Pelatihan Disiplin Positif a la Dr. Susi Fitri

 

Obrolan Pendidikan Ramah Anak di Omah Cafe masih berlanjut. Saya menyimak pengalaman belajar Susi Fitri memfasilitasi pelatihan disiplin positif yang dilaksanakan Sekolah Kanaan.

Dampak Label

Waktu : 30 menit

Tujuan: Untuk memahami pentingnya menghindari label bagi siswa.

Label baik positif dan negatif, menghambat kemampuan orang, baik dewasa mau pun anak anak untuk pengalaman, mengekspresikan dan / atau mengakui manusia secara utuh. Bagi peserta menjadi dua kelompok.

Kelompok A : Beri label di dahi mereka : pintar, bodoh, lucu, jelek, nakal genius, rajin, Patuh malas. Kelompok B : Beri label ‘dewasa’ dan ‘anak’ di bahu kiri depan mereka.

Kemudian minta kelompok berbaur bersama-sama dan merespon sesuai dengan label yang mereka temui.

Setelah beberapa menit, minta orang-orang dengan label pada dahi mereka pergi ke sisi kanan ruangan jika mereka berpikir bahwa mereka memiliki label positif dan ke kiri jika mereka berpikir bahwa mereka memiliki label negatif.

Saat itu dibahas :

  1. bagaimana perasaan mereka,
  2. bagaimana orang merespon terhadap mereka
  3. apa efeknya bagi mereka

Kemudian peserta dengan label ‘dewasa’ dan label ‘anak’ diminta pergi ke anggota lain dan memberi mereka kata-kata dorongan seperti, ‘Saya menghargai Anda’, ‘apa yang akan Anda lakukan untuk membantu’ dll

Di akhir latihan, peserta diberi tahu mengenai label mereka.

Rencana pelaksanaan pelatihan di atas saya kutip dari bahan yang disusun Susi Fitri untuk Sekolah Kanaan yang ¬†dikirim Zamzam melalui email. “Kepala sekolah mengaku sampai ingin menangis menerima perlakuan aneh dari teman-temannya. Ada yang mendiamkan, bahkan menghindar saat berpapasan. Ada yang tiba-tiba mengata-ngatai. Hatinya pun jadi kecut. Padahal ini dalam sesi pelatihan lho!”kata-kata Sufit terus meluncur deras menceritakan asyiknya pelatihan disiplin positif. Saya menyimak sambil berpikir untuk menyelenggarakan pelatihan Disiplin Positif bagi guru SLB dan Sekolah Inklusi pada tanggal 28 Februari 2016 selepas simulasi serentak di SMPN 11.

Gayung bersambut

Pagi ini saya bangun kesiangan. Beberapa agenda mendesak segera saya kerjakan sambil mengomentari status teman-teman di facebook. Pesan dari Bu Nia baru terbaca jelang jam 9. Bu Nia menyampaikan obrolannya dengan Pak Widi tentang pelatihan yang difasilitasi Pak Zulfikri Anas untuk menyiapkan RPP beragam untuk kebutuhan anak-anak yang beragam juga.

Bu Nia berharap bisa mengundang Pak Zul pada kegiatan workshop yang dirangkai dengan Simulasi Evakuasi serentak di SMPN 11 pada tanggal 28 Februari 2016 yang akan menghadirkan praktik-praktik baik SLB Bersinar di SLBN Baleendah, SLBN Citeureup, dan SLB Kasih Ibu oleh Duta Anak dan Pendamping.Saya menyambut inisiatif tersebut dengan mengusulkan sesi pelatihan disiplin positif khususnya dampak labeling oleh Dr. Susi Fitri kepada guru-guru SMPN 11 Bandung dan mitra.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s