SMPN 35 Bandung Sekolah Keren yang Bersinar Menyenangkan

Untuk yang ke sekian kalinya saya terpukau dengan model partisipasi orang tua/keluarga di sekolah tempat ananda Allisa belajar. Dua tahun yang lalu rasanya berat sekali mengikuti keinginan ananda memilih masuk ke sekolah tersebut padahal sudah memenuhi syarat untuk masuk ke almamater kakaknya dan saya. Alasannya sangat sederhana, ingin jalan kaki bersama teman-teman bermainnya di Sekolah Dasar.

Alhamdulillah, pilihan tersebut sangat mendukung keseharian Ananda memanfaatkan waktu luang dan kegiatan budaya bersama teman-teman sebaya. Beberapa lompatan belajar dalam tumbuh kembang putri kecil kami sangat membanggakan.

Lompatan Belajar

Saya membaca proposal yang diajukan ananda bersama teman-temannya  dengan penuh rasa haru dan bangga. Sungguh menakjubkan, menyaksikan putri kecil kami yang pendiam dan rajin menyimak dengan senyuman manisnya ternyata berani mengajukan program ekstrakurikuler baru, yakni jurnalistik. Lebih membanggakan lagi ketika ananda menjelaskan bahwa inisiatif tersebut digagas bersama sahabat-sahabatnya dalam beberapa pertemuan di rumah dan mendapat sambutan antusias dari guru dan kepala sekolah. “Icha dan teman-teman bolak-balik lebih dari 10 kali untuk memperbaiki proposalnya, Bu, “kata Allisa beberapa waktu yang lalu. Ananda juga sudah menghubungi fasilitator mading sekolah yang direkomendasikan Bu Sari, sahabat KerLiP di Bandung, setelah konsultasi dengan guru pembimbing di sekolah.

Peristiwa berikutnya lebih memukau lagi. Kepala sekolah SMPN 35 Bandung, Pak Asep mengundang saya dan orang tua Novi untuk membahas persiapan  putri kami yang masuk dalam final Olimpiade English di kota Malang. Sekolah ananda benar-benar berubah. Penanda-penanda sekolah sehat dan adiwiyata terlihat di setiap.sudut. “Kami baru saja tiba dini hari tadi setelah menerima penghargaan sekollah adiwiyata di Jakarta, “penjelasan Bapak Kepala Sekolah menambah kegembiraan saya. Kami berembug untuk mendukung hasrat ananda meraih prestasi di olimpiade tingkat nasional. Alhamdulillah Ananda menjadi juara ketiga dalam olimpiade tersebut.

Pendidikan Keluarga yang Efektif

Peristiwa kemarin membuat saya makin yakin dengan lompatan belajar ananda di bawah bimbingan guru dan kepala sekolah di SMPN 35. “Ibu isi lembaran ini dan ini ya, “kata Allisa sambil menyodorkan buku Hebat di hadapanku. Aku baru saja tiba dari Jakarta. “Seharusnya ini diisi dua hari yang lalu. Banyak orang tua yang keberatan ada pelajaran tentang pacaran, “imbuhnya lagi. Aku membuka buku Hebat lembar demi lembar. Alhamdulillah pendidikan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 35 sudah dilaksanakan dengan baik oleh guru BK. “Icha senang membaca buku ini? “Tanyaku. “Wah ini buku favorit Adek. Isinya menarik. Tulisannya tidak banyak dan disajikan dengan gambar-gambar menarik. Pengetahuan penting tentang tubuh kita dan cara merawatnya serta hal-hal yang harus dihindari agar kita tumbuh kembang dengan baik, “jawab Icha di sela-sela kesibukannya mengerjakan pekerjaan rumah yang lain.

“Bu, apakah keluarga kita sudah demokratis?” Tanya Icha tiba-tiba. “Menurut Icha, apakah ibu dan bapak menanyakan pendapat dan keinginan Icha saat memilih SMP dan warna cat dinding rumah?” Saya balik bertanya kepada ananda. “Oh iya ya. Keluarga kita sangat demokratis!” Serunya tertahan.

Praktik-praktik baik ini saya sampaikan dalam diskusi terbatas di Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga pada hari Jum’at, tanggal 19 Februari 2016. Ada 3 pertanyaan yang harus saya jawab dalam lembar yang dapat digunting dalam buku Hebat yang disusun guru-guru BK dengan melibatkan perwakilan anak. “Sosok anak perempuan di buku itu kakak kelas Adek, Bu!” Seruan bangga Icha membuatku ikut gembira. Pertanyaan pertama tentang pendapat orang tua mengenai pembelajaran yang disajikan dalam buku Hebat. Saya baca isinya tentang tanda-tanda tumbuh kembang anak perempuan dan laki-laki. Ada beberapa tips praktis untuk mendukung pacaran sehat dan aman. Sebagian besar tentang merawat tubuh serta perasaan aneh yang menandai perubahan menjadi dewasa muda. Menarik. Lalu ada baris khusus untuk saran perbaikan. Orang tua juga diminta untuk membuat surat bagi ananda setelah menerima kabar bahwa ananda yang perempuan  mengalami menstruasi/mimpi basah bagi anak laki-laki.

Menurut saya pendidikan keluarga yang dilaksanakan guru BK di SMPN 35 ini sangat sederhana, menarik, mudah, dan menggugah kesadaran kritis keluarga dalam meningkatkan pengasuhan yang efektif sesuai dengan nilai-nilai khas yang dianut keluarga. Kesempatan untuk mengajukan ekstrakurikuler baru dan kegembiraan ananda mengikuti PMR serta beragam olimpiade atas nama sekolah juga melaksanakan Youth Evacuation Simulation for Safer School Innitiatives (YESSI) bersama adik-adik kelasnya menunjukkan SMPN 35 dalam asuhan Pak Asep sebagai kepala sekolah didukung guru-guru yang ramah anak sudah menjadi Taman Siswa yang menyenangkan.

Foto rute penyelamatan diri hasil YESSI ananda dengan adik-adik kelasnya yang mengikuti PMR.

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s