Peta Jalan Perubahan Menuju Keluarga IDAMAN

Wah deg-degan juga berbicara di depan para pakar pendidikan dan 500 peserta Seminar Pemetaan Guru PAUD dan SD di Universitas Malang. Saya tidak menyangka peserta yang masih muda-muda ini begitu antusias mengikuti acara. Pak Kentar orang dibalik kehadiran saya dan Dr. Umi berhasil membangun opini publik yang baik sehingga acara yang disiapkan dalam waktu seminggu ini berhasil menggoyang GOR UM.
“Semula kami memesan ruang yang lebih kecil, Bu. Tapi peserta yang mendaftar terus bertambah, “ketua panitia menjelaskan sebelum acara dibuka.

image

Agenda Acaranya Menarik

Motivator yang juga dosen kebanggaan UM ini menjadi faktor kunci antusiasme peserta. Ia hadir menepati jadwal yang tertera dalam agenda. Kepiawaian Dr. Umi menghidupkan seminar yang diikuti 500 peserta tersebut. Saya sempat tak yakin dapat mengimbanginya pada sesi berikutnya. Syukur alhamdulillah, panitia menyajikan tarian energik dari 3 mahasiswi UM. Jeda waktu lebih dari cukup untuk menyesuaikan penyajian bahan presentasi yang disiapkan dini hari tadi.

image

Pertanyaan definisi anak menjadi pembuka yang mengundang partisipasi peserta. Bu Yeti guru SD yang menjawab benar menjadi titik masuk ke materi presentasi yang sudah disiapkan. Slide pertama tentang jumlah anak menurut sensus 2010 saya jadikan pembuka diskusi, “Ada yang bisa melihat keganjilan data ini?” Tanya saya kepada beberapa peserta. Saya hampiri mereka satu per satu. Belum.ada yang lihat. Saya goda mereka dengan pengetahuan baru yang sebelumnya diperoleh, bahwa anak sampai usia 18 tahun. Ya. Pengelompokan usia 15-19 tahun.menjadi tantangan tersendiri. Kita perlu memetakan kembali jumlah anak yang sebenarnya.

Ancaman dan Kerentanan

Pengarusutamaan PRB menjadi penanda penting dalam.setiap presentasi saya. Penemuan tentang ancaman bersama peserta menggiring pemahaman yang sama mengenai kerentanan atau setidaknya prevalensi kekerasan terhadap anak laki-laki dan perempuan. Beberapa informasi terkait kejahatan seksual anak yang disampaikan pada sesi sebelumnya menjadi penghubung yang menarik. Penuh harap suasana belajar yang menyenangkan bersama motivator menambah keberterimaan peserta terhadap sajian saya.
image

Beberapa pertanyaan yang sempat saya catat disini menunjukkan hal tersebut.

1. Guru dari Kab Pasuruan? PNS TK, anak2 di TK sangat dekat dg orangtua komunikasi hubungan dekat, biaya perlu bekerja, jarang orangtua memberikan 20 menit, problem, pembiasaan perkembangan lari ke guru TK. Orangtua memberikan beban kepada pengasuh di TK. Sebagai ortu dg jam tatap muka dengan anak lebih lama, tanggung jawab 80% di orang tua dan guru membantu, kondisi spt ini, bagaimana caranya agar oramg tua mempunyai kesadaran dan tanggung jawab

2. Dini; orangtua kurang memberikan perhatian,  pendidikan yg otoriter, di rumah tidak dapatkan kasih sayang. Bagaimana membangun kesadaran orang tua tersebut.

3. Nadila penyelesaian problematika wanita karir untuk keluarga idaman. Apakah 20 menit itu cukup?

4. S1 PGSD 2015: banyak organisasi yg perjuangkan, apa  bentuk kontribusi langsung sehingga menjadi solusi dalam perlindunga  anak

5. Danisa prodi SD, pendidikan ramah anak di sekolah sulit dilakukan karena materi yang harus diajarkan cukup banyak di rumah ayah ibu bekerja dengan latar belakang pendidikan rendah

6. Simphoni TK-PAUD-SD dan pencegahan serta penanganan pemderita gagal ginjal usia anak akibat jajanan tidak sehat.

7. Bagaimana cara menghadapi anak tantrum.

Membangkitkan Kesadaran Hukum Warga Negara

Kenyataan bahwa tak ada satu pun peserta yang mengetahui UU Perlindungan Anak dan perubahan amandemen membuat saya terhenyak. Alih-alih menyiapkan pelatihan SRA bagi guru, nampaknya perlu diiringi dengan memastikan SKS khusus di iKIP atau Universitas eks IKIP.

Alhamdulillah dalam perjalanan, Bang Alpha, Sekjen Gerakan Indonesia Pintar mengundang saya masuk kedalam grup Sekolah Ramah Anak. Informasi ini segera saya bagi untuk memperkuat rencana kampanye dan advokasi Sekolah ramah Anak.
image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s