Bagian 3: MANDALA DIRI MELALUI KEINGINAN YANG BELUM TERCAPAI

Pada bagian ini merupakan bagian yang tidak terlalu berhubungan dengan program yang sedang dikembangkan (sebenarnya ini bagian yang penting dari Bersinar *red). Tetapi saya berharap, di bagian inilah saya bisa melihat sisi lain dari setiap diri anak-anak. Semoga bagian ini menjadi pengendali atau bahkan penentu saat saya sebagai guru maupun wali kelas mereka manakala mereka menemukan masalah di sekolah maupun di rumahnya.

Pada tahap ini adalah tahap anak-anak didengar dan orang dewasa mendengarkan. Kebetulan proses belajar saat itu dihadiri oleh beberapa bunda sebagai orangtua. Harapan saya, para bunda pun jadi mendengar apa yang menjadi keinginan dan harapan dari anak-anaknya.

Temuannya sebagian besar tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan mereka. Misalnya ingin membeli baju tapi dari uang sendiri maupun ingin nonton konser. Ada juga yang ingin piknik bareng tapi hanya sekelas saja. Tetapi ada juga yang ingin memberi hadiah pada ayahnya dan ingin membanggakan kedua orangtuanya. Ada juga yang ingin memberangkatkan Haji pada ayah bundanya.

Catatan pentingnya:

Pada bagian ini menurut saya dapat menggambarkan tentang pola asuh keluarga. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan penghargaan, maka pada bagian ini yang terpikir di benak anak adalah ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Seperti yang diceritakan Sahlan dan Fina. Saya pun yakin, ada lebih banyak anak yang menceritakan hal yang sama juga. Selain itu kondisi yang berbanding terbalik pun ditemukan. Karakter dan sifat egois serta mementingkan diri sendiri bisa terlihat pada cerita bagian ini. Misalnya ingin menonton konser, ingin piknik sekelas saja, ingin beli baju dsb. Harapannya, bagian tiga ini bisa jadi indikator keberhasilan saya sebagai fasilitator.

Menurut saya, harus ada pembelajaran yang sama (tentang mandala diri) tetapi dikemas dalam kegiatan yang berbeda, suasananya berbeda, dan dengan orang-orang yang berbeda pula. Jika bagian tiga ini hasilnya jadi berbeda, maka program dapat dikatakan berhasil sesuai yang diharapkan. Jika hasilnya tidak ada perubahan, maka guru sebagai fasilitator belajar harus melakukan re-design agar perubahan ke arah yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Semoga saja….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s