Menyegerakan Bertobat

image

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang-orang yang membicarakan keburukan kita dari persepsinya masing-masing dan menutup aib saudara-saudara kita yang menyempatkan waktu untuk klarifikasi langsung untuk menjauhkan kita dari fitnah di dunia dan di akhirat.

Anak-anakku tercinta, sungguh ajaran Islam menuntun kita untuk hidup bermartabat. Tidak banyak orang yang sudah lebih tua bahkan dari ibu dan bapak mampu menjaga lisan dan perbuatannya dari ghibah. Mari kita simak Kitab suci Al Quran dalam Surat Al Hujarat ayat 12 yang menyeru kaum muslimin dengan jelas, “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” Bahkan, Rasulullah SAW juga melarang seseorang untuk membuka aib dirinya sendiri kepada orang lain, sebagaimana sabdanya: “Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan. Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari, kemudian di paginya ia berkata: wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu – padahal Allah telah menutupnya- dan di pagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya.” (HR Bukhori Muslim).

Bersegera menuju pintu ampunan Allah SWT dan mengazamkan untuk memelihara diri dari perbuatan zhalim dan kesia-siaan adalah langkah mulia. Kita pantaskan diri kita masing-masing untuk menerima anugerah kehormatan dan kemuliaan di dunia dan akhirat kelak dengan mengunjungi sahabat, saudara, dan kenalan kita dan meminta maaf atas kesalahan yang kita sadari maupun di luar kesadaran telah melukai perasaan mereka.

“Janganlah kamu menjadi orang yang “ikut-ikutan” dengan mengatakan “Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim”. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, “Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya”. (HR. Tirmidzi)

Bismillah tawakkaltu alallah
Laa haula walaa quwwata illaaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s