Belajar Tanggung Jawab dari Pak Widdi

image

[15/01 18:50] Widi Semesta Hati: Di teruskan sampai bsk bu..
[15/01 18:50] yanti kerlip: Alhamdulillah
[15/01 18:50] yanti kerlip: Ada bonus ya?
[15/01 18:50] Widi Semesta Hati: Iya bu ada bonus
[15/01 18:51] yanti kerlip: Alhamdulillahirobbil alamin
[15/01 18:52] Widi Semesta Hati: Alhamdulillah respondnya baik… Teh Nur jg jd ketagihan hee..
[15/01 18:58] Widi Semesta Hati: Bu yanti untuk barang apakah bsk bisa mampir setelah dr smpn 11 karna yg dr semesta hati dan nurul imam pakai roda dua..
[15/01 19:03] Widi Semesta Hati: Bsk sepertinya selesai sore.. Siap bu.. Nanti temen2 sambil mencari kendaraan yg memungkinkan

Kabar gembira dari Pak Widdi menginspirasi saya untuk menulis judul ini dalam perjalanan pulang dari rumah Bu Nia.

Pak Widdi dan Pak Rian dari Sekolah Semesta Hati dibantu Pak Asep menyiapkan stand pameran bersama dalam Kongres Nasional Guru BK di Gedung Pos lantai 8. Kolaborasi perdana dalam Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar ini didukung beberapa penyelenggara sekolah inklusif dan ramah anak di Jawa Barat. Penawaran stand kami terima dari Pak Iriansyah, guru BK SMAN 15 Kota Bandung yang sudah memulai Sekolah Ramah Anak plus khazanah dengan dukungan BP3AKB Pemprov Jawa Barat dan Perkumpulan KerLiP serta Asdep PHPA Deputi TKA Kempppa.

Nur Afiatin, Kepala SMK Nurul Imam Kabupaten Bandung Barat dan Diva terlihat menghadap stand ketika saya dan Fitry mengunjungi stand pameran tersebut. Tulisan Sekolah Bersinar menandai stand pameran keluarga-keluarga peduli pendidikan. Pak Diyar dari Semesta Hati sedang mengobrol di depan stand bersama teman lamanya. Kami pun foto bersama.

image

Sosok Pak Widdi

Saya mulai mengenal buah pikirannya saat Pak Widdi menyampaikan hasil pengamatan selama proses mentoring sebaya di kelasnya Bu Nia. Pak Widdi adalah Kepala Sekolah Semesta Hati yang Inklusif di Kota Cimahi. Sekolah tersebut didampingi Pak Aripin, pegiat Pendidikan Anak Merdeka yang tumbuh bersama Perkumpulan KerLiP merintis SD Hikmah Teladan pada tahun 2001-2005.Kehadiran Pak Widdi dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Sekretariat Bersama Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di Dinas Pendidikan Jawa Barat juga memberi arti tersendiri. Rencana aksi Bersinar hasil diskusi kelompok Semesta Hati bersama SLBN Citeureup yang difasilitasi Pak Widdi paling lengkap. Analisa Bu Nia terhadap book of me Pak Widdi pun menjanjikan proses tumbuh bersama gerakan keluarga peduli pendidikan.

Pak Widdi merekomendasikan Bu Ninuk, psikolog Semesta Hati sebagai pendamping. Tanggung jawab Pak Widdi yang besar untuk tumbuh bersama menggiatkan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar terlihat dalam setiap tahap kegiatan. Penerimaan guru- guru Sekolah Semesta Hati saat kami mampir menyerahkan beberapa materi pengurangan risiko bencana yang inklusif dari ASB dan Kit Bersinar dan kesigapannya menggantikan Pak Diyar sebagai koordinator pameran Bersinar menjadi bukti. Pantas saja Pak Aripin wanti-wanti meminta Pak Widdi tetap fokus di Semesta Hati dan tidak terbujuk untuk sering keluar sekolah bersama KerLiP. Saya pun meneguhkan hati untuk memperkuat basis gerakan keluarga peduli pendidikan bersinar di Semesta Hati. Saya sambut gembira permintaan Pak Widdi untuk bergabung di Yayasan Semesta Hati khususnya di bidang advokasi saat ia bersama Pak Diyar menemui Bu Yuvi dan Pak Edi Gemilang Mutafannin di rumah mereka. Kehormatan bagi saya kembali bersama-sama keluarga peduli pendidikan ini menggiatkan Bersinar di Sekolah Semesta Hati.

image

Semesta Hati Siap Bersinar

Rencana aksi Sekolah Bersih dan Sehat pun sudah dilaksanakan di Semesta Hati.

image

Anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak reguler membuat materi-materi sosialisasi yang terpampang di dinding sekolah. Cara Asyik Cari Tahu titik kumpul aman dan jalur evakuasi di Sekolah Inklusif Semesta Hati memiliki kekhasan tersendiri. Menurut Pak Widdi yang juga diperkuat dengan informasi dari Bu Ninuk, anak-anak antusias mengikuti sosialisasi tentang patahan Lembang. Bukan kebetulan jika salah seorang guru Semesta Hati melaksanakan tesis terkait parahan Lembang saat kuliah di jurusan geografi.

Bu Ninuk menyampaikan bahwa kondisi anak berkebutuhan khusus di Semesta Hati ternyata mendorong anak-anak reguler untuk menemukan cara penyelamatan diri yang khas. Hal ini juga disampaikan Pak Widdi saat kami melengkapi Rencana Aksi Bersinar dalam Raker KerLiP di Jakarta. Saya sempat mengingatkan untuk membandingkan dengan prosedur penyelamatan diri di pesawat terbang. Perlu diskusi khusus mengenai prosedur penyelamatan diri ABK di sekolah inklusif dan SLB.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s