Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Makin Dibutuhkan

“Asumsi kita jumlah ABK sebanyak 1,5 juta. 160-170 ribu sudah menikmati bermain dan belajar di SLB dan Sekolah Inklusif, baru 11%, “kata Dirjen Dikdasmen dalam pembukaan Rakor Pembinaan PKLK Dikdasmen. Saya dan Aas diminta menemani Zamzam untuk memfasilitasi rakor menggantikan fasilitator yang berhalangan hadir. Kehormatan bagi kami bertiga mewakili Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan untuk mengemas agenda prioritas yang disusun oleh 33 Ketua LPMP dan Kabid PKLK dari seluruh Dinas Pendidikan Provinsi.

Sejak memutuskan beralih ke Cipete menemani Bu Lilik, Bu Rikka, dan Bu Rinj di PKLK Dikmen kemudian intens berdiskusi dengan Bu Rena sebagai Direktur Pembinaan PKLK Dikdasmen, berbagai penanda yang kami inisiasi bersama sahabat-sahabat KerLiP mendapat kesempatan untuk diperluas. Pemenuhan hak pendidikan anak di Indonesia secara umum sudah dapat diakses dan dijangkau oleh anak-anak Indonesia. Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus mulai mendapat perhatian serius sejak jargon Negara hadir bagi mereka yang terpinggirkan berkumandang setelah Presiden Jokowi terpilih karena blusukannya yang memikat.

Saya sangat beruntung menjadi bagian dalam proses perencanaan dan penetapan rumusan pendidikan sebagai gerakan semesta dibantu Zamzam. Gerakan Sekolah Ramah Anak yang diusung keluarga peduli pendidikan dengan kekhasannya merajut praktik-praktik baik gayung bersambut dengan kegembiraan menemukan dan mengenali penanda-penanda baru.

Merajut Praktik Baik untuk Inovasi Sosial

Inisiatif Dirjen Dikdasmen yang mengusulkan draft Perpres Gerakan Sekolah Ramah Anak nampaknya diawali Mendikbud dengan menerbitkan Permendikbud tentang penanaman budi pekerti serta pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak di sekolah. Gerakan literasi 15 menit pun membahana di seluruh pelosok Nusantara.

Kini penanaman budi pekerti menjadi prioritas program. Saya menyambut antusias dengan membungkus Zero Waste Event-nya Arlian, Jamban Bersih, Sehat, dan Jujur nya Ria, book of me Bu Nia, Anugerah KILAUNusantara, Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar, komunitas literasi sejarah ekologi, sosial, budaya masyarakat adat terpencil bersama sekolah inklusif menjadi bagian dari inisiasi penanaman budi pekerti. Fokus kegiatan Perkumpulan KerLiP pun diarahkan untuk memperkuat komitmen pemerintah menjangkau ABK dan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus menukmati hak atas pendidikan inklusif, aman, dam ramah anak.

Pak Praptono, Kasubdit Program dan Evaluasi mengemas 8 agenda prioritas PKLK hasil rakor yang dilaksanakan tanggal 1-4 Februari di Bekasi ini. Ia langsung meminta saya bergegas mendampingi penyusunan panduan dan modul Bimtek Pendidikan Kebencanaan untuk LPMP dan Disdikprov. Dukungan Bu Ning dalam pemodelan sister school antara SLB dan Sekolah Inklusif sangat bermakna. Kami bergegas menggiatkan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersih, Sehat, Hijau, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak (KerLiP Bersinar) di Jawa Barat. Anugerah KILAUNusantara untuk keluarga-keluarga idaman yang melahirkan anak-anak unik juga muncul dalam rekomendasi hasil rakor yang dipresentasikan Pak Praptono.

Alhamdulillah.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s