Wacana, Akronim, dan Advokasi

“Ibu, coba lihat foto yang saya kirim, “pesan Azi masuk bersamaan dengan foto di tempat kerjanya yang baru. “Wah, ada Pak Seno!”seruku tertahan. “Iya, Bu. Salam dari Pak Seno. Ternyata senior-senior KerLiP keren ga, “imbuh Azi. Ingatanku pun melayang. Tak terasa sudah 16 tahun waktu yang lalu ketika kami merumuskan motto “Berani Gagal” untuk sekolah yang kami dirikan di perbatasan Kota Bandung.

Ragam praktik baik yang kami kumpulkan secara terpisah maupun tim membuat istilah Sekolah Berprogram khas terasa pas. Saat itu, jelang bulan April 2000 kami sepakat untuk menyiapkan SD Hikmah Teladan di bawah naungan Perguruan Darul Hikmah. Diskusi rutin Litbang kerLiP sejak didirikan beberapa bulan sebelumnya, yakni Desember 1999 membuat kami sadar untuk mengikis budaya sekolah unggul yang menempatkan sekolah , sekolah favorit. 

Strategi Wacana KerLiP

Judul yang dipilih Irsyad dan kajiab budaya yang dilakukannya terhadap Komunitas Rumah KerLiP mengikat makna program khas KerLiP dengan istilah Anak Merdeka dan Keluarga Peduli. Kajian wacana yang disuguhkan Irsyad ini menandai perubahan yang mendasar dalam Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan untuk 5 tahun kedua. Advokasi litigasi terhadap korban Ujian Nasional 2006 dan kemitraan khas dengan FGII menuntun kami untuk menemukan pola baru dalam advokasi hak anak.

Beragam akronim yang renyah menjadi mengisi living value dalam wacana Anak Merdeka dan Keluarga Peduli. Perjalanan panjang di 5 tahun ketiga menempatkan kami untuk lebih leluasa mengenalkan akronim-akronim tersebut. Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan pun mulai berani diusung setelah Kemdikbud mengaktifkan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Tumbuh Bersama

Pilihan kata tumbuh bersama dalam kerja advokasi Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan mendapatkan momentumnya dalam Pemerintahan Jokowi-JK. Istilah Gembira menyambut Pemilu memperkuat jangkauan dampak kalimat Kejeniusan dilahirkan dari kegembiraan yang diperkenalkan Pak Zulfikrie Anas dari Thomas Amstrong. Kata Gembira makin menguat setelah Menteri Susi yang kontroversial menggunakannya.

Disinilah kami merasa tak perlu bersembunyi menyatakan siap tumbuh bersama Pemerintahan Pak Jokowi-JK untuk menebar KILAUNusantara Bersinar menerangi semesta. Komitmen keluarga kami sejak awal untuk mengusung Islam Rahmatan Lil Alamin mendapat momentumnya.

Alhamdulillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s