Rapat Koordinasi Pengembangan KLA Jabar

Hari Senin jelang zhuhur saya sudah tiba di Hotel Khatulistiwa. Tidak lama kemudian Pak Okoh, staf Bu Dian tiba bersama rombongan. Undangan yang diterima melalui wa Bu Dian hanya memimta saya menjadi moderator jam 13 yang akan menghadirkan narasumber dari Jakarta.

[12/02 09:47] Bu Dian Bp3akb: Asslamualaikum …b Yanti ping 15 Feb jm 13.00 siap janten Moderator Raor KLA  yaa bu  d  P Khatulistiwa  yaa…nhn d  antos
[12/02 09:48] yanti kerlip: Insya Allah siap Bu

Rapat koordinasi pengembangan kabupaten/kota layak anak yang dilaksanakan BP3AKB Jabar dibuka oleh Asda II dengan pengantar dari Ibu Kepala BP3AKB Jabar pada pukul 15.30 wib. Saya duduk di samping Ibu Dr Endah Chotim, sahabat Bu Dian dan Bu Catur dari LPKA Sukamiskin.

Tanggapan dari peserta yang terdiri dari Asda, Bapeda  dan BPPKB dari 27 kabupaten/kota seluruh Jawa Barat sempat saya catat.

Diana perwakilan LPA Jabar, “Judul dalam Musrenbang tentang perlindungan anak masih menyatu dengan pemberdayaan perempuan, ” diamini oleh peserta lain ya. Jarang sekali masyarakat yang paham dan ingin mengusulkan program-program terkait pengembangan KLA di desa-desa. Ada 270 desa di Jawa Barat dan masih sangat jarang mengusulkan kegiatan terkait pemenuhan dan perlindungan anak. Chairil dari BPPKB Kab Karawang menyampaikan bahwa Kab Karawang adalah percontohan KLA di Nasional dan di Jabar pada periode sebelumnya  MoU ditandatangani wabup, Bu Eli. Saat ini fasilitas-fasilitas  sekolah di Karawang sampai 5-6 lantai. Karawang punya site plan percontohan KLA pada  2015-2016, namun belum tercapai. Salah satu rekomendasi KLA adalah tidak ada iklan rokok ternyata masih terpampang di site plan tersebut.

Dilihat dari keinginan study banding ke Solo. Semua fasos dijadikan percontohan. BPPKB Karawang juga study banding ke Surabaya dan ke Bandung. Masih kebingungan mengisi data karena penanggung jawab di BPPKB tapi melibatkan semua SKPD dan tidak semua SKPD menyediakan data yang diperlukan. Keseriusan pemerintah daerah perlu diperkuat.  Usul agar ada surat edaran  dengan judul khusus pengembangan KLA ke masing-masing pemkot/pemkab agar dijadikan unggulan. FAD masuk ke Musrenbang tapi ternyata tidak muncul dalam Renja. Musrenbangcam bahkan mungkin tidak tahu sama sekali tentang KLA.

Asda II Kota Cirebon, Jaja Sulaeman, menyampaikan arti penting payung hukum yang lebih fokus terhadap KLA ini, sebaiknya diatur dalam bentuk Perda. PPDB di Cirebon 1 kelas bisa 46, tidak layak apalagi tidak tersedia ruanh bermain. Pembangunan fisik belum responsif anak. Kalau dijadikan salah satu persyaratan   kewajiban menyediakan lahan bermain dan belajar serta beribadah akan sangat membantu. Lebih menggigit lagi  jika dijadikan Gerakan Nasional KLA.

Kondisi di lapangan seperti itu. Peranan orangtua makin sempit. Basis agama pun masih parah. Dalam tataran implementasi  Perda 7/2004 rumah aman juknis pelaksanaan di sekolah
Perwal harus punya sertifikat madrasah diniyah. Standarisasi profil sekolah sehat 14 kali juara nasional
Tidak ada keterlibatan untuk sinergitas. Penguatan dari sektor swasta dan perbankan sebaiknya melalui pemerintah daerah. Sektor swasta dialokasikan sesuai sasaran.

Jam pelajaran terbatas. Pendidikan agama 2 kali tiap minggu, perlu ditambahkan jam pelajaran agama di sekolah. Pelajaran budi pekerti atau akhlaqul karimah. Banyak waktu di sekolah. Sekolah-lingkungan dan keluarga. Perlu pelatihan khusus untuk orang tua bagaimana mendidik anak dengan baik dan benar.

Optimalisasi P2TP2A perda dan perwal di sukabumi sudah ada. Perlu didorong dg SOP yang jelas tentang pembinaan anak. Kasus Emon 128 anak menjadi korban. Kesibukan dan keterbatasan orang tua. Perlu langkah2 konkrit untuk mencegah lost generation.

Jawaban Asda II Pemprov Jabar

Secara umum mengapresiasi masukan. Memperkuat tekad agar lebih fokus dan perhatian karena kondisi hari ini sudah darurat perlindungan anak bangsa. Perencanaan, Implementasi, Monev, dan Laporannya. Fokus untuk pra Musrenbang gugus tugas KLA agar mengawal program prioritas yang harus mendapat dukungan APBD Kab/Kota.

Sistem termasuk regulasi harus dipastikan. Jika dalam bentuk Perda akan lebih terjamin dari anggaran, pelembagaan dan SDM nya. Tugas negara untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara khusus. Ada 26 item di PMKS. Anak harus dijadikan prioritas. Secara lahiriah masa depan anak masih panjang menggantikan kita. Jangan sampai mati suri. Apalagi yg bisa dibanggakan. Kena narkoba, HIV/AIDS, putus sekolah. Kira bangun kesistemannya. Membangun infrastrukturnya. Kita bangun dari Pemprov, Pemkot/Pemkab sampai ke Perdes untuk memfasilitasi tumbuh kembang anak. Pertemuan koordinasi difasilitasi sedikitnya 4 kali dalam setahun.

Dikelompokkan bagi 5 untuk daerah yg berdekatan perkotaan, kabupaten, gugus tugas lintas kota/kabupaten bisa kolaborasi saling mengisi. Anak jalanan, gepeng harus diurus. Penyakit sodomi korbannya bisa ribuan.

Belum sadar jika di pesantren juga mungkin terkena penyimpangan kejiwaan. Tingkat birokrat saja sudah banyak di negara maju. LGBT dapat anggaran dari lembaga donor. Beberapa stasiun TV menunjukkan kesalihan pelaku LGBT. Jangan terkesima penampilan.

Tugas kita memformulasikan dalam rumusan2 yg lebih konkrit. Mereview kembali gugus tugas KLA untuk memberikan sosialisasi kepada para pendidik termasuk kader-kader posyandu.

Paparan dari Pak Hadi Bahtera

Ada 31 indikator KLA . Regulasi di daerah perda-nya mencampur perempuan dan anak. Lebih dari 200 KLA di seliruh Indonesia masih sulit melihat pointers anak.

Sejarusnya perlindungan anak diatur yerpisah karena hukum internasionalnya terpisah.
1. CEDAW
2. CRC
3. Protokol
4. Konvensi ILO 138 diratifikasi UU No 1/2000
5. Protokol konflik bersenjataelindungi anak
6. Prostitusi anak
7. Pornografi anak
Hampir semua nilainya rendah karena mencampur perempuan dan anak.

–>pointers anak

Definisi anak belum 18, walaupun kurang 1 hari. Prinsip2 umum KHA, non diskriminasi, kepentingan terbaik harus masuk ke 5 kluster hak anak.

Partisipasi anak bukan budaya Indonesia, budaya Yahudi, Abraham mengajarkan kepada Ishaq cara berpendapat. Tak 1 pun orang Yahudi yg tidak konsultasi/diskusi dg anak. Aqidah Yahudi salah satunya bertanya kepada anak.

Sebenarnya ajaran Islam juga mendengarkan anak ketika Ibrahim bertanya kepada Ismail tentang tafsir mimpinya. Namun kebiasaa  ini masih dianggap aneh. Coba kita simak kisah dibalik perintah Qurban ini:

1. Bapak sopan pada anaknya
2. Ketika mengungkapkan mimpinya
3. Ketika bertanya pada anaknya bagaimana pendapatmu.

Budaya bertanya kepada anak jika dibiasakan  mustahil Ibrahim melakuka  diskriminasi kepada anak-anaknya yang berbeda ibu. Guru PAUD Israel sebagian besar profesor, bahkan 1/3 dari penduduknya profesor.

Kecerdasan intelektual dan emosi dibangun melalui komunikasi anak dan orang tua..Jika seorang anak tidak diajak untuk memutuskan perkara di rumahnya tumbuh kembangnya terhambat. Kecerdasan emosi diperoleh dg kebebasan berpendapat. Semakin sering anak bertanya semakin cerdas. Kairan erat antara kecerdasan intelektual dan emosinya.

UU No 23/2002 dan UU 24/2012 nelum.nerpihak kepada anak. Keluarga yang lapor kelahiran anaknya saja yang dicatat Negara.

Wali Negara di jazirah Arab wajib mencatat kelahiran dan kematian kabilah-kabilahnya. Sudahkan pemda kita seperti Thailand pencatatan sipil kepala desa diberhentikan jika tidak mencatat kelahiran anak dalam 3 hari jika lajir di dukun beranak.

Petugas negara di Thailand yg sibuk mencatat kelahiran anak.  Disini pemerintah bahkan memerintahkan pembuatan KIA. Kabilah di Arab mencatat bayi yang  lahir dan mati. Islam menghormati nasab, hubungan darah, ini belum diakomodir dalam hak hidup anak-anak kita.

Data capil seharusnya dialirkan ke pendidikan, kesehatan, sosial,  dst agar target pembangunan anak jelas. Tidak perlu urus KIS atau KIP.  Thailand justru yang meniru cara Islam. Indonesia entah meniru cara siapa.

Pemkot/Pemkab harus cari terobosan.

Perpustakaan gratis dan lengkap di Jatim tersedia. Jabar paling butut bahkan dibanding Sumbar. Perpustakaan di sana  bagus. Adakah gambar yang tidak layak di perpustakaan? Anak harus mendapatkan informasi yang  layak. Jika tidak akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.

Semakin banyak panti asuhan nilainya makin rendah diiringi dengan tempat konsultasi anak dan keluarga. Panti asuhan buatan Belanda pada tahun 1851. Indonesia tidak mengenal panti asuhan. Portugis menjajah Afrika, Spanyol di Amerika Latin, Inggris di negara-negara commonwealth.

Bagaimana dengan pesantren?
Tujuannya untuk mencari ilmu, sebaiknya pesantre setelah aqil baligh, anak butuh ayah ibu secara lengkap.

Bagaimana dengan fullday school?
Sekolah yang fullday memberikan kerugian pada jiwa anak. PAUD yg ajarkan hafalan sama dengan fulday school. Jiwa anak dikembangkan lewat imajinasi. Kecerdasan intelektual bagus tapi anak rugi karena KLA minta waktu luang, rekreasi anak, budaya harus ada untuk membantu kecerdasan emosi

Kecerdasan emosi di keluarga dipengaruhi oleh :
1. Menghargai pendapat anak
2. Kasih sayang
3. Waktu luang, rekreasi, dan budaya

Yang terbaik tersedia di rumah, rekreasi, bercengkrama dg keluarga di rumah.
Pada usia sd 8 tahun harus gembira.

Sebelum berangkat hembira bersama sesudah sholat subuh atau debelum tidur tanpa TV dan HP.

Komisi penyiaran jika ada tayangan TV yg kurang baik untuk anak tapi kenyataannya yang protes hanya sedikit. Adanya aduan dan yang kami pantau beda sekali

Pasal 17 tidak boleh ada tayangan kekerasan dan pacaran sebelum jam 21. Setelah jam 21 orang tua harus bertanggung jawab. Informasi yang layak dijelaskan dalam indikator KLA.

Jumlah anak yang meninggal sedikit di usia dini. Semakin sedikit yang putus sekolah semakin baik. Kepeduluan keluarga lemah. Seharusnya dinas sosial memberi peran penyuluhan. Banyak yang jeblok nilai dinsos dan nakernya

Bagaimana demhan pola makan terhadap kesehatan anak. Peran puskesmas jeblok ketika makin banyak makanan dan minuman instan dikonsumsi anak.  Tempat konsultasi keluarga seharusnya gratis sampai ke tingkat desa dan kecamatan bagi yang tidak mampu.

Pasal 6 KHA Hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan sepenuhnya tanggung jawab orang tua. Sebagian besar orang tua mampu mengasuh dan melindungi Pasal 5.  Sebagian kecil orang tua gagal memenuhi hal ini dan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menyediakan tempat konseling gratis. Tantangan Pasal 18.

Anak rentan narkoba, melanggar hukum, eksploitasi seksual, diperdagangkan, anak jalanan. Bukan pasti.

Tanggung jawab tokoh agama dalam penyuluhan. Ketika sebuah negara mengesahkan KHA, rakyat tidak terikat. Ketika Iran mengesahkan Cedaw, yang terikat adalah Negara. HAM kewajiban Negara bukan rakyat.

Ketika berdiri madinah Muhammad Rasulullah melindungi Kaum Muslimin, Nasrani, Yahudi. HAM jd tanggung jawab Negara. Magna Charta oleh Raja Jhon 1215. Lima ratus tahun kemudian. 700 tahun kemudian jd DUHAM 1948.

Lalu bagaimana masyarakat?tanggung jawab partisipasi atau peran serta masyarakat. Boleh. Kewajiban tetap berada di negara. Non diskriminasi. Hak ekonominya dilindungi Rasulullah.

Gender dan Hak Anak terkait aborsi saling bertentangan.

Anak yang gagal diasuh orang tua menjadi tanggung jawab negara. Mengapa? karena mahabbah kasih sayangnya hilang. Jutek murukusunu tidak peduli anak berpendapat. Boleh jadi intelektualnya bagus tapi kecerdasan qalbunya rendah. Ini hanya diperoleh dengan kasih sayang. Masuk ke dalam perlindungan khusus. Makin sering dinentak makin gagal jiwanya.

Sahabat: Wahai amirul mukminin anakku membentak tidak hormat pada ayahnya
Khalifah: bolehkah aku ketemu dengan anakmu
Khalifah: Nak, bagaimana cara ayahmu memperlakukan dirimu? Pernahkah kamu dibentak? Merasa dipermalukan di depan orang lain?

Ketika saya sopan pada anak saya, saya sedang mengajarkan sopan kepada anak saya.

Children see Children do.

Kekerasan awal mula kegagalan pendidikan anak. Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan jarus bisa bangkit. Jika tidak, indikator KLA runtuh.

Jibril merangkul Muhammad bin Abdullah ketika ia tidak bisa mengulang Iqro. Indikator KLA jadi penting perlindungan khusus tersebut.

Sebulan 4 kali merasa diperlakukan tidak baik. Jika berlangsung 10 tahun berturut2, maka anak akan mudah menyalahkan.

Perlindungan anak tidak boleh gagal di keluarga dan pendidikan keluarga. Sekolah favorit sangat bagus mencerdaskan intelektual tapi gagal mencerdaskan emosi.

Anak akan masuk ke dalam perlindungan khusus.

1.900 kasus 100% dari keluarga yg tidak harmonis. Tampaknya harmonis tapi tidak

Bagaimana karakter dengan bangsa. Ekstrim Imam Samudra, teroris.

Chaidir kab Karawang

Retorikanya sangat menarik, apa yang diharapkan, semuanya salah, padahal meyakini jika seseorang menghafal anak fikti dan zikri, kenapa melenceng,mungkin karena kasih sayang orang tua.

Sisi lain dr KHA dikaitkan dg kebijakan siapa yg bertanggung jawab jika anak nakal?

Iqbal dari LAHA

Salah satu komponen KLA adl SRA, sebulan yl wawancara diketahui ternyata bisa jadi salah satu kegagalan KLA di SRA kurangnya pengembangan kapasitas pendidik dan nondik.

SRA mantan guru, inti permasalahannya. KLA bisa sukses yg perlu disadarkan adalah individu2 pendidik. Pertama keluarga juga tetangga sekitar membudayakan. Filosofi yang tadi diceritakan. Ternyata yg mempengaruhi  hak pendidikan anak bukan hanya di sekolah.

Kecerdasan emosinya tidak bagus
Amr bin Yasir disiksa bersama istrinya. Rasulullah tidak menjadi ekstrim. Hari ini orang yg berbeda pendapat

Kesetimbangan zikir dan fikir. Sayyidina Umar dan Malaikat Jibril dengan penuh kasih sayang. 1976- 2005 ketika Gaza digempur Israel resiliensinya tinggi. Tak terkalahkan, orang Gaza memiliki kecerdasan intelektual dan emosional.

SRA sesuatu yang sedang dibangun, masih banyak kelemahan. Dua hal keberhasilan SBY adalah sistem pendidikan dan kesehatan. Pondasinya sangat bagus. BPJS akan bagus pd tahun 2015 digunakan istilah KIS melanjutkan untuk menjadi bagus. 2018 jaminan tentang HAM Pendidikan dan

Lingkungan sosial berpengaruh, jika anak kita sayangkan selalu mencari kambing hitam. Menyebabkan dia mudah terpengaruh lingkungan yang lebih besar. Dampak dari gagalnya di keluarga inti. Jika bagus tidak mudah untuk melakukan perbuatan.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s