Persahabatan dan Pernikahan yang Sederhana

Batere HP tinggal 13% tapi hati ini sulit ditahan untuk mulai menulis bebas. Hari ini Bandung-Jakarta pp dalam 12 jam untuk hadiri pernikahan putra sulung sahabat bapaknya anak-anak. Ayahnya sesama aktivis pergerakan di kampus dan sukses menjadi pejabat di Kemkominfo. Karangan bunga dari jajaran direksi mitra-mitra Kemkominfo menunjukkan kesuksesannya. Ibunya teman kecil suamiku juga kakak angkatan jurusanku di ITB.

Pernikahan yang besar dan dipenuhi tamu undangan, kolega dari berbagai kalangan. Berkali-kali announcement panitia terdengar memanggil kelompok-kelompok eselon 1, 2, angkatan 87 di SMA, di kampus, dan banyak lagi. Aku terdiam di tengah keramaian, sesekali mendekat menyapa teman seangkatanku. Pikiranku melayang pada putri sulung kami yang masoh asyik bereksperimen untuk kemandirian finansialnya.

“Apakah aku terlalu mengikatnya dengan berjuta alasan untuk tumbuh bersama mengembangkan apa yang sudah kami mulai? Apakah putriku bahagia dengan kondisinya saat ini? Apakah aku benar ketika mengajaknya bicara dari hati ke hati untuk memilih jalan sederhana dan tawadhu saat menikah nanti? Apakah aku tidak salah menyebarkan semangat untuk mendahulukan membantu mereka yang kekurangan daripada menyiapkan pesta pernikahan megah dihadiri seluruh kolega kami yang tidak sedikit itu?

Sahabat Baru

Saat yang sama kecanggihan Android membawaku berpetualang menggali kisah-kisah inspiratif yang meneguhkan keinginanku untuk menjalani pendakian menuju husnul khotimah. Sesekali temuanku dishare ke grup keluarga kami, sahabat-sahabat myaf dan keluarga di dago juga sahabat baruku, Anne. Kami berjanji untuk saling mewasiatkan pada Al Haq dan kesabaran.

Persahabata yang unik ini baru dimulai kemarin di Kiosk’me nya Wendy. Art therapy widyatama yang dikembangkan Anne memukau hatiku. Aku makin terpikat untuk tazkiyyah bersamanya setelah kami bertukar cerita perjalanan hidup. Hari ini pesan-pesan Anne sudah kusampaikan ke Dirjen Kebudayaan dan Mendikbud. Semoga Allah menggerakkan hari mereka untuk bersama-sama mendidik anak-anak penyandang disabilitas tumbuh kembang mandiri.

Kemandirian finansial akan kami rintis dengan melibatkan suami masing-masing dan anak-anak yang sudah tumbuh dewasa. Semoga Allah meridloi tekad kami untuk.umroh bersama sebelum Ramadhan dan bertemu dengan calon investor di Belanda pada bulan suci Ramadhan nanti.

Alhamdulillah

Advertisements

Catatan Bu Ninuk: Ayo…Berkolaborasi

..Ketika teman-teman tanpa hambatan memberikan tutorial pada siswa dengan hambatan, kemampuan akademis dan sosial siswa penyandang hambatan meningkat secara tajam (Bell, 1990)…

Kelas kami warna-warni. Beragam sekali, dari tingkat kemampuan akademis, kondisi psikologis, sosial ekonomi, agama, budaya. Anak-anak istimewa dengan kebutuhan khususnya melengkapi. Seru, sudah pasti. Banyak konflik, tentu. Gaduh, iya.
Kami sebagai guru terus belajar untuk mengemas, mengorkestrasi agar harmoni.
Kolaborasi jadi pilihan kami. Anak-anak reguler dengan kemampuan akademis yg lebih baik menjadi ‘tutor’ bagi temannya. Anak-anak yang punya kemampuan lain  menyempurnakan.

Jadi saat kegiatan, membuat poster misalnya, anak yg satu menuliskan pesan, anak yang lain membuat gambar dan menghias poster. Saat memilah sampah, bersama-sama mencari tahu, mana yang organik, dan non organik. Yang sudah mengerti, coba membimbing, “hai, yang bukan  itu sampah organik..”. ” Disini sampah non organik disimpan, kan plastik, tidak bisa diolah lagi”.. .Jam olahraga menjadi waktu bagi anak-anak dengan minat yang sama untuk bermain bola dengan teman-temannya, tanpa kecuali.

Ketika belajar evakuasi,anak yang reguler memikirkan kondisi temannya yang dissabilitas. Waktu belajar, kembali guru harus bisa membuat semua siswa terlibat. Suatu waktu, pelajaran Bahasa Indonesia, kelas 8,  topiknya isu sosial. Membuat mading saja ya. Setelah prolog tentang apa itu isu sosial, anak-anak bergerak membuat mading. isu-isu sosial dituliskan anak-anak yang tidak bisa ‘bicara’ dalam konteks ide membantu menempel, memberi gambar, mewarnai…

Tantangan bagi anak-anak adalah ‘melawan’ diri sendiri, untuk tidak merasa  ‘lebih’ dari yang lain, dan belajar menghargai.

competition makes us faster. collaboration makes us better.

to be continued…

Memastikan Negara Hadir Penting dalam Pencegahan Terorisme

[27/01 19:25] Kencana: 🙂 Sobats apkh Pokja mau ke RPTC utk monitoring penanganan penampungan Gafatar yg dipulangkan dr Kalbar. Sdh Hari Ke 4. Rekan Pulih n Ecpat Sdh share krn kbtln kami brada dlm jaringan yg sama dg kami.

[27/01 19:26] Susi Muslimay: Kita rombongan PP Muslimat NU sudah ke sana Bu Ken kemarin

[27/01 21:02] Kencana: Alhmdllh mb Susi… Kasian lihatnya ya…

[28/01 05:49] Roostien NdN: Mrk cuma ingin kehidupan lebih baik..

[28/01 05:50] Roostien NdN: Pendidikan yg terbanyak smp

[28/01 05:57] Muslihah Migtant Care: Yg saya pahami gafatar ini persoalan migrasi bukan keyakinan yo mbak Roostin. Bgmn menurut kawan2 yg lain?

[28/01 06:05] Roostien NdN: Iya…mrk ya agamanya macam2..yg di omongin cm mslh pertanian…kemandirian…dan anak2 mrk ..kyk sekolah rumah.dg pengajarnya yg lulusan sma…aku yo mikir…ini yg harusnya dilakukan oleh pemerintah…

[28/01 07:05] Feby GENTaskin: Kasian sebetulnya yaa kenapa mereka buru2 dipulangkan sementara mereka di sana sdh bisa lbh mapan dibanding di Jawa.

[28/01 07:06] Feby GENTaskin: Bagaimana mereka bisa memperbaiki ekonominya tanah dan rumah aja di Jawa sini udah gak punya.

[28/01 07:37] Bu YUDA: Kalau aku (mohon maaf) berpikiran lain. Aku melihat absennya pemerintah daerah dlm memberikan pengayoman di daerahnya sendiri dan absen dlm hal keamanan sampai warganya bs gabung di kelompok yg digolingkan aliran sesat’ atau apapun namanya!!!
Kemana saja aparat pemerintah dan aparat keamana daerah? Sekarng semua kelabakan dg pertanyaan pemulangan dan pemulihan segala aspek kehidupannya.
Hanya andaikata pemda2nya gak cuman mikir “aku dapet apa dan berapa $£¥€”
Gak perlu terjadi gafatar segala. Keadilan keadilan dan keadilan

[28/01 07:42] Feby GENTaskin: Betul bu yudha tdk ada jaminan hidup sejahtera di daerah asal. satu lagi pertanyaa saya… jika memang sdh dikategorikan sesat ini gerakan kan sdh lama

[28/01 07:43] Feby GENTaskin: Kenapa br setelah ribuan orang berbondong2 migrasi baru diantisipasi jdnya yaa

[28/01 07:52] Susi Muslimat: Tentang Gafatar, kasihan, mereka bilang tidak lama lagi akan panen. Mereka merasa nyaman bergabung Gafatar karena mendapat jaminan kesejahteraan.

[28/01 07:56] Uli Rumah Faye; Saya setuju semua pemikiran diatas bahwa mereka basically harmless

[28/01 07:59] Feby GENTaskin: Balik lagi selalu ada 2 sisi yaa secara kemanusiaan kita mempertanyakan dr sisi kemanusiaan knp buru2 dipulangkan dan kenapa tdk diberikan keamanan sambil dibina di tempat. Tapi menurut para ahli pemetaan dan intelejen gerakan ini bisa meluas ke arah radikalisme. Dan anggota dibrain strom dr awal dgn issue kesejahteraan. Tapi menurut saya sebetulnya ini adalah bentuk kekecewaan krn negara tdk berhasil hadir untuk mensejahterakan rakyatnya. 😭

[28/01 08:00] Evie Sapa Indonesia: Mba febby saya setuju bgt dgn pernyataanmu

[28/01 08:00] Evie Sapa Indonesia Negara kemana

[28/01 08:01] Feby GENTaskin: Masa sampe ada pernyataan mereka mau mencari suaka dr negara lain. Krn merasa tdk diterima oleh NKRI

[28/01 08:01] Feby GENTaskin: Mau di jawa dibatasi mau di kalimantan juga diusir nah kalo sdh begini ini tg jawab siapa…

[28/01 08:03] PPKM Mbak Titi: Kalau sdh menjadi persoalan sosial seperti sekarang ibi ya… jadi urusan nya menteri sosial..

[28/01 08:04] Bu YUDA: Ya dik Titi’ hanya andaikata ….. Hanya andaikata pemda aware dan alert sejak awalnya gafatar’ kan kita gak perlu dibikin pusing termasuk kemensos yg ketiban pulung

[28/01 08:04] Muslihah Migrant Care: Saya tdk sepakat dengan prinsip kita menyesatkan suatu kelompok tertentu yg menurut kita berbeda dgn yg kita yakini dan lakukan

[28/01 08:05] Muslihah MC: Ini prinsip “setiap orang berhak untuk tinggal dan mendapatkan penghidupan yg layak”

[28/01 08:07] Muslihah MC: Menurut saya kasus2 sosial ini adalah kegagalan pr elit politik atau bangsa kita yg tak mau mendengar dan dengan sadar memahami kebutuhan dan permasalahan masyarakat yg sebenarnya

[28/01 08:07] Muslihah MC: Mrk bermain hanya pd tataran kepentingan diri dan kelompoknya

[28/01 08:09] Feby GENTaskin: Iyaaa kembali lagi supaya ada pembenaran tindakan maka dinyatakan aliran sesat

[28/01 08:34] Pokja Bu YUDA: Sepakatsss 👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Dari jaman kuno makuno bumi Nusantara digambatkan para dalang dg Gemar ripah loh jinawi’ artinya subur makmur’ hanya keserahakan para elitlahmaka negeri indah ini menjadi hancur. Juga ulah elite daerah

[28/01 08:35] yanti kerlip: Elite nya makin banyak ya Bu

[28/01 08:36] Pokja Bu YUDA: Gak cuman kenyang aja mbak Yanti’ ampek BUNCIIIT

[28/01 08:36] Muslihah MC: 👍🏼 semangat berbuat kebaikan

[28/01 08:37] yanti kerlip: Siap Muslihah..meski kita golongan “pembesar” tapi ngga jd elitis ya

[28/01 08:37] yanti kerlip: Apalagi menyengsarakan yg tertindas

[28/01 08:37] Bu YUDA: Insyallah….. Yg perlu kita perkuat adalah solidaritas dan kerjasama antara kita’ yang menyatakan dirinya Waraaas 💖🇮🇩
[28/01 08:37] yanti kerlip: Setuju Bu Yuda…solidaritas

[28/01 08:38] yanti kerlip: Tugas kemensos makin berat ya

[28/01 08:38] Bu YUDA: Pemilihan katanya yg nyesek banget sih mbak Yanti ……”menyengsarakan yg tertindas” ….. dan tergilas pula

[28/01 08:38] yanti kerlip: Iya Bu…terlalu banyak yg bermain2 di kata2 itu

[28/01 08:39] yanti kerlip: Lihat saja di NTT…banyak yg bantu tapi tetap yg plg buncit urusan termiskinnya

[28/01 08:39] Feby GENTaskin: Betuull 2…

[28/01 08:40] yanti kerlip: Tantangan buat GENTaskin ya Feb

[28/01 08:41] Feby GENTaskin: Padahal sumber daya ada sumber daya manusia banyak

[28/01 08:41] yanti kerlip: Ayo kerja… TNP2K bertemu bu Mensos ya

[28/01 08:41] Feby GENTaskin: Ayooo ayooo

[28/01 08:41] yanti kerlip: Perlu dorong anggaran langsung ke penerima manfaat utama

[28/01 08:41] yanti kerlip: Jangan sampai mampir2

[28/01 08:42] yanti kerlip: Terus didampingi

[28/01 08:42] Feby GENTaskin: Betul tuh banyak bantuan salah alamat

[28/01 08:42] Feby GENTaskin: Kalaupun benar alamatnya sdh terpotong 🙈

[28/01 08:42] yanti kerlip: Nah…kita gerakkan relawan2 utk dampingi di desa2 termiskin

[28/01 08:43] yanti kerlip: Muslimat bisa jadi pelopor GENTaskin nih
[28/01 08:43] Feby Lintang: Nah betul tuh teh…
[28/01 08:43] yanti kerlip: Gimana Susi, Mbak Titi
[28/01 08:43] Feby GENTaskin: Colek bi susi dan bu titi

[28/01 08:43] Feby GENTaskin: Bu susi

[28/01 08:44] yanti kerlip: Bentuk tim monitoring n pendamping independen utk kawal pemberantasan kemiskinan yuk

[28/01 08:44] yanti kerlip: Pakai sms gateway lebih cepat kayaknya

[28/01 08:44] yanti kerlip: 85% penduduk Indonesia gunakan HP katanya