Makna Persaudaraan

Terlahir dari keluarga besar tumbuh bersama 7 kakak beradik dan menjadi anak perempuan tertua ternyata menjadi berkah dalam perjalanan hidup saya. Almarhumah Mamah selalu menggunakan bahasa Sunda yang halus bahkan dalam kondisi memarahi anak-anak. Saya paling kenyang dimarahi karena tambeng. Selalu saja ada alasan untuk pulang terlambat. Sebagian besar sih keasyikan baca majalah dan buku-buku keren di rumah Lieke teman se-SMP yang tinggal di pinggir jalan Dago.

Kemarahan mamah makin tak terkendali ketika melihat saya anteng memikirkan hal lain dan terkesan tidak memperhatikan nasihat-nasihatnya. Tak jarang sabun colek memenuhi mulut saya, cepretan 1 gagang sapu lidi pun menghiasi betis saya yang kekar, belum lagi benturan-benturan di kepala. Sampai saat ini saya masih saja memaklumi kekerasan-kekerasan tersebut karena saya selalu bandel. Pekerjaan rumah menimba air dan mengisi bak sampai penuh serta mengepel 3 balikan agar kinclong sering terlewatkan. Saya hanya mampu memanjatkan doa agar diberi kesabaran  agar mampu membesarkan anak-anak dengan limpahan kasih sayang.

Tak ada dendam tapi juga tak ada obrolan lebih hangat yang dapat saya lakukan bersama mamah sampai akhir hayatnya. Saya berusaha mencukupi kebutuhan mamah tanpa banyak bicara, itupun sekemampuan saya. Alhamdulillah sampai akhir hayatnya. mamah menuliskan rasa syukur yang mendalam atas kebaikan yang Allah ciptakan di antara kami.

Kehadiran 4 orang adik yang baik dan senang menolong membantu saya keluar dari bayang-bayang kekerasan tersebut. Almarhumah adik kedua saya sangat sayang sama keponakan-keponakannya. Ia yang membesarkan putri sulung kami. Adik ketiga saya dengan segala keterbatasannya tak pernah mengeluh membantu saya membesarkan anak-anak. Dan yang bungsu sangat bisa diandalkan untuk menjadi manager umum keluarga kami. Saya benar-benar bersyukur dikelilingi saudara kandung yang benar-benar menyayangi saya dan anak-anak. Sulit bagi saya membayangkan harus membesarkan anak-anak setiap hari tanpa dukungan keluarga besar di Dago Barat.

Sahabat KerLiP

Istilah sahabat KerLiP muncul setelah tumbuh bersama mahasiswa-mahasiswa relawan KerLiP. Perkumpulan tempat saya tumbuh  bersama anak dan kawula muda mengisi gerakan keluarga peduli pendidikan sudah menjadi rumah bagi gagasan, harapan, impian, dan praktik-praktik baik Sahabat KerLiP.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s