“Tetaplah Anak Inspirasiku” by Nur Afiatin

Bayangkan, saat kamu merasakan kangen dengan moment masa lalu, saat terbaik dimana kamu mampu menghasilkan banyak hal untuk diri kamu sendiri atau bahkan untuk orang di sekelilingmu. Terlepas apapun niat yang mendorong kamu melakukan semua itu. Itulah yang saat ini saya alami, yahhh kangennn moment duluu…dan salah satu dari semua itu adalah  “menulis”.

Menulis yang bukan diberi patokan ilmiah, menulis yang bukan ditunjang dengan tumpukan buku, atau menulis karena dikejar deadline tugas perkuliahan. Tetapi menulis bebas yang hanya saya saja yang memiliki kepentingan, tidak terpengaruh secara langsung oleh buku yang sedang saya baca. Melainkan tulisan hasil kontemplasi, sintesis dan analysis dari proses perjalanan kehidupan yang kemudian dikemas menjadi satu hikmah.

Tepatnya, takdir Alloh melalui silaturahmi kembali saya dengan bu Yanti Kerlip di kegiatan IHT di SMP dan SMK Parawisata IT Nurul Imam pada hari Jumat tanggal 8 Januari 2016 dan berlanjut silaturahmi ke SMPN 11 Bandung pada hari senin, tanggal 11 Januari 2016 menyaksikan 30 anak CB sedang melakukan tahapan praktek dampingan GSB BERSINAR. Terbersit banyak hal yang ingin saya tuangkan dalam sebuah tulisan tentang apa yang saya pikirkan, saksikan dan dengarkan.

Seperti biasa karena sudah lama jari ini absent dari aktifitas tulis menulis walhasil sedikit kebingungan memilih gagasan awal yang harus dituangkan kedalam tulisan ini. Meskipun secara teori tahu bahwa membuat outline tulisan terlebih dulu akan lebih mempermudah dalam  proses penulisan. Tetapi saya tidak mau melakukan itu, ingin memanjakkan jari tangan ini menuliskan apapun yang secara spontan terpikirkan untuk ditulis.

Oh ya, hal yang paling menarik dari dua moment silaturahmi di atas adalah “anak”. Meskipun secara biologis saya belum memiliki anak, namun secara fitrah perempuan dan calon ibu saya sudah diperjalankan berinteraksi intensif dengan anak dan terbangun kesadaran untuk berbagi apapun yang Alloh berikan kepada saya. Anak yang lebih sering membuat saya menangis daripada diputuskan oleh kekasih hati.. Hehehe, Anak yang menyadarkan  kalau kesabaran saya menghadapi beragam dinamika hidup masih lemah, anak yang membangun kesadaran kalau saya masih banyak ketidaktahuan, anak yang membuat saya faham untuk APA dan harus BAGAIMANA sebenarnya TUJUAN hidup says.

Oleh karena itu saat menyaksikan kepolosan, ketulusan dan kecerdasan  peserta didik disekolah yang saya pimpin dan 30 anak CB di SMP 11 Bandung. Semakin menyadarkan saya untuk terus memeriksa optimalisasi peran dan tanggungjawab sebagai guru, semakin tersadarkan kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas dan performance saya sebagai guru yang BENAR dan MULIA dihadapan Alloh. Saya tidak mau terjebak dengan beragam metode dan kreativitas mengajar atau mendampingi anak yang tidak tersambung kepada nilai-nilai Ilahiyah. Kreativitas yang tidak sama sama diikhtiarkan menjadikan kita semua tumbuh kembang bersama semakin ma’rifat kepada Alloh dan Rosulnya.

image

Takjub dengan keunikan, kecerdasan dan ketulusan dari 30 anak CB ini, dari rencana aksi yang akan dilakukan ada yang akan membuat lampu evakuasi bencana khusus untuk Tuna rungu, Ada anak perempuan yg diikat rambutnya berencana akan mengajarkan simulasi bencana di sekolah, dan ada Fina yang dengan dramatisnya yang tidak ingin pintar tetapi ingin cerdas dan baik hati. Fina pun menyampaikan sambil menangis tidak mau seperti “KORUPTOR” yang pintar dan pintar tetapi tidak punya hati. Bagian yang paling menyentuh adalah saat Fina memohon kepada guru-guru untuk mengajar menggunakan hati, jangan sampai nilai atau skor angka yang dikejar dan dipaksakan. Tetapi ajarkan kami “KEBAIKAN” tuturnya, bukannya kami tidak mau kami pumya skor 100 tetapi ada hal pain yang ada di hati ini dan guru pun tidak mengetahuinya.

Wooww…. It was incredible moment, I will not forget it and I am waiting next amazing moment. Terimakasih Banyak Alloh yang maha baik, terimakasih banyak anak-anakku, terimakasih banyak bu Yanti Kerlip, teh Fitri, Teh Aas, Bu direktris Ekasari ;), Bu Nia guru inspiratif, Akmal, Angga dari komunitas peduli bangsa, Pak Usep manajer Nurul Omam yg mengijinkan saya belajar keluar,  bu Ruri dan bu Nurul yang berkenan menghandle tugas-tugas saya di hari ini dan all crew big family Nurul Imam. Ada tanggung jawab besar hari ini dan kedepan, Mudah2an kita adalah Yang pantas dan layak untuk terus mendapat pertolongan dari Alloh dalam menjalankan semua aksi baiknya. Amiin yra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s