Pramuka Madrasah Cinta Bahari

image

Foto dari Bu Ida, Kasubdit Peserta Didik.Ditma Ditjen Pendis Kemenag ini memikat hati. Saya langsung sebar ke berbagai grup.

[28/05 19:29] yanti kerlip: Melepas tukik penyu laut sebanyak  3047
[28/05 19:29] yanti kerlip: Keren ya acaranya bu Ida
[28/05 19:29] yanti kerlip: Cerita disini dong Bu
[28/05 19:29] yanti kerlip: Pramuka madrasah cinta bahari
[28/05 19:33] Bu Ida Xl: Eh  bu Yanti udah pasang dulu
[28/05 19:34] yanti kerlip: Iya…keren banget
[28/05 19:34] yanti kerlip: Saya sebar di wa g yg ada anggota2 komisi VIII
[28/05 19:34] Bu Ida Xl: Terimakasih bu Yanti
[28/05 19:35] Erni Malik Kemendikbud: Dimana neh bu?… rame banget kakak2 pramukanya
[28/05 19:37] Bu Ida Xl: Dalam acara perkemahan pramuka madrasah ( PPMN ) yg kami laksanakan setahun sekali dalam rangka mendukung program cinta bahari. Kami adakan di pantai Liang Maluku tengah
[28/05 19:40] Bu Ida Xl: Dibuka oleh bapak Menteri Agama dan ditutup oleh Menko Maritim dan SD .  Dg pelepasan tukik. Menggalakan ke anak anak untuk makan dg menu banyak ikan.  Pengibaran bendera bendera PPMN dibawah laut kedalaman 20 m. Dqn qpia unggun diatas laut
[28/05 19:42] yanti kerlip: Bu Ida..
Keren abis
[28/05 19:42] yanti kerlip: Praktik2 baik seperti ini harus menyerbu media sosial ya Bu
[28/05 19:44] Bu Ida Xl: Dan Deklarasi Pramuka Madrasah Cinta Bahari.
[28/05 19:45] yanti kerlip: 👍👍👍
[28/05 19:45] yanti kerlip: Alhamdulillah

Abadikan Ilmu dengan Berbagi

Bagi saya praktik baik sekecil apapun adalah pengetahuan baru yang harus disebarluaskan untuk menjadi lembar inspirasi belajar ramah anak. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan menimba ilmu dalam wa grup yang diisi para pelayan publik yang bekerja sepenuh hati demi kepentingan terbaik anak bangsa.

Saya mengenal Bu Ida saat beliau hadir mewakili Kemenag dalam acara yang didukung oleh GFDRR dan Wamendiknas saat itu, Pak Fasli Jalal. Acara perdana setelah Sekretariat Nasional Sekolah Aman terbentuk 25 Agustus 2011 ini menjadi perekat hubungan kami. Bu Ida yang menjabat sebagai Kasubdit Sarpras bergegas menerapkan sekolah madrasah aman dari bencana dalam rehabilitasi madrasah dan pengembangan MAN Insan Cendekia.

Bu Ida yang Sigap

Kesigapan Bu Ida dan komitmennya yang sangat tinggi untuk mengedepankan madrasah mendapat dukungan sahabat-sahabat saya di ITB88. Dr. Susy Fatena, ahli konstruksi, membantu kami menyiapkan Grand Desain Pembangunan dan Pengembangan MAN Insan Cendekia yang menjadi model Pendidikan Ramah Anak.

Bu Ida berhasil meyakinkan saya agar bisa menyertakan Kempu, BPN, BNPB, KLH, Kemkes, dan Kemdagri untuk mendukung rencana piloting di setiap provinsi tersebut. Pada kesempatan tersebut saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan perkembangan kampanye dan penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana yang kami integrasikan ke dalam Pendidikan Ramah Anak yang menjadi prioritas Asdep Pemenuhan hak Pendidikan Anak, Bu Ninin.

Menuju Jawa Barat Provinsi Layak Anak

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BP3AKB Jabar, Ibu Dian, benar-benar cekatan. Rencana pendampingan percepatan KLA di 5 wilayah Jawa Barat diselesaikan dalam waktu singkat. Saya mendapat kehormatan menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan beliau di Cirebon bersamaan dengan peresmian Pendopo Ramah Anak di Kota Cirebon. Saya juga menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan Rapat Koordinasi di Karawang, Bogor dan terakhir di Cimahi tanggal 31 Mei 2016. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten masing-masing wilayah. Sayang sekali untuk yang terakhir ini saya sudah konfirmasi hadir dalam pertemuan perdana Tim Pokja TPPO KTPA tahun 2016 dengan Mensos.

image

image

image

Sebagai tanda persahabatan, saya mempersembahkan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual yang diterbitkan Binar Pustaka kepada Bu Dian. Sumber inspirasi belajar bagi penumbuhan budi karakter ini ternyata membawa berkah dalam penguatan materi KIE terkait perlindungan anak di Jawa Barat.

image

Gerakan Perlawanan Jabar terhadap.Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Selain pendampingan dalam rangka menyiapkan anugerah Gubernur untuk pemerintah Kab/kota Layak Anak, Bu Dian juga melaksanakan pendampingan langsung kepada pemerintah kota/kabupaten melengkapi indikator KLA untuk diajukan dalam penilaian 2017 secara nasional. Upaya ini juga dilengkapi dengan beberapa gerakan pendukung. Gerakan Jabar memerangi  Kejahatan Seksual Anak adalah salah satu di antara sekian banyak aksi BP3AKB Jabar. Diskusi terfokus perdana dilaksanakan di Bappeda Jabar dengan mengundang multipihak.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Kepala BP3AKB Jabar menyampaikan beberapa hal penting terkait pengasuhan antikekerasan yang disampaikan Ketua P2TP2A Jabar dalam Rapat Terbatas sebelum FGD ini dilaksanakan Bappeda. Saya, Bu Rini, Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan Kempppa dan Profesor dari IPB diminta menjadi penyaji dengan moderator Profesor dari Unisba. Saya menyajikan beberapa materi KIE yang sudah kami susun bersama multipihak, antara lain:

1. Buku saku, Inilah Tubuhku yang disusun Tim Literasi Binar dari bahan yang disiapkan Rumah Cita Kita, KerLiP,  GENTaskin, FGII, dan GIP

image

2. Karaoke Ini Tubuhku yang dibuat Tim Aves, sahabatnya Azizah dari sumber yang sama

3. ELSI, Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual

image

4. Boardgame hak anak, sekolah ramah anak, dst.
5. Film sekolah aman hak anak bangsa bermartabat.

image

Dalam kesempatan kali ini saya meminta Fitry mendampingi dengan harapan kepiawaian Fitry dalam literasi visual makin terasah. Kesempatan emas bagi saya untuk menyampaikan bahwa anak-anak jadi sumber belajar yang penting dalam mewujudkan KLA, apalagi terkait materi KIE untuk pencegahan dan penanganan kejahatan seksual terhadap anak. Paparan singkat perwakilan Forum Anak Jawa Barat yang memukau, memperkuat usulan tersebut. Semoga percepatan KLA di Jabar menjadi niscaya dan menjangkau anak-anak yang.memerlukan perlindungan khusus.

image

Kebetulan yang Penuh Berkah

Deburan ombak bersahutan. “Ini tak seperti biasanya, Bu, “kata petugas di depanku. Wajah-wajah riang saling bercengkerama. Sesekali mereka berteriak manja menjemput gelombang air di ujung kaki. Pasir putih yang menghampar luas berbatasan dengan taman dan kolam renang yang didesain apik di depan tempat sarapan kami. Aku duduk sendirian memandangi ombak yang makin meninggi. Pikiranku melayang pada bencana besar yang melanda negeri di akhir tahun 2004.

image

“Tempat ini kosong, Bu?”tanya seorang ibu yang datang menghampiriku. Kulihat ada beberapa perempuan dengan pakaian seragam di belakangnya. “Oh,silakan, Bu, “sahutku. Kami menikmati sarapan pagi nan indah di Senggigi. “Neng, ibu mah teu acan kapalih ditu, “kata ibu cantik di sebelah kananku. “Eh, gening ibu tiasa nyarioz Sunda, “aku menyela percakapan mereka. Kami pun jadi mengobrol bersama. Ternyata, Ibu Lalu.adalah ketua P2TP2A Serang. Beliau mengenalkanku kepada Ibu Iin, Kepala Bidang PPPA Serang.

image

Ibu Iin dan Ibu Lalu memintaku hadir sebagai salah satu narasumber dalam Jambore yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Mei 2016. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan emas mengabadikan ilmu dengan berbagi di Serang. Alhamdulillah, semua peserta jambore terlihat antusias saat aku menyampaikan materi GeMBIRA bersama Keluarga Peduli.Pendidikan.
Insya Allah gerakan keluarga peduli pendidikan di Serang segera dimulai.