Praktik Baik: #1. Cafe Ilmu GeMBIRA

Cafe Ilmu GeMBIRA menjadi salah satu praktik baik yang masuk ke dalam kajian pengembangan kreativitas Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia.

Studi kasus tersebut disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Zamzam sebagai peneliti ahli. Mari kita simak hasilnya.

image

Menurut pendapat dan pengalaman bapak/ibu, apa yang dimaksud dengan kreativitas dan ruang kreativitas?

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide , pemikiran dan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, sesama, dan semesta bahkan daribarang bekas atau sampah yang dipandang tak berguna menjadi lebih bermanfaat, dapat digunakan kembali.

Ruang Kreativitas adalah wahana yang dapat diakses semua pihak termasuk anak penyandang difable, suku masyarakat adat terpencil, dan kelompok yang terpinggirkan untuk mengembangkan ide baru, pemikiran dan terobosan baru, serta karya yang bermanfaat.

Bisa tolong diceritakan bagaimana pengalaman bapak/ibu memulai aktivitas/program yang berkaitan dengan penumbuhan kreativitas anak?

Kami memanfaatkan ruang terbuka di depan SMANSA Dago setiap waktu Car Free Day hari Minggu pukul 06.00-10.00 WIB. Café Ilmu dibuka Iyen, mahasiswi UIN dengan dukungan anak, sobat muda, dan keluarga mitra Perkumpulan KerLiP:

1. KerLiP menyediakan ragam pustaka untuk para pengunjung Café Ilmu GeMBIRA disediakan untuk membaca buku setelah mengisi daftar pengunjung yang sudah disediakan.

2. Setelah mereka membaca buku, lalu membuat 100 kata sinopsis buku favorit anak dan keluarga yang sudah dibaca dan memilih belajar 1 stand kursus 1 jam idaman anak dan keluarga.

3. Sinopsis diserahkan kepada panitia penjaga stand Pengumpulan Data (IYEN)

4. Lalu mereka bisa menukarkan sinopsis yang telah dibuat dengan stand kursus yang mereka sukai.

5. Pengunjung mendaftar terlebih dahulu ke setiap stand yang mereka pilih

6. Setelah mereka mengikuti kegiatan belajar di stand yang mereka pilih lalu mereka membuat narasi asyik mengikuti Cafe Ilmu

7. Narasi dikumpulkan ke stand pilihan masing-masing

Kegiatan Café Ilmu GeMBIRA dipilih sebagai wahana pengembangan minat baca dan kreativitas anak. Sebelum Café Ilmu GeMBIRA dibuka, teh Iwang, Sahabat setia KerLiP membuka stand GERASHIAGA untuk kampanye Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusif, Ramah Anak, dengan dukungan Keluarga di lapangan parkir Bank Muamalat. Sumber belajar GERASHIAGA terus disajikan bahkan setelah Bapusipda Kota Bandung menyediakan mobil perpustakaan keliling di Cafe Ilmu GeMBIRA.

Bagaimana dampaknya terhadap anak? Terhadap lingkungan atau yang lain?

Kegiatan 3R merupakan primadona yang diminati anak dan keluarga, juga ular tangga hak anak dan kesiapsiagaan bencana. Kampanye Sajam Ameng di luar kelas menggunakan tali dari jalinan karet gelang, congklak, dan permainan beklen menambah keramaian café Ilmu GeMBIRA pada 2 tahun pertama.

Beberapa kegiatan kampanye Sekolah Ramah Anak memanfaatkan café Ilmu GeMBIRA yang dilanjutkan teh Iwang, setelah Iyen mengundurkan diri dari KerLiP. Penganugerahan Komunitas Ramah Anak hasil aksi CDEF Nabila di SMPN 7 Bandung, Deklarasi Gerakan Siswa Bersatu Mewujudkan Sekolah Ramah Anak SMAN SRA Khazanah SMAN 15 Bandung, kampanye Hari Pengurangan Risiko Bencana se-dunia bersama anak-anak SMP Terbuka GAPURA, Peluncuran SPeAKnACT: Saya Pelajar Anti kekerasan dan Amat Cinta Teman, tanah Air, dan Keluarga adalah beberapa kegiatan penting yang dilaksanakan bersama Forum Anak Jawa Barat, Fokab, dst di Cafe Ilmu GeMBIRA. Inisiatif Nareta dengan dukungan Ksatria dari SeKAm untuk membuka pojok Sahabat Anak menjadi wahana curhat dan konseling sebaya yang menarik.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam mensukseskan program/aktivitas? Apa saja peran dari masing-masing pihak tersebut? Bagaimana hubungan diantara para pihak tersebut?

GSSI oleh Dina dan IbuTini
FOKAB oleh Nabila dkk,
Bahasa Jepang oleh Teh Fitry, dari Green SMile
Planet Sains oleh Pak Hari,
SILAT oleh  Joko
Pojok Sahabat Anak oleh Naretta
SPeAKnAct oleh Bilqis, Nirwan, Sendra, Faridz dkk Forum Anak
Mobil perpustakaan kelililing oleh Bapusipda Jabar
SMAN 15 bandung
BP3AKB Jabar
SMAN 1
Bank Muamalat
Yayasan GAPURA
SeKAM
Papita
Disdik Kota Bandung
BdgCleanAction

Apa saja faktor-faktor yang mensukseskan program tersebut?

1. Adanya relawan yang memfasilitasi pembukaan, pelaksanaan, dokumentasi, hubungan masyarakat.
2. Kemitraan khas KerLiP dengan multi pihak
3. Kesempatan memanfaatkan ruang publik terbuka selama Car Free Day event

Apa saja hambatan dalam penyelenggaraan program tersebut?

1. Konsistensi relawan
2. Kemitraan yang belum terprogram dengan Forum Anak

Dukungan yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan program/aktivitas tsb? Termasuk infrastruktur sarana prasarana

1. Komitmen dan dukungan untuk relawan
2. Dana stimulan untuk event tertentu seperti Bulan Aksi MeSRA, Bulan Anti kekerasan, dst
3. Ijin penggunaan pinggir jalan untuk menyajikan pustaka keliling dan gelar tikar lengkap dengan stand-stand kreasi anak dan kawula muda

Kalau pemerintah mau mendukung dan atau membuat program dalam upaya meningkatkan kreativitas anak, program dan dukungan seperti apa yang dibutuhkan?

1. Perpustakaan keliling dengan BBM dan Sopir
2. Kursi dan meja portable ringan lengkap dengan payung untuk setiap stan unjuk kreasi dan inovasi anak
3. Doorprize mingguan
4. Transport dan konsumsi relawan
5. Alat dan bahan pengembangan kreativitas 3R, menulis, seni bela diri, dst

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s