Kajian Pengembangan Kreativitas untuk Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya

Sudah jam 8.23 dan kami masih merayap dengan kecepatan hampir 0 km/jam di gerbang Halim. Beberapa kali saya ubah nama grup seiring waktu yang berjalan cepat menuju pukul 9. Pagi ini kami memaparkan kajian pengembangan kreativitas di Ruang Rapat KPAI. Kesibukan akhir tahun membuat tim peneliti hanya komunikasi melalui email  wa, dan sms. Masih banyak bolong di sana sini.

Alhamdulillah, Susan sudah hadir lebih dulu setelah mengirimkan kajian struktur, kultur, dan budaya yang dilengkapi dengan praktik baik di Palu dan Lombok Utara. Bu Elvy dan staf masih tertahan kegiatan persiapan peringatan CRC ke-25 di kantor. Paparan pun saya buka setelah menelpon Mbak Dewi, Kabid Pendidikan.

Arti Persahabatan

Saya mengenal doktor ahli kebijakan publik ini di Hotel Cemara. Perkenalan kami berlanjut jadi pendampingan elembagaan Gerakan Siswa Bersatu di Forum Anak Desa Sindang Anom, Gunung Agung, dan Donomulyo wilayah kerja LDA/KBA mitra Childfund yang menjadi tanggung jawab Susan.

Saya mendapatkan kehormatan diperkenalkan Susan dengan Valen dan kemudian bu Ninin Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak. Saya mengajak Zamzam untuk terlibat penuh dalam penyusunan Pedoman Pendidikan Ramah Anak yang bermuara pada Kebijakan Sekolah Ramah Anak sejak tahun 2010.Persahabatan kami pun makin erat saat Zamzam dan saya melakukan piloting pasca penerbitan Perka BNPB No 4/2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana di NTB. Kini Susan mengemban amanah sebagai Direktur Litbang KerLiP dan menginvestasikan waktunya untuk mengawal Kajian Perencanaan dan Penganggaran Responsif Anak yang dikerjakan Zamzam di Bappenas serta Sekolah Ramah Anak di Kempppa.

image

Catatan Pertemuan 14 Desember 2015

1. Susan:

Komunitas Peduli Perempuan dan Anak dipimpin Neneng Corona. Dukungan dana baru dari 1 sektor, yakni BP3AKB. Taman Baca Anak Negeri, Ida icon She can, dulunya klub baca perempuan, dikembangkan menjadi wadah untuk kreativitas anak. Mereka menciptakan tetabuhan, mantera2 seperti macapat dalam bahasa Sasak dan tarian sendiri. Sekarang saling membaca tulisan masing-masing untuk dikumpulkan menjadi buku. Ketika dicek kembali bagaimana support dari pemerintah provinsi belum ada dari Kabupaten Lombok Utara. Kalaupun ada dimasukkan ke dalam kegiatan KLA.

Menerjemahkan regulasi di daerah memerlukan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas badan perencanaan dan desain untuk pengembangan kreativitas anak.

2. Zamzam

Praktik-praktik baik di Bandung, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan di Sendai Jepang selain Lombok dan Palu disusun berdasarkan 8 pertanyaan yang spesifik kami analisa untuk merumuskan rekomendasi yang diharapkan Asdep PHPA. Mengemuka harapan dukungan dalam bentuk SDM dan sarana prasarana yang menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap keberlanjutan pengembangan kreativitas anak.

3. Yanti

Tujuan kajian pengembangan kreativitas untuk menyusun rekomendasi yang diperlukan dalam penyusunan panduan bagi Asdep PHPA dan materi-materi yang perlu disediakan untuk membantu penguatan Gugus Tugas KLA kluster 4 di Kota/kabupaten.

image

Tanggapan

1. Yuyun dari Kemenag

Madrasah berbasis pesantren
Madrasah biasa 6.30-15.15 . Sebelum mulai pelajaran baca Al fatihah, beberapa event banyak juara di kompetisi-kompetisi sains. Kreativitas anak-anak di madrasah sangat diberikan peluang, selain pendidikan keagamaan juga olah raga dan seni.
Pemenang Lomba kompetisi Sains tampil di Senayan, hasil kreativitas anak
Hijab Sunsilk dari MAN 4 Jakarta.

Pesantren justru lebih banyak, bangun sholat malam, karena mondok, setelah selesai sekolah mereka berkegiatan seni dan olah raga sampai jelang sholat magrib. Malam pun santri belajar keagamaan.

SMPN 110 Jaksel ada kreativitas2 yg disampaikan oleh komite, boleh punya kantin sehat, didatangkan ahli gizi untuk mengetes makanan 1/1. Anak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler hari Sabtu. Setiap kelas diberikan 1 area kecil penghijauan kebun bertema, sisa2 tempat yang masih kosong. Misalnya menanam empon2, taman bunga di pojok lain. Tanaman diteliti oleh anak-anak dan didiskusikan. Hari jam tertentu diberi waktu untuk olah raga seni dsb.

Pertanyaannya adalah: Bagaimana menggali kemauan dari sekolah bekerjasama dg komite sekolah. Guru dg rutinitas jadi terjebak di zona aman

2. Pak Deddy Haryadi Guru SMK

Anak-anak SMK hampir tidak memiliki waktu luang karena kesibukan mereka belajar kompetensi tertentu untuk bekal bekerja. Sekolah tempat saya bekerja juga belum memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas di luar waktu belajar.

3. Bu Yosi dari Direktorat Kependudukan Perempuan dan Anak Bappenas

a. Judul dan tujuan, kajian untuk penyusunan panduan pengembangan.
Tujuan kegiatan: Kaji cepat model implementasi model-model pengembangan kreativitas. Perlu diperjelas.

b. Apakah tidak sebaiknya pada awal dilakukan pemetaan survei untuk waktu luang. Berapa jam per hari anak sekplah memiliki dan memanfaatkan waktu luang. Perlu lakukan survey kepada 50-100 anak apakah kreativitas anak terbelenggu atau sudah cukup.

c. Kreativitas yang disarankan dalam kajian ini di luar sekolah atau di dalam sekolah.

d. Siapakah sasaran kajian ini?

e. Menggunakan champion-champion yg ada di lapangan, memperbanyak yang sudah ada. Champion lokal. Apa yg diperlukan oleh komunitas2 tersebut untuk mengembangkan atauemperluas jangkauan

f. Apakah komunitas ini hanya memerlukan sebatas pengakuan atau penilaian dari Pemerintah.

g. Ada 6-7 definisi kreativitas, apa yang akan dikaji? Apakah mengambil terjemahan dari ekstrakurikuler.

h. Akan ada semacam buku, atau kumpulan model2 dari dalam dan luar sekolah. Nanti akan menjadi lampiran2. Pemerintah tidak perlu mengatur tapi lebih pengembangan.

Tanggapan dari Tim KerLiP

1. Definisi Kreativitas akan disajikan sesuai dengan maksudnya untuk menjadi acuan penyusunan panduan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

2. Waktu luang anak2 desa dan kota berbeda

Di desa misalnya di kaki bukit Rnjani, selesai pulang sekolah 10-11 mereka membuat alat2 dari bambu. Beberapa aktivis setempat mengusahakan hasil karya anak jadi produktif untuk membeli alat2 untuk pengembangan kreativitas.

Perlu kategorisasi sesuai kluster waktu luang anak, di area tertentu, desa atau kota

3. Peran pemerintah, intervensi yang diperlukan untuk mendorong agar pengembangan kreativitas ini mendapat dukungan. Misalnya pengaturan event2 dalam bentuk SK atau SE kepada institusi yang bisa memberi kesempatan unjuk karya anak

4. Dana Desa ada panduan perencanaan penganggaran partisipatif mendorong dana desa untuk pengembangan kreativitas.

5. Umur 13-45 tahun harus jadi anggota Karang Taruna. Jika sudah diputuskan orang dewasa, anak usia 13-18 tidak bisa berpartisipasi

6. Pengakuan dari pemerintah kota/kabupaten perlu dukungan lintas SKPD misalnya di madraaah Selaparang Kediri Lombok Barat sudah ada santri2 yang membuat bros tapi tidak punya akses pemasaran. Santri-santri hanya bergantung voluntir untuk memberi contoh model. Penting ada pengakuan dan membuka akses ke pasar.

7. Hari Minggu anak-anak dilatih bahasa Inggris kemudian difasilitasi bertemu dg native speaker

8. Keberlanjutan juga penting mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah pemakaian ruang, perencanaan dan program.Tidak sampai ke teknis tapi memfasilitasi agar ruang2 yang sudah ada bisa dikembangkan maksimal.

9. Kajian ini muncul dari kluster iv. Pengembangan kreativitas untuk memanfaatkan waktu luang dan kegiatan budaya dalam rangka pemenuhan hak anak.

10. Pemanfaatan waktu luang diisi dengan pengembangan kreativotas di bidang seni, kerajinan dan olah raga.

11. SRA juga menghindarkan penyeragaman, tidak membentuk divergent thinking.

12. Tujuan kegiatan seharusnya berbeda tujuan kajiannya sendiri.

13. Lingkup kajian kreativitas diambil dari luar sekolah, namun tanpa mengabaikan 44 juta anak di dikdasmen 259 ribuan sekolah, banyak pengembangan kreativitas di ekskul. Ada ekskul wajib, pramuka. Rebranding dr Kwarnas jadi kekinian cukup mendukung. Beberapa sekolah memiliki 19-45 jenis ekskul, tapi anak dibatasi 1 ekskul wajib dan tambahan maksimal 1-5 karena keterbatasan waktu anak. Ada kebijakan sekolah yang menetapkan anakengambil ekskul yang berbeda atau diputar per semester. Bisa 6 semester 6 ekskul

14. Pengembangan kepribadian dan tata tertib, ekstrakurikuler belum ditangani serius. Beberapa sekolah bisa mendatangkan fasilitator tapi banyak sekolah yang tidak mampu

15. Ada hal2 paradigmatik yang perlu dibongkar

16. Kebutuhan dukungan SDM dan sarana prasarana muncul dari komunitas

image

Tanggapan akhir

1. Dedy Haryadi

Ketiadaan  ruang terbuka bagi anak untuk mengekspresikan gagasan sehingga menggunakan sarana publik yang tidak terjamin keselamatannya

2. Pak Agus dari Pembinaan SD

Ide kreatif bagaimana pengembangannya. Kecenderungannya penyeragaman bagaimana berbagai pelangi, cara, budaya lokal. Kita eksplore dan kembangkan.

3. Susan: Kesempatan mengawal PPRA dlm penyusunan RPJMD

4. Pak Djoko Pembinaan SD.

Ada 2 hal yang perlu disorot creative teaching dan teaching for creativity bisa digali lebih dalam. Kegiatan FS2N biasanya diadakan penjaringan dari daerah2 secara bertingkat. Salah satu wadah pengembangan kreativitas.

Kreativitas di OR ada O2SN bisa memacu sportivitas. Ada OSN untuk sains nasional kreativitas dikembangkan

5. Bu Kristina dari Puskur

Aspek kurikulum waktu luang diluar sekolah. Kurikulum 2013 sudah kurangi mata pelajaran dan jam di sekolah ditambah. Anak tuntas di sekolah PR dikurangi. Waktu luang diluar jam pelajaran diasumsikan lebih banyak.

Guru SD 40% jumlah jam tatap muka
50% SMP
60% SMA/SMK

Peraturan yang adasudah mendukung,namun  pelaksanaan di kelas sangat bergantung ke guru. Waktu anak untuk meningkatkan kreativitas seharusnya lebih terbuka.

6. Bu Yuyum Kemenag

Bagian dari sekolah yang sudah ideal mendukung pengembangan kreativitas. Masih banyak kasus sekolah/madrasah terpencil, ingin memunculkan kreativitas namun terbatas.

Apa bentuk kreativitas, tempatnya, menggunakan hak juga belum tersosialisasi. Perlu aturan yang mengarahkan anak untuk meemnggunakan waktu luang dg baik perlu lebih baik. Program SM3T guru2 pengajar ke daerah dibekali creative teaching.

Daetah perbatasan 5 km untuk perang antar suku  dg aturan tertentu di Timika.

7. Bu Yosi

ToR untuk pemenuhan hak merujuk pada pasal 28, 29, 31. Apakah kajian ini yang akan dihubungkan dg pasal2 tsb. Ke arah mana kajian ini lebih difokuskan. Hati-hati menggunakan istilah lingkungan dan budaya tradisional menjadi penghambat utama. Sebaiknya kita koreksi.

Survey kecil sebaiknya dilakukan  kepada kelompok TK/SD/SMP/SMA.

Apakah yang perlu disrdiakan untuk mendukung pengembangan kreativitas untuk memanfaatkan waktu luang anak.

8. Bu Elvy Asdep PHPA

a. Kajian ini fokus untuk pengembangan kreativitas di luar sekolah yang bisa diakses oleh semua anak di wilayah tersebut

b.. Apa saja yang pelrlu difasilitasi Pemerinyah agar ruang kreativitas yang ada bisa optimal

c. Akan muncul kegiatan2 apa yang ada di ruang kreativitas anak yang

d. Bentuknya dana TP, sehingga harus jelas. Minimal untuk seni lukis, seni suara, seni tari, komputer dst, tidak sediakan ruang tapi ruangnya juga operasional gurunya.

e. Hasil kajian KerLiP untuk mendukung pengembangan kreativitas anak di bidang seni, budaya, dan akan menjadi acuan. Minimal sudah bisa diinformasikan ke daerah tersebut apa saja yang bisa disediakan dan bagaimana daerah mendukung. .

f. Juknis untuk mengeluarkan dana ke daerah akan disusun berdasarkan hasil.kajian ini. Untuk menjawab, ruang kreativitas di daerah seperti apa. Di daerah kota/layak anak. Akan ada pengawalan gugus tugas KLA kuster 4. Bagaimana cara mengawalnya dan sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s