Manfaat Data Terpilah dan Terpadu Bagi Kelangsungan Hidup Anak

Saya masih menyelesaikan bahan presentasi ketika Pak Asep tiba. Terima kasih untuk Zamzam yang sudah berbagi perkembangan kajian Perencanaan Penganggaran Responsif Anak di Bappenas. Beberapa slide presentasi diadopsi dari bahan yang Zamzam susun.

image

Perjalanan ke Hotel  Grand Hani Lembang hanya 20 menit dari Kanayakan. Ini hari kerja dan jalan-jalan di kota Bandung tidak terlalu macet. Saya langsung menghampiri Bunda Nita dari P2TP2A Kabupaten Garut. Kami mendiskusikan penanganan TPPO dan KTPA. Benar saja dalam praktiknya diperlukan 6 bulan sampai bisa reintegrasi sosial. Padahal SPM nya hanya 2 minggu. Akibatnya P2TP2A harus memeras keringat untuk menutupi biaya operasional penanganan TPPO usia anak.

Anggaran Responsif Anak

Secara umum pemenuhan hak dan perlindungan anak di Jawa Barat masih memerlukan terobosan. Mulai dari hak sipil dan kebenasan, keluarga dan pengasuhan alternatif, kesejahteraan dan kesehatan dasar, pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus. Salah satu tantang terbesar adalah menyediakan data anak terpilah untuk setiap klaster hak anak tersebut. Anggaran responsif anak juga mengacu pada kelima klaster hak anak ini.

Saya sampaikan contoh pemetaan kegiatan dan sasaran, sinkronisasi data dalam siklus musrenbang,dan harmonisasi regulasi yang mudah diterapkan. Tantangan terbesar dalam penyusunan basis data terpilah dan terpadu anak adalah pemahaman beragam dan sektoral. Diperlukan keberanian untuk menyelenggarakan pengumpulan dan validasi data anak yang lebih kreatif.

Pertanyaan yang muncul tentang akte kelahiran dari Kabupaten Sukabumi mengingatkan saya untuk mengawal revisi UU Perkawinan dan menegaskan ayah dan ibu dengan status menikah atau tidak tetap bertanggung jawab dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pertanyaan berikutnya tentang regulasi perlindungan hak-hak penyandang difable sejalan dengan kampanye gerakan Indonesia Bersinar mulai dari SLB di Jawa Barat yang sedang kami siapkan bersama Subdit Peserta Didik Direktorat PKLK Ditjen Dikdasmen, Dissikprov Jabar, dan Disdik Kota Bandung.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s