Kerukunan Umat Beragama

Saya bertemu Pendeta Patty setelah diajak almarhum ayah angkat saya, Apa Utomo Dananjaya msngikuti kegiatan Forum Kerukunan Antarumat Beragama. Sejak saat itu, saya bertekad mengikuti langkah Apa untuk menjadi bagian dari upaya pendidikan damai untuk membina kerukunan umat beragama. Saat yang sama kegiatan dwngan pegiat kemanusiaan berbasis keagamaan di HFI yang diinisiasi Muhammadiyyah.juga makin intensif.

Pendeta Alex Jalapatu kembali menghubungi saya pagi itu. “Kami menulis tentang menghormati keberagaman agama. Ibu beri kesaksian misalnya saat ikut Natal ke GKI Maulana Yusuf, “pesan beliau masuk melalui wa. Akhirnya saya menuliskan kembali suasana syahdu di Hari Natal 2014 di tengah rasa geram dengan kebrutalan ISIS melakukan kejahatan kemanusiaan dan menyebabkan ratusan orang tewas di Paris.

Tadi pagi, suami saya, menunjukkan berita radikalisme ISIS yang tumbuh dengan dukungan kongres Amerika. Islam agama rahmatan lil alamin yang menyerukan kasih sayang pada sesama dan semesta. Sampai saat ini saya masih tak habis pikir dengan adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan agama yang diyakininya untuk membunuh saudaranya sendiri, sesama manusia di bumi Allah tercinta.

Sejak kecil saya tumbuh dengan keyakinan bahwa Allah meniupkan ruh-Nya pada setiap makhluk yang kemudian terlahir sebagai manusia. Bahkan dalam Kitab Suci Al Qur’an dinyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Lalu mengapa agama yang mengajarkan rahmat bagi semesta alam busa menjadi alasan seseorang membunuh saudaranya sendiri, sesama manusia, makhluk Allah.

Saya sampaikan kepada teman Pendeta Patty ini, bahwa saat itu saya hadir memenuhi undangan sapa natal dari Pendeta Patty dengan suka cita dan rasa ingin tahu. Sejujurnya saya menikmati puji-pujian kepada Allah yang mengalun indah dalam harmoni lagu di GKI Maulana Yusuf. Sungguh kehormatan yang selalu dirindukan dapat menikmati suasana syahdu dalam peringatan Hari Natal.

Sapa Natal Penuh Damai

Ada rasa haru yang menyeruak tiba-tiba dan membersitkan harapan bahwa damai di bumi Allah siap kita bawa bersama atas dasar keyakinan bahwa kita adalah saudara. Saat itu, saya benar-benar tak kuasa menahan rasa haru ini ketika menyapa dengan kata-kata saudara seiman di gereja yang dipimpin Pendeta Patty dalam syahdunya Natal di pagi nan indah. Hati saya pun terasa sejuk dan damai apalagi kemudian disambut Beti teman se-SMP di pintu gerbang GKI. Saya yakin di sana, di sisi Allah, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw sangat bahagia melihat umatnya menyeru pada kebaikan dan meneguhkan persaudaraan sebagai sesama manusia, makhluk yang hidup dengan tiupan ruh Ilahi.

Kelak anak-anak manusia saling bergandengan tangan mewujudkan peradaban manusia yang lebih indah, damai, makmur, aman, dan sentosa melalui pesan damai antarumat beragama. Berbagai berita yang mencoreng persaudaraan kita tanpa henti hadir di layar kaca takkan menggoyahkan kerinduan kita akan dunia yang lebih indah dan damai.ini.

Keyakinan saya pun tak tergoyahkan bahwa saudara-saudara kristiani saya juga merindukan surga yang Allah sediakan bagi mereka yang selalu cinta kebaikan. “Maaf, Ibu tdk khawatir diomongin murtad?” Pendeta Alex menyampaikan pertanyaan langsung ke hal yang paling penting. Tentu saja saya sigap menjawab bahwa agama yang saya yakini Islam rahmatan lil alamin. Tidak ada kekhawatiran akan sebutan apapun karena kita tetap menghormati keyakinan masing-masing.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s