Ia tak pernah lagi mengenal lelah. Tenaga, batin, pikiran,dan seluruh sumber daya dijangkaunya untuk menegakkan prinsip tumbuh bersama for the best interest of the child.

“Sayang, coba lihat TMPI. Tahun depan Adek dengan aksi S3ASTers-nya bisa ikut lomba ini ya!”serunya sambil menahan gundah yang tiba-tiba menerpa. Sesal kemudian tak berguna. Ia kembali terlambat memfasilitasi putri bungsunya untuk memacu prestasi berlomba dengan anak-anak Indonesia. Rasa kecewa yang muncul sesaat mendorongnya untuk berjanji lebih telaten mendampingi anak-anak Indonesia untuk memperebutkan tempat istimewa sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia. Jangan pernah mengharapkan orang lain telaten mendampingi putri kita. Tapi sediakan waktu, tenaga dan pikiran agar putri kita dan teman-teman sebayanya bisa terfasilitasi menemukan suara batin masing-masing. Kalimat ini kembali terngiang di telinganya. Bukan sekadar untuk memenangi anugerah tertentu saja tapi untuk tumbuh kembang mandiri, berkepribadian dan berdaulat. Insya Allah ya anak-anak.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s