Memilih Bahagia dengan Tetap Peduli

Anak: “Saya mau baksos, Bu.”
Guru: “Baksos program rutin OSIS ya? Apakah yang membedakan kegiatan baksos ananda dengan kegiatan rutin tersebut?”
Anak: “Baksosnya ke daerah yang terkena bencana.”
Guru: “Coba kita kaji apakah aksi tersebut termasuk unjuk peduli atau simpatik.”

Bu guru terus mengajak peserta didiknya untuk berdialog mengasah kepedulian yang tengah diisi dan dikembangkan untuk memantaskan dirinya sebagai Duta Anak. Dialog saling belajar ini menjadi ciri khas sahabat-sahabat KerLiP dalam mengembangkan konsep Pendidikan Anak Merdeka.

Jhon Dewey dan Pendidikan Anak Merdeka

Membaca buku tipis Experiment and Education karya Jhon Dewey memberikan justifikasi dalam pengembangan konsep pendidikan anak merdeka sejak tahun 2000 di SD Hikmah Teladan. Dialog guru murid yang sering saya dengar dari penuturan bu Nia menunjukkan bahwa fungsi sosial pendidikan yang diperkenalkan Plato diperkuat Dewey benar-benar menjadi instrumen potensial. Nampaknya hal ini juga sejalan dengan pemikiran pendidikan Ki Hadjar bahwa pendidikan tidak memisahkan peserta didik dari rakyat.  Dalam konteks ini saya juga setuju terutama ketika ide-ide sosial yang dilihat, didengar, dan dirasakan peserta didik terefleksi dalam proses pembelajaran. Anak-anak pun akan mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual, lekat dengan keseharian. Pendidikan yang  lebih mengedepankan kepentingan terbaik anak ini tumbuh bersama dalam iklim kerjasama dan timbal balik menggantikan kompetisi dan keterasingan dalam memperoleh pengetahuan.

image

Pendidikan anak merdeka menegaskan bahwa peserta didik adalah pusat pembelajaran, dan ini bukan hal baru karena Aristoteles telah lama melontarkan gagasan tersebut. Landasan filosofi Dewey yang diperkuat dengan penelitian langsung memberikan fakta yang lebih meyakinkan bahwa pendidikan berdasarkan pengalaman penting bagi anak-anak kita.  Pendekatan ilmiah yang digunakan Dewey membuat konsep pengalaman belajarnya diterima dengan baik sebagai metode pembelajaran aktif, inovatif, efektif, dan menyenangkan. Dukungan pendekatan keilmuan dan tidak terkesan sentimental menambah keberterimaan terhadap konsep yang sangat pragmatis ini.  Pemikiran pendidikan Dewey yang pragmatis ini memberikan landasan teori yang pas dalam dialog saling belajar yang dikedepankan selama kami mengembangkan konsep pendidikan anak merdeka termasuk saat mendampingi 50 anak Papua membuat sejarah diri dalam book of me.

Bahagia adalah Pilihan

Saya mendalami pengertian pendidikan yang tertera dalam UU Sisdiknas No. 20/2003 sebagai usaha sadar dan terencana melalui dialog-dialog saling belajar yang diterapkan almarhum Apa Utomo. Sejak saat itu saya merasa tak perlu menunggu menjadi sangat ahli untuk mengelaborasi Pendidikan Anak Mereka. Cara Asyik Cari Tahu pun ditemukan saat kami mendampingi anak-anak menemukan dan mengenali pengetahuan baru dengan cara yang paling mereka minati.

Perjalanan panjang menjalin advokasi di tingkat makro dan bergembira dengan sains di tingkat mikro membuat kehidupan  terasa lebih bermakna. Tulisan-tulisan saya pun rutin menghiasi Kompas dengan segala praktik-praktis baik pembelajaran di keluarga, sekolah, madrasah, komunitas, dan masyarakat. Periode keemasan ini mengubah cara pandang saya terhadap ilmu pengetahuan. Dan, saya pun merasa bahagia.

Belajar sepanjang hayat jadi kebutuhan dan bagian penting dalam setiap kerja yang saya lakukan untuk unjuk peduli diri, peduli sesama, dan peduli semesta.  Bekerja dan meyakini Allah mewujudkan impian saya dengan cara kerja-Nya sendiri membuat saya dikelilingi sahabat-sahabat KerLiP yang gemar belajar.  Proses pembelajaran ini pula lah menuntun saya sampai di Pekanbaru dan menemukan makna baru bahwa kepedulian adalah mata air kepemimpinan. Binar cahaya semesta yang dipancarkan 50 anak Papua dalam presentasi Book Of Me mereka menjadi bukti nyata

Teriring harapan Duta-duta anak untuk #YES4SaferSchool memilih bahagia untuk tetap peduli, kreatif, dan kritis.

image

Advertisements

One thought on “Memilih Bahagia dengan Tetap Peduli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s