Mengatasi Kesulitan Belajar Anak

Guru: “Hasil observasi refleksi di kelas, ada 2 anak yang perlu didampingi secara khusus. Kemarin anak mengeluh tidak bisa mengerjakan karena tidak tahu apa-apa saat ulangan. Saat saya tanyakan apakah belajar atau tidak, dia bilang belajar. Karena saya penasaran, lalu dikonfirmasi ke orang tuanya katanya memang belajar. ”

Saya: “Treatment dukungan kelompok sebaya yg dulu dilaksanakan untuk atasi kesulitan belajar seperti anak ini akan sangat membantu ya Bu.”

Guru: “Beruntung orang tuanya kooperatif. Beliau langsung datang ke sekolah menceritakan bahwa anaknya mendapat dampingan dari guru helper saat mengerjakan soal-soal di SD. Lalu saya coba saat anak tersebut harus ikut remidial, saya dampingi khusus. Ternyata dia tahu bisa mengerjakan walaupun tetap ada

Guru: “Kalau di sekolah inklusi ada guru helper bu. Sepertinya guru helper SD harus ikut naik ke SMP bu.”

Guru: “Seperti kasus anak yang sakit diabet. Saat ini dia lebih nyaman belajar privat dengan guru SD nya.”

Saya: “Contoh pertanyaan produktifnya seperti apa Bu?”

Guru: Saya belum sempat menggali masalah anak tersebut. Saya ingin home visit dulu. Pertanyaan produktif yang biasa saya terapkan adalah dengan menanyakan tentang 2 faktor yg sangat diperlukan untuk  mendapatkan massa jenis”. Coba diingat-ingat lagi, apa ya? Ternyata anak bisa menjawab, Bu. Katanya massa benda volume lalu saya minta membaca kembali soalnya dengan seksama kembali menanyakan, “kira-kira dalam soal tersebut ada tidak massa benda volumenya?” Kembali dia bisa menunjukkan dengan benar. Jadi kesimpulannya dia bisa ya bu. Hanya perlu penguatan lebih sering perlu dukungan bahwa gurunya siap membantu melayani dengan baik.”

Beda lagi dengan anak yang lain,  menurut saya kasusnya juga unik bu. Orang tuanya saja sampai kebingungan karena kasusnya ditemukan sejak anak tersebut di SD, beliau belum sempat konsul ke psikolog. Katanya sedang mencari psikolog.”

Saya beruntung, para orang tua sangat terbuka menyampaikan masalah-masalah pada anaknya. Perhatian mereka pun sangat besar. Seperti hari ini. Ternyata kejutan yg dibuat oleh anak-anak dan orang tua kelas adalah menyiapkan tumpeng untuk saya. Ucapan selamat hari guru terus mengalir juga. Sayang hari ini saya sakit 😥 jadi saya tidak bisa hadir di tengah-tengah mereka bu…
Pasti anak-anak sedih… 

Bu, mungkin perlu juga ada pelatihan khusus untuk guru-guru tentang pendidikan inklusi dab pendampingan yg harus dilakukan guru saat menemukan anak dengan kasus-kasus ABK. Soalnya saya sudah mendapat laporan dari beberapa guru yg menyampaikan keluhan tentang kekurangan di kelas khusus. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bilang, “maenya kelas digital teh geningan bodo dan oon”

image

Betapa beruntungnya saya bisa belajar sepanjang hayat di mana pun dan kapan pun. Model OPeRA, Obrolan Pendidikan Ramah Anak melalui sms di sela-sela kesibukan bekerja memerlukan kesabaran ekstra dari kedua belah pisah. Saya sangat menyesal karena tidak dapat menanggapi dengan sungguh-sungguh OPeRA kali ini. Penuh harap guru Panutan sahabat-sahabat KerLiP tidak kapok mengirim sms. Saya tak ingin kehilangan kesempatan belajar dari guru-guru Panutan untuk mengelola kelas ramah anak dan berbagi narasi disini.

Simphoni Bangsa

Upaya Generasi Pemberantas Kemiskinan untuk menyelaraskan aktivitas dengan Gerakan KerLiP di NTT, Riau, Jabar, Jatim, dan Jakarta akan disiapkan Sukma, Sekjen GenTaskin. Jejaring Pergerakan Indonesia di berbagai daerah akan berfungsi sebagai fasilitator pemberdayaan kader-kader di desa. Kami akan mulai Sinergikan insiatif masyarakat dan pemerintah untuk harmoni (Simphoni) bangsa dalam kegiatan sosialisasi Panutan di Riau tanggal 14-23 Desember, Penanganan Psikososial penyintas anak pasca gempa di Alor, peningkatan keterampilan kerja SMK di Kudus, dan pendampingan Bersinar di SLB di Jabar.

Simphoni Bangsa dilaksanakan untuk memastikan terbentuknya Sekretariat Bersama Pemenuhan Hak Pendidikan Anak yang bekerja untuk memastikan setiap anak menikmati sekolah bersih, sehat, inklusif, ama, dan ramah anak (bersinar) dengan dukungan keluarga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s