Kuliner Nusantara Murah Meriah

“Baru kali ini nih, makan cimplung sama sambel Roa, “ujarku dengan lidah agak terjulur menahan pedas. Gelas masih terasa panas meski air teh tawarnya hampir habis. “Sarapan di Padang, makan siang di Makasar dan makan malam di Manado, “tulisku di wa grup Kanayakan Family.

Tadi pagi menikmati sajian Rumah Makan Sederhana bersama Teh Fitry. Rasa gurih asli tanpa penyedapnya masih menari-nari di lidah. Kami tiba di Hotel Sahid jam 10. Lapak sudah terisi penjual batu ali dan asesoris kesukaan ibu-ibu darma wanita Kemendikbud yang baru menyelesaikan kegiatan Duta OASE Cinta.

Undangan makan siang di Rumah Makan Makasar membuat perutku kembali berbunyi. Ada mi titi dan ikan baronang bakar yang menggoda di hadapanku. Obrolan seru tentang penanggulangan kemiskinan berakhir dengan berbagai langkah keren. Aku segera meminta Tety untuk menyiapkan posko pengumpulan data guru honorer berpenghasilan < 300 ribu per bulan untuk menjadi penerima KIS dan fasilitas lainnya dari Kemensos.

Perut terisi dan respon yang antusias dari teman-teman di berbagai  media sosial yang kuikuti membuatku makin semangat. Tety mengajak kami makan pisang khas di Rumah Makan Manado selepas pertemuan di Plaza Senayan. Kami memesan mi Cakalang dan bubur Manado untuk dimakan bertiga.

image

Kuliner Nusantara di Jakarta pun berakhir. Saatnya pulang ke Bandung memeluk kedua putriku yang sudah terlelap jelang dini hari.

Alhamdulillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s