Menyiapkan Gerakan Sekolah Ramah Anak, Aman, dan Inklusif (SeRAI) bersama Ditbinapklk Dikdasmen di Surakarta

Hujan deras menyambut kedatangan Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bu Elvi) dan saya setibanya di bandara Adi Sumarno Solo. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdasmen memberi kesempatan kepada saya untuk mengundang perwakilan Forum Sekolah Ramah Anak Nasional menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Pengembangan Ekstrakurikuler PKLK pada tanggal 24-26 Februari 2016.

“Urang milari heula wedang uwuh, Bu Yanti, “kata Bu Elvi saat memesan taksi di bandara. Kami tiba beberapa jam sebelum acara dibuka. Sopir taksi membawa kami berdua ke cafe di dekat jalan Slamet Riyadi. Tak lama kemudian kami menikmati minuman beras kencur panas dan pisang keju. Obrolan Pendidikan Ramah Anak di antara kami pun makin meluas menjangkau pengembangan ruang kreativitas anak yang sedang dipersiapkan Bu Elvi.

Simpul Gerakan

image

Alhamdulillah, saya makin yakin untuk memilih fokus mengawal Gerakan Sekolah Ramah Anak mulai dari Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK). Direktur Pembinaan PKLK Dikdasmen, Bu Rena mengenalkan saya sebagai wakil dari Lembaga Masyarakat yang peduli pendidikan yang memiliki kemitraan khas dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Sambutan Bu Rena dalam pembukaan Bimtek diperkuat oleh Bu Elvi dalam paparannya.

Bu Elvi memulai paparannya dengan mempresentasikan Film animasi yang dibuat Kempppa untuk sosialisasi sekolah ramah anak. Beberapa kali beliau menekan bahwa Sekolah Ramah Anak bukan hal baru tapi berupaya menciptakan kondisi yang baru di sekolah yang membuat anak-anak kita tumbuh kembang dengan baik di sekolah yang menyenangkan.

image

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 saat moderator mempersilakan saya untuk melanjutkan pembekalan oleh Bu Elvi. Saya menggunakan metode yang sama dengan menyajikan dokumentasi Kick Andi saat mengundang Tim Jamban Bersih Sehat Jujur (BSJ)yang dipimpin ananda Ria Putri Primadanty berbagi inspirasi. Kegiatan peraih young change maker Ashoka ini sengaja ditunjukkan untuk melihat hasil akhir sementara dari pengembangan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja yang dibina Bu Nia Kurniati, teacher change maker Ashoka yang juga pengawas KerLiP.

image

Rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada peserta bimtek yang terdiri dari Kepala SLB dan Kabid PKLK Dinas Pendidikan dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Saya mengajak audiens untuk menerapkan begin with the end of mind-nya Stephen Covey. Beberapa praktik baik yang dikembangkan sahabat-sahabat KerLiP di SLB saya sajikan untuk melengkapi paparan saya yang berjudul, “Kawal Sekolah yang Lebih Aman dengan Bersinar.”

Selesai presentasi pada malam pertama di Solo, saya mendapatkan masukan kritis dari Dr. Sowiyah, akademisi dari Unila. Saya mencatat perlengkapan blended learning yang disarankan Ibu hebat ini untuk memperbaiki presentasi kami di waktu yad, antara lain:
1. LCD kecil 7,5 juta
2. Speaker di bandara 2 juta
3. Pointer plus batere cadangan
4. Handycam kecil 3,5 juta
5. Laptop

Saya mengajak peserta untuk mengisi icebreaking pagi dengan lagu dan gerak simulasi evakuasi dari gempa.

image

Kami bersama-sama mempraktikkannya dipimpin Bu Sowiyah, akademisi dari Lampung yang peduli pendidikan.
Kalau ada gempa lindungi kepala
Kalau ada gempa jauhilah kaca
Kalau ada gempa bersiaplah antri
Berbaris keluar kumpul di lapangan

Ibu cantik ini juga mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak fakir miskin dan SLB di tanah miliknya. Kepedulian beliau terhadap pendidikan membuat saya bergegas mengajak Bu Sowiyah menggiatkan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar.

Eh, ada sms masuk. Ternyata dari Pak Muttaqin Kepala SLB Aceh Tamiang.

Lagu Siaga bencana Banjir gubahan lagu pelangi urun rembuk Ibu. Jika terjadi Banjir jangan telat nyingkir. Ke tempat yang tinggi dari air Banjir. Selamatkan dukumen serta surat penting. Berkumpul keluarga jangan mondar mandir

Siaga Kebakaran juga lagu pelangi. Jika ada kebakaran jangan kita panik. Ambil kain tebal celup dalam air. Tutup sumber api dengan hati2. Lindungi diri dari jilatan Api.

Selain Pak Joni dari Sumatera Barat,saya selalu bertemu dengan Bapak hebat ini dalam setiap.kesempatan koordinasi denfan PKLK.

image

Pak Abas, kepala SLBN Pembuna NTB mengingatkan saya krpada Pak Yusef. Saya benar-benar terhenyak mendengar kabar Pak Yusef sudah wafat setelah pindah ke Klaten. Semoga almarhum diterima di tempat yang indah dan damai di sisi Allah swt. Saya mengajak Pak Abas untuk memimpin peserta mempraktikkan tepuk hak anak:

Hak Hidup
Tumbuh Kembang
Perlindungan
Partisipasi
image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s