Harmonisasi Sekolah Ramah Anak dengan PKTA

Bappenas menggelar Lokakarya dan
Diseminasi dan Lokakarya Rencana Aksi Perlindungan Anak (RANPA) dan Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) di Hotel Santika Premiere Jakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Martha utusan PBB, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Perlindungan Anak dan Bappenas.  Utusan PBB mengapresiasi komitmen Pemerintah Indonesia dalam Penghapusan kekerasan terhadap anak.

image

Saya dan kawan-kawan dari Lembaga Masyarakat merumuskan aksi-aksi untuk membumikan 6 area intervensi dalam stategi nasional PKTA berikut;

image

image

Pemetaan praktik baik khususnya di 287 kota/kabupaten yang sudah menerapkan KLA dalam berbagai tingkatan sejak 10 tahun terakhir yang kami usulkan akan segera dilaksanakan seiring dengan inisiatif pembentukan kaukus parlemen untuk perlindungan dan tumbuh kembang anak. Secata paralel, Perkumpula  KerLiP menkadi mediator aktif dalam upaya harmonisasi permeneg pppa tentang kebijakan sekolah ramah anak dengan permendikbud no 82/2015 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah.

Saya beruntung  telah mendapat kepercayaan dari Mensos RI untuk merumuskan rekomendasi bersama anggotq Tim Pokja TPPO dan KTPA di bawah naungan Direktorat Rehabilitasi Sosial. Saya segera menyampaikan beberapa point penting terkait mekanisme pengaduan dan rujukan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah kepada Pak Edy, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak yang hadir dalam kegiatan Bappenas.

SRA sebagai Bentuk PKTA

Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya menyampaikan keinginan Ibu Deputi untuk bertemu kembali dengan Dirjen Dikdasmen. Zamzam langsung menghubungi Pak Hamid yang bersedia ditemui hari Kamis pagi. Obrolan Pendidikan Ramah Anak pun mengalir di antara kedua eselom 1 tersebut. Keduanya bersepakat untuk melakukan konsolidasi dengan kementerian keuangan untuk mempercepat penyaluran DAK Pendidikan dalam upata meningkatkan mutu layanan pendidikan.

image

Ibu Lenny, Deputi Tumbuh Kembang Anak menyampaikan apresiasi terhadap Mendikbud dengan diterbitkannya Permendikbud no 23/2015 tentang prnanaman budi pekerti dan Permendikbud 82/2014. Harmonisasi SRA pun kembali digiatkan dengan membahas beberapa poin penting. Silakan simak di catatan berikutnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s