Anakku Buah Hatiku

[05/04 18:35] yanti kerlip: Gimana raport UTS nya?
[05/04 18:35] yanti kerlip: Memuaskan Icha kah?
[05/04 18:35] Kakak Icha: Puas selain matematika
[05/04 18:35] yanti kerlip: Alhamdulillah
[05/04 18:36] Kakak Icha: Nilai matatikanya jadi nurun
[05/04 18:36] Kakak Icha: *matematika
[05/04 18:36] yanti kerlip: Mau  belajar matematika ke Bi Enung atau Tante Rini?
[05/04 18:37] Kakak Icha: Sebenernya ade nilai matematika di rapot jelek teh gara gara nilai hariannya banyak tugas yang udah dikumpulin tapi belum beres jadi rata ratanya kecil
[05/04 18:37] Kakak Icha: Terus pas uts mah salahnya teh di soal yang tentang sudut semua
[05/04 18:37] Kakak Icha: Yang lainnya mah benrr
[05/04 18:37] Kakak Icha: *bener
[05/04 18:38] yanti kerlip: Alhamdulillah sudah ketahuan masalahnya ya
[05/04 18:38] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:38] yanti kerlip: Kira2 kenapa tigasnya ngga beres?
[05/04 18:38] Kakak Icha: Ibu besok pergi lagi?
[05/04 18:38] yanti kerlip: Kecapean?
[05/04 18:38] yanti kerlip: Rencananya di rumah dulu
[05/04 18:39] Kakak Icha: Mungkin kadang males ngerjainnya
[05/04 18:39] yanti kerlip: Oh gitu ya
[05/04 18:39] yanti kerlip: Atau terlalu sering pakai HP?
[05/04 18:39] yanti kerlip: Mau batasi penggunaan HP nya?
[05/04 18:39] Kakak Icha: Kan seringnya teh tugasnya dikasih buat dikerjain di sekolah
[05/04 18:39] Kakak Icha: Terus ade udah ngerjain di sekolah tapi belum sampai beres
[05/04 18:39] yanti kerlip: Oh gitu ya
[05/04 18:40] Kakak Icha: Jadi pas dirumah nggak keingetan
[05/04 18:40] yanti kerlip: Teman2 Ade beres?
[05/04 18:40] Kakak Icha: Pas keingetan juga pas dadakan
[05/04 18:40] yanti kerlip: Oh ok
[05/04 18:40] Kakak Icha: Kayak pas pagi sebelum berangkat ke sekolah baru inget ada tugas itu terus pas pelajarannya
[05/04 18:41] Kakak Icha: Temen temen ade beres tapi banyaknya ngeliat ke temen yang lain yang udah beres tugasnya
[05/04 18:41] yanti kerlip: Mungkin tiap pulang sekolah dilihat lagi hasil belajar pagi2 di sekolah terus sediakan waktu 1 jam utk kerjakan tugas sampai beres
[05/04 18:41] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:42] yanti kerlip: Biar ngga kaget pas ada pelajarannya ternyata ada tugas yg belum beres ya
[05/04 18:42] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:42] yanti kerlip: Atau memang Adek kurang suka Matematika?
[05/04 18:42] Kakak Icha: Ade suka kecuali yang tentang sudut
[05/04 18:42] Kakak Icha: Soalnya bingung
[05/04 18:42] yanti kerlip: Oh soalnya membingungkan?
[05/04 18:43] Kakak Icha: Menurut ade mah iya
[05/04 18:43] Kakak Icha: Tapi pas dijelasin sama temen teh ngerti
[05/04 18:43] yanti kerlip: Coba ya ibu beli buku Matematika karya tante Rini
[05/04 18:43] Kakak Icha: Tapi pas ada soalnya lagi jadi bingung lagi
[05/04 18:43] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:44] yanti kerlip: Nah Adek perlu sering latihan dg temen yg bosa jelasin
[05/04 18:44] yanti kerlip: Tebak2an soal sudut
[05/04 18:44] yanti kerlip: Lihat berbagai sudut di sekitar kita terus ditebak2 gitu
[05/04 18:45] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:45] Kakak Icha: Iya
[05/04 18:46] yanti kerlip: Nanti kita obrolin lagi ya solusi asyiknya biar Adek ngga males ngerjain tugas

image

Berbicara dengan anak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hanya perlu hadirkan hati untuk menggali lebih dalam tentang perasaan putri kecil kita yang beranjak remaja. Kemampuan untuk menuntaskan tugas bagi ananda sangat penting. Pengalaman belajar yang snagat berharga bersama kakak sulungnya yang sangat pintar dalam keseluruhan mata pelajaran kecuali olah raga dan Bahasa Sunda. Bismillah tawakkaltu alallah…

Jadi teringat tulisan yang mengangkat nasihat seorang psikolog,  Laksmi Andhiyani Setiawan,S.Psi mengungkapkan ada 13 permintaan yang tak terucap oleh seorang anak, sebagai berikut:

1. Cintailah aku sepenuh hatimu.

2. Aku ingin jadi diri sendiri.

3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku.

4. Jangan marahi aku di depan orang banyak.

5. Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku.

6. Papa Mama lupa aku adalah fotocopy-mu.

7. Kian hari umurku bertambah, maka jangan anggap aku selalu sebagai anak kecil.

8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku jika salah.

9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku.

10. Jangan ungkit kesalahanku.

11. Aku adalah ladang amal bagimu.

12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu adalah doa bagiku.

13. Jangan melarangku dengan hanya mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan mengapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.

Mudah-mudahan ananda Icha tumbuh lebih bertanggung jawab dan berkomitmen tinggi dalam menunaikan tugas sebagai generasi pembelajar yang hebat. Bukan untuk dibandingkan dengan kakak-kakaknya atau siapa pun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s