Pembelajaran dari Sekolah Aman

Menjaga hubungan baik  dengan berbagai pihak menjadi modal dasar dalam kampanye dan advokasi. Perasaan kikuk yang tiba-tiba menyergap saat mengunjungi sahabat-sahabat lama mulai berkurang setelah menerima sambutan hangat dari para senior citizenship.

Pengalaman berharga ini memaksaku berubah, apalagi masuk ke lingkungan baru tempat tinggal para dosen yang terhormat. Beberapa hari ini kerja di rumah sambil memantau tukang bangunan memperkuat atap yang hampir rubuh di bagian depan jadi pengalaman baru. “Malah marah, Bu. Saya pindahkan ke depan ya, “ujar Pak Budi setelah menemui sopir mobil dari penghuni hotel di belakang rumah. Bunyi klakson dari mobil itu mulai memekakkan telinga. Terpaksa kuhampiri untuk meminta bersabar karena mobil dari toko material sedang menurunkan pasir dan batu bata. Astaghfirullahal azhiim

Rumah Aman dan Hijau

Penerapan sekolah aman dari bencana yang kami kawal bersama mitra K/L/D/I ternyata membawa kesadaran baru. Syukur alhamdulillah, Kang Zaka, kepala tukang pilihan adikku sangat baik dan senang belajar. Besi-besi struktur yang sudah terpasang dibuka kembali satu per satu oleh ladennya mengikuti petunjuk dalam buku rumah tahan gempa yang diterbitkan Build Change.

image

Pondasi ceker ayam yang dipasang Kang Zaka membuat Kang Beni, tetangga yang bekerja sebagai kontraktor berdecak kagum. “Ini untuk bangun berapa tingkat? Tohaga pisan, “serunya tertahan melihat pondasi yang sedang dipasang Kang Zaka.

image

Kang Zaka pun mendokumentasikan proses retrofitting bangunan rumah kami. Buku Rumah Aman Tahan Gempa dan gambar sederhana dari lampiran IMB menjadi bahan acuan perkuatan rumah kami.

Go Green House

Kegembiraan kami agak terusik. Penyedotan WC yang sudah lama mampet di toilet belakang ternyata menuntut perhatian serius. Awalnya hanya perbaikan saluran dan pembersihan septic tank. Hasil penelusuran saluran menemukan ujung saluran limbah dari depan dan belakang saling lepas. Septic tanknya pun sudah hancur.

Aku segera menghubungi Inong, sahabat lama lulusan Arsitek ITB untuk mendapatkan masukan dengan mengirimkan foto-foto dari Kang Zaka. Inong memberi saran agar aku mencari bioseptic tank. Alhamdulillah tambah lagi pengetahuanku. Hasil googling pun didiskusikan dengan Inong. Tersedia beragam bioseptic tank dengan harga yang bervariasi.

image

image

Masalahnya ternyata berlanjut. Rumah yang kami beli dari Dosen ITB ini posisinya couple dengan rumah almarhumah dosenku. Saat gali lubang untuk bioseptic tank ternyata saluran pembuangan limbah dari rumah sebelah masuk ke bawah lantai dapur kami. Subhanallah. Permasalahan berikutnya ini lebih rumit lagi karena menyangkut tetangga sebelah. Tidak selesai hanya menggesek kartu kredit untuk membeli biofil dan mencari pinjaman untuk ongkos tukang dan bahan material.baru.

Mudah-mudahan Allah memberikan jalan keluar terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s