Pendidikan Keluarga untuk Pencegahan Kekerasan

YY dan Potret Kelam Anak Indonesia

Saya heran/bingung/ngeri (apa lagi yah istilah yg pas) membayangkan perasaan para pelaku bisa2nya memperkosa  dan “membunuh” tanpa belas kasihan, mati rasa salah, dan tanpa beban (ikut mencari dan mengubur korban “menurut pemberitaan”) Bagaimana proses pengasuhan (keluarga) mereka  sehingga nurani mereka mati (hampa nurani/teralienasi/buta nurani). Kepribadian destruktif (patologis) dapat terbentuk bilamana anak dibesarkan dalam keluarga yang mengabaikan kasih sayang dan menelantarkan pembentukan rasa tanggungjawab, serta tak ada kehangatan sedikitpun–miskin emosi  (Berkowitz)
Program nawacita negara harus hadir, membangun dari pinggir, dan revolusi karakter sepertinya prioritaskan dilaksanakan di daerah2 bukan berarti mengabaikan dikota2 besar, karena saya yakin kasus2 kekerasan, pelecehan terhadap anak dr yg “sederhana” sampai seperti yg menimpa YY (fenomena gunung es) banyak terjadi didaerah2 dan justru kurang terekspose.
Pelaku juga menurut saya korban juga sangat mengenaskan (Bagaimana bisa memproduksi anak yg memperkosa dan membunuh ?), korban ketidaktahuan dan ketidakmautahuan, kegagalan dalam mengontrol hasrat, keretakan keluarga, kekerasan yang dilakukan sekitar, dan model buruk orang dewasa (kurang figur teladan).
Kita Harus hadir di tengah2 mereka, pendidikan keluarga harus hadir di tengah2 mereka, optimalisasi peran pkbm atau lembaga non formal lainnya perlu langsung terjun ke masyarakat dalam mengedukasi keluarga,

Selamat Pagi… Selamat Merenung dan Have a Nice Very Long weekend
Jangan didebat tulisan amatir ini tapi koreksilah si amatir ini

Pesan dari Mas Aria, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga sangat pas ditempatkan sebagai pembuka dari tulisan hari ini. Kemarin saya tidak bisa mengikuti kegiatan di depan istana Presiden bersama para sahabat karena harus menuntaskan pekerjaan sampai tengah malam di kantor.
image

Siapa ananda Yuyun yang menjadi korban kejahatan seksual yang sadis ini? Saya share disini informasi dari Zara Zettira penulis favorit saya di facebook.

image

image

image

image

Pengasuhan yang anti kekerasan merupakan salah satu strategi yang dipilih Republik tercinta ini dalam menggiatkan Gerakan Nasional Perlindungan Anak yang baru diluncurkan Menteri Yohana. Pernyataan keras dari Bu Menteri seperti yang diberitakan Kompas, menumbuhkan harapan adanya sikap tegas untuk.menghadirkan Negara bagi anak-anak bangsa.

Kita kawal dengan #NyalaUntukYY

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s