Gerakan Aman SHIAGA mulai dari Bandung Selatan

Saya duduk di samping Fina dan tim yang sedang menyiapkan bahan presentasi pada pelatihan Tata Kelola BOS untuk Sekolah Aman, Sehat, Hijau, Inklusi, Ramah Anak, dan Menyenangkan yang dilaksanakan Pak Asep di TPK SMPN 11 Bandung. Pak Asep dan bu Nia saling memperkuat inisiatif pelembagaan gerakan siswa bersatu mewujudkan Sekolah Aman terintegrasi dengan sekolah sehat dan berbudaya lingkungan hidup yang dilaksanakan di SMPN 11 saat kami hadir mendampingi Diandra, Arlian, Dzikrifa, Devita, Daulika Ocha, Eno, Sela, dan Agung.

image

Tantangan Pak Dadang Iradi, Sekdisdik Kota Bandung yang menghadirkan SMPN 11, SMAN 11, dan SMKN 6 dalam proses pendampingan KerLiP di Orde 3 Citepus ternyata berdampak luas. Kami beruntung bisa tumbuh bersama sekolah tempat anak-anak dalam dampingan Bu Nia yang menjadi sumber inspirasi tiada henti. Saya sudah minta ijin kepada bu Nia untuk menyampaikan bahan presentasi di Aston untuk menjadi bahan diskusi dalam pelatihan yang diikuti Kepala Sekplah, Komite Sekolah, dan Bendahara Sekolah dari 20 sekolah di wilayah binaan Pak Asep ini.

Guru PANUTAN

image

Tidak hanya saya, Pak Yus, Kepala SMPN 34 ternyata mengakui terinspirasi oleh SMPN 11 saat didaulat menjadi koordinator pelaksana sekolah sehat dan berbudaya lingkungan hidup oleh Pak Bambang, Kepala SMPN 36. Kita bisa saksikan kesungguhan sekolah yang kami kenal sebagai sekolah induk saat menangani anak putus sekolah melalui SMPN Terbuka Gapura ini. Prestasi SMPN 36 meraih predikat Sekolah Sehat di wilayah dan kemudian menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional menjadi bukti keegiatan tim STS yang dipimpin Pak Yus.

Pak Yus melanjutkan aksinya mewujudkan mimpi di SMPN 39 dengan membentuk tim yang disebut Rampak, akronim dari rasional amanah profesional akuntabel. Kemudian berlanjut dengan menjadikan SMPN 34 sebagai Sekolah SMART. Smart dalam arti cerdas ini juga akronim dari.Solid, mandiri, amanah, rasional, dan tangguh. Keberuntungan saya ternyata terus bertambah. Pak Yus langsung menginisiasi rencana sosialisasi Gerakan Aman SHIAGA ini dalam pertemuan K3S Bandung Selatan yang terdiri dari 48 Kepala Sekolah atas persetujuan Pak Asep dan Pak Een koordinator Pengawas di Bandung Selatan setelah saya mempresentasikan bahan yang diramu dadakan saat lesehan menemani Fina dan kawan-kawan.

Allah kembali mempertemukan saya dengan kandidat guru PANUTAN. Saya segera menandainya untuk mendapatkan anugerah pada ulang tahun KerLiP

Duta Anak untuk YES for Safer School

image

Teh Fitry dan Green SMile Inc serta Bu Renani Direktur PKLK Dikdasmen pasti bangga menyaksikan kesungguhan Duta Anak untuk #YES4SaferSchool di SMPN 11 ini merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan Cara Asyik Cari Tahu yang dilaksanakan rutin bersama bu Nia. Fina dan tim mempresentasikan 6 langkah YES for Safer School setelah Pak Miftah menyampaikan program sekolah sehat di SMPN 11. Gaya khas anak yang memukau ketika terbata-bata bergantian menyampaikan praktik baik mereka. Rencananya akan berlanjut dengan Simulasi Evakuasi Drill yang melibatkan warga sekolah secara keseluruhan. Saya berjanji untuk menyesuaikan jadwal dengan kehadiran Mendikbud ke Bandung agar dapat hadir mengapresiasi Gerakan Aman SHIAGA di SMPN 11 Bandung.

Pertanyaan dan masukan dari ibu Kepala SMPN 21 Bandung menambah harapan saya tentang perluasan gerakan ini ke sekolah di Bandung Selatan. Tentu saja saling terkait dengan rencana Pak Yus dan Pak asep untuk melibatkan K3S. Berkali-kali saya mengucapkan rasa syukur menyambut bangkitnya semangat gotong royong menggiatkan Gerakan Aman SHIAGA melalui #YES4SaferSchool di Bandung Selatan.

Peran Penting SLB

Pak Asep meminta kami menyimak masukan Ibu guru dari SLB yang hadir dalam pelatihan hari ini. Beberapa masukan terkait alokasi anggaran yangemadai bagi operasional SLB mengingatkan saya tentang Kartu Asistensi Sosial di Kemsos. Kebetulan sekali saya terjadwal rapat Pleno di Tim Pokja PPA dan KTPA di Kemensos Senin pagi besok. Tentu saja masukan ini akan saya bawa untuk menggali kemungkinan sinergi penyediaan alokasi anggaran tersebut. Saya juga menyampaikan informasi bantuan pengurangan risiko bencana di sekolah yang sudah diberikan PKLK Dkkdasmen.

image

Sistem sumber yang dijalankan SLB rujukan diyakini akan sangat membantu pelaksanaan pemerintah kota Bandung setelah dideklarasikan menjadi kota Inklusif. Pak Asep dengan penguatan Pak Een menyampaikan jumlah peserta didik minimal 20 anak untuk setiap sekolah swasta penerima BOS dapat menjadi rujukan SLB. Saya juga menyampaikan bahwa sejak akhir tahun lalu saya mendampingi Direktorat PKLK Dikdasmen khususnya terkait penerapan sekolah aman dari bencana.

Ibu dari salah satu SLB di Kota Bandung menyampaikan bahwa anak-anak di sekolahnya sudah melaksanakan simulasi. Sementara itu yang lainnya bertanya lebih rinci mengenai tahapan menuju Sekolah Aman SHIAGA. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mendapatkan ragam Lembar Inspirasi Belajar Ramah Anak, LIBRA dari Bandung Selatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s