Gerakan Siswa Bersatu Bersinar Mulai Dikaji

[01/03 19:48] Pak Elih: Ass wrwb bu Yanti klu sekolah-sekolah yang sdh pendampingan aman bencana mana aja? Ada peneliti Jepang mitra UPI mau pilih lapangan….nhn
[01/03 19:48] yanti kerlip: Wa’alaikum salam wr wb
[01/03 19:49] yanti kerlip: Kalau pendampingan lengkap baru di SMPN 11 tapi beberapa periode Kepala sekolah
[01/03 19:49] yanti kerlip: SMAN 11, SMKN 6, SMAN 1, SMK Rehoboth didanpingi sebagai penerima bansos
[01/03 19:50] yanti kerlip: SMPN 35, 2, Sosialisasi dan duta anak utk sekolah aman dari bencana
[01/03 19:50] yanti kerlip: Sosialisasi lainnya ke semua sekolah penerima DAK Pendidikan th 2011-2012
[01/03 19:51] yanti kerlip: Pendampingan oleh Seknas Sekolah Aman saat dipimpin KerLiP di 30 SD penerima DAK Pendidikan
[01/03 19:52] yanti kerlip: SLB YPAC penerima bansos PRB
[01/03 19:52] yanti kerlip: Roadshow GERASHIAGA: SDN Pelesiran, Coblong, Al Amin, dst
[01/03 19:53] yanti kerlip: Pelatihan 30 kepala sekolah dengan  P4TK IPA dan SEAMEO QiTep for Science
[01/03 20:47] Pak Elih: Nhn infona…

Obrolan Pendidikan Ramah Anak (OPeRA) makin mudah dilaksanakan dengan adanya wa. Tanpa sekat tanpa batas, kita bisa abadikan ilmu dengan berbagi. OPeRA dengan Pak Elih, Kadisdik Kota Bandung ini saya cantumkan di atas setelah menerima kabar dari dua sisi tentang kunjungan Kazu, peneliti Jepang ke SMPN 11 dan SMPN 35 Bandung. Cover both side dari guru dan duta anak yang saya terima jadi sangat penting untuk diangkat

GSB Bersinar SMPN 11 Bandung

image

image

Sungguh menyenangkan mendapat kabar gembira melalui foto-foto yang diunggah Bu Yulia, guru SMPN 11 Bandung. Anak-anak GSB Bersinar SMPN 11 memang juara. Mereka siap kapan saja berbagi praktik baik gerakan keluarga peduli pendidikan bersih-sehat-hijau-inklusif-aman-antikekerasan-ramahanak.

Sekali lagi. Kejeniusan dilahirkan dari kegembiraan. Ungkapan syukur atas kehebatan anak-anak di kelas asuhan Bu Nia Kurniati ini segera saya sampaikan kepada Fitry, pendamping GSB Bersinar SMPN 11 Bandung. Baru belakangan saya tersadar kalau ada yang perlu dibenahi bersama setelah menerima terusan kabar dari Duta Anak YESforSaferSchool.

Assalamualaikum bu, hari ini sekolah ada kedatangan orang dari Jepang gitu mau tau tentang sekolah ramah anak di 11. Saya dan anak 7-11 tiba tiba disuruh ini itu buu..

Ibuuu.. tadi saya tiba tiba disuruh jelasin tentang simulasi gempa di sekolah gitu tpi ga tau saya harus seneng atau sedih buu… tp saya sedih buu guru2 teh dateng pas butuh aja buu trs bu guru tiba2 baca baca laporan ibuu gtu kaya ngegantiin ibu….. ihhh malesin banget buu..pas orang jepangnya nanya gtu mereka pada jawab pdhl …..

Tapi buu tadi pa Kepala Sekolah bilang juga nanti kita bakal kedatangan tamu lagi dari Vietnam, Thailand, Malaysia buu..oh ya bu tadi juga ada pa Elih dateng masuk ke 7-11 buu

Pesan terusan ini mengingatkan saya tentang apresiasi yang perlu disiapkan untuk guru pendamping dan anak-anak mitra Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar. Saya tidak bisa membiarkan mitra-mitra strategis KerLiP yang hebat ini, merasa ditinggalkan. Sementara itu saya sendiri merasakan keberlimpahan yang nyata ketika inisiatif yang dilaksanakan bersama sahabat-sahabat KerLiP dikaji bahkan diperluas dengan atau tanpa sepengetahuan kami.

Melebur dengan Semesta

“Ibu, tadi ada Kazu, peneliti dari Jepang yang datang ke PMR, “kata Icha mengaburkan angan. “Alhamdulillah ya Bu, OPeRA di wa dengan Pak Elih ternyata menjangkau ke sekolah Icha, “kata Fitry. Pendampingan KerLiP di SMPN 35 melalui Allisa, Duta Anak YES for Safer School 2015 dan Icha melakukannya bersama teman-teman ekstrakurikuler pilihannya PMR. Pendekatan yang berbeda ini yang dilaksanakan Fitry sesuai dengan keberterimaan sekolah. Khusus SMPN 35, kami yakin bahwa Allisa sebagai Duta Anak yang menjadi partisipan World Conference for Disaster Risk Reduction di Sendai, Jepang, pada tahun 2015 dengan dukungan Direktorat PSMP Kemdiknas, siap untuk menggiatkan Gerakan KerLiP Bersinar dengan caranya yang khas. Intensitas dialog saling belajar yang selalu kami lakukan sebagai satu keluarga cukup membantu penanaman kebiasaan melebur dengan semesta. Tanpa pamrih meski tak jarang mengundang fitnah karena nilainya yang sangat berharga memancing prasangka meninggalkan mitra berjejaring.

Semoga Allah membukakan pintu hati mitra KerLiP agar tak ada yang merasa ditinggalkan saat praktik-praktik baik GSB Bersinar tersebar menjadi milik publik dengan cepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s