Muatan Advokasi SRA ke dalam Sistem Pendidikan Nasional

Deputi Tumbuh Kembang Anak, Ibu Leny memulai upaya advokasi SRA 2016 dalam pertemuan dengan Dirjen Dikdasmen kemarin pagi. Ada beberapa hal penting yang perlu disampaikan langsung untuk menjalin Simphoni bangsa lebih kuat. Sinergi anatara masyarakat dan pemerintah untuk harmoni bangsa dilaksanakan bersama sahabat-sahabat Keluarga Peduli Pendidikan dengen mengusung Gerakan Sekolah Ramah Anak.

1.  Apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan Bu Leny atas gerak cepat Pak Hamid dalam mengawal Sekolah Karakter dan Anti Kekerasan sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Apapun istilahnya upaya pemenuhan hak dan pwrlindungan anak di sekolah menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah khususnya Kemendikbud.

2.  Larangan atau pembatasan penggunaan HP muncul setelah ratas kabinet minggu lalu. Bu Menteri secara khusus membicarakan hal ini dengan Bapak Presiden. Saat ini sudah banyak sekolah yang menetapkan HP  anak-anak dititipkan  kepada guruselama berada di sekolah

3. Gerakan SRA yang sedang berproses, melalui dinas pendidikan di berbagai kota/kabupaten menunjukkan perubahan di tingkat mikro. Kempppa sudah menggali persepsi anak terkait perubahan positif yang terjadi setelah SRA diterapkan. Kami menggali informasi: adakah perubahan, guru tidak melakukan kekerasan. Apa yang konkrit dilakukan pihak sekolah.

Bu Elvy Asdep Pemenuhan Hak  Anak atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya menambahkan bahwa saat ini sudah ada 453 sekolah yang membuat komitmen tertulis dan menerapkan SRA dalam berbagai kategori. Lebih dari 12.000 sekolah  dilaporkan sudah mulai menginisiasi SRA terutama di 287 Kab/Kota Layak Anak. KemPPA sudah mengolah 150 kuesioner yang diisi oleh  peserta didik di sekolah yang sudah menyatakan SRA.  Khusus untuk kekerasan tercatat 1 anak menyatakan bahwa ada guru yang membentak dan memelototi. Hanya 2 anak yang mengaku melakukan bullying. Sekolah yang sudah menerapkan SRA ternyata sepenuhnya bersih dari Corporal punishment from teacher yang dilarang keras dalam konvensi Hak Anak. Lingkungan sekolah pun jadi hijau dan nyaman untuk pembelajaran.

Semakin banyak daerah yang ingin sekolahnya menjadi SRA dan menunggu peraturan presiden yang sudah diusulkan Dirjen Dikdasmen.  Juknis dan modul untuk guru yang diintegrasikan  ke dalam Pelatihan Guru sesuai arahan Pak Dirjen sudah siap untuk diintegrasikan. Bu Elvy menyampaikan buku modul tersebut dalam pertemuan pagi itu

Khusus untuk Boarding school/pesantren/sekolah berasrama lainnya, Bu Leny menyapmapakikanj masih perlu kajian terkait efek pengasuhan dan perlindungan anak

Pak Hamid menyambut gembira fakta-fakta yang disampaikan Bu Leny dan Bu Elvy. Beliau menyampaikan, bahwa draft Perpres Gerakan SRA sudah dikirim ke Mendikbud dan sedang difinalisasi. Mendikbud minta dipadukan konsep SRA dengan Permendikbud 82/2015. Rapat finalisasi draft perpres dilaksanakan biro hukum akan segera naik ke Menko PMK.

Terkait penggunaan HP selama pembelajaran di sekolah, Mendikbud sudah menyampaikan akan diatur tersendiri. Saat ini sebanyak 35 SD 15 SMP. di kota Bandung menjadi piloting kelas digital. Anak-anak menggunakan gadget karena materi pembelajaran dan tes disiapkan secara digital. Mereka terhubung dengan  seluruh sekolah di ASEAN. Soal-soal yang disajikan sudah berbahasa Inggris. Sekali lagi Pak Hamid menyampaikan, bahwa Kemendikbud akan mengatur  penggunaannya.

Surat edaran bersama sesuai arahan presiden Jokowi mengenai larangan atau pembatasan atau pengaturan penggunaan HP akan disusun Kempppa bersama Kemendikbud dst. Pak Hamid mengusulkan peraturan penggunaan HP dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan HP dalam pembelajaran digital learning sangat diperlukan.

Rencananya hasil monev SRA akan terintegrasi ke dalam sistem monitoring di LPMP.  Optimalisasi peran pengawas melalui pelaporan online akan menjangkau 213 ribu sekolah di bawah naungan Kemendikbud. Sinergi dengan kemenag dan K/L lainnya serta pemerintah daerah sangat diperlukan. Bu Deputi dan Pak Dirjen juga membicarakan rencana konsolidasi dengan Kementerian Keuangan dan Kemendagri terkait percepatan penerbitan juknis DAK Pendidikan untuk membantu perbaikan layanan pemenuhan hak atas pendidikan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut saya sampaikan bahwa Pak Een, Kepala pengawas Kota Bandung bersama Pak Asep Pengawas Bandung Selatan sudah mengundang saya untuk memfasilitasi pengintegrasian Gerakan Sekolah Aman, Sehat, Inklusif, Ramah Anak, dan Menyenangkan ke dalam RKAS menjelang penerimaan BOS SMP tahun 2016. Forum SRA di Kota Bandung juga sudah kami rintis bersama SMAN 15, SMPN 11, dan SDN Merdeka. SMPN 35, SLBN Cicendo, SLBN Pajajaran, TK-SD Marhas, SLBN Citeurep, SLB Kasih Ibu, SMP Semesta Hati, SMK Nurul Imam memperluas forum ini ke tingkat provinsi dalam rintisan Sekretariat Bersama Pemenuhan Hak Pendidikan Anak pada Hari Ibu 2015. Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar yang didukung Pemerintah melalui Subdit Peserta Didik PPKLK Dikdasmen memungkinkan perluasan Youth Evacuation Simulation for Safer School Innitiatives (YESSI) 2016. Kami sedang menyiapkan Sekretariat Bersama di tingkat nasional dalam perluasan kemitraan di Direktorat PPKLK DIkdasmen dengan Forum SRA Nasional yang digagas Bu Elvy dan didukung Bappenas serta 12 K/L lainnya.

Segera setelah pertemuan tersebut saya menghubungi stafsus Mendikbud untuk memperkuat upaya advokasi SRA dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak  dan pemenuhan hak-hak anak di sekolah.

[18/02 10:11] yanti kerlip: Assalamu’alaikum wr wb Mas Hikmat

[18/02 10:18] yanti kerlip: Mas Hikmat titip ya terkait harmonisasi permenegpppa ttg SRA dengan permendikbud ttg pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak dalam draft perpres yang diusulkan melalui Menko PMK. Mungkin ada 1 pasal yang menyebutkan SRA atau Sekolah Aman Sehat, Ramah Anak, Inklusif dan Menyenangkan.

[18/02 11:16] Hikmat Hardono: Hai Mbak
[18/02 11:17] Hikmat Hardono: Siap

[19/02 07:06] yanti kerlip: Bu Leny Deputi Tumbuh Kembang Anak masih perlu bertemu langsung dg Mas Hikmat

[19/02 07:35] Hikmat Hardono: Agendanya apa ya Mbak?

[19/02 07:38] yanti kerlip: Masih terkait harmonisasi permenegpppa ttg SRA dengan permendikbud ttg pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak dalam draft perpres yang diusulkan melalui Menko PMK.

Mungkin ada 1 pasal yang menyebutkan SRA atau Sekolah Aman Sehat, Ramah Anak, Inklusif dan Mentenangkan.

Terkait Stranas Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan RAN Perlindungan Anak

Pembatasan penggunaan HP

[19/02 08:28] Hikmat Hardono: Mbake, mohon maaf. Ternyata hari ini ada rapat soal roadmap guru dn soal tata kelola keuangan. Jd tampaknya hrs kegeser minggu depan

[19/02 08:54] yanti kerlip: Baik Mas Hikmat, tanggal 26 sore ya

Alhamdulillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s