Konsekuensi Deklarasi Kota/Kabupaten Inklusif

Dewa-dewa rocker ITB88 sedang asyik menyajikan lagu saat Ijul sahabat lama sejak di SMA menyampaikan keprihatinannya. Yulia Mufidah, nama lengkap Ijul adalah pemilik dan pendiri lembaga PAUD di Kota Bandung. Saya bertemu dengan Ijul lagi saat tanggap darurat bencana di Provinsi NAD. Katanya ia mendirikan Alif Foundation saat mendampingi Tata, suaminya yang juga teman seangkatan kami sejak SMA, mengambil gelar Doktor di Inggris.

Malam itu Ijul bercerita banyak tentang proses akreditasi lembaga PAUD yang didirikannya. Ia juga  bercerita saat menjadi penanggung jawab inklusi di lembaga pendidikan di Inggris. Banyak sekali pengalaman belajar yang disampaikan Ijul yang sangat penting bagi perbaikan kualitas layanan PAUDHI di Indonesia khususnya kota Bandung.

Kami merasakan keprihatinan yang  sama saat mengetahui Deklarasi Bandung inklusif oleh Wali Kota Bandung adik angkatan kami. Kekhawatiran kami bertambah ketika mendengar kabar bahwa semua sekolah diwajibkan menerima anak bekebutuhan khusus. Bagaimana kesiapan layanan pendidikan khusus di kota Bandung?

Menurut Ijul perlu prosedur standar yang melibatkan UPTD di Kecamatan agar pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak. Pak Elih, Kadisdik Kota Bandung menyampaikan bahwa Pokja Sekolah Inklusif sudah berjalan dengan baik saat saya bersama Duta Anak dari SMPN 11 Bandung, Fina dan Pak Miftah, Kepala SDN Merdeka, dan 2 guru perwakilan SMAN 15 SRA Khazanah Bandung, menyampaikan rencana pembentukan Forum SRA kota Bandung.

KerLiP dan P2TP2A Kota Bandung

Dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Trafficking, Kekerasan, Pornografi, dan Bencana yang diselenggarakan Jawa Barat, mengemuka kabar perluasan pembentukan P2TP2A sampai di tingkat kecamatan sesuai amanat Permenegpppa No 6 tahun 2015. P2TP2A Kota Bandung memiliki peran strategis dalam memperkuat deklarasi Bandung Kota Inklusif. Kami sudah merasakan manfaat kehadirannya.

[08/11 11:00] Ksatria Stks: Alhamdulillah anak yg mendapatkan kekerasan di smk 7 sekarang bisa kami ajak keluar bu. Sekarang mau ngjar anak2 sd al-amin dago
[08/11 11:32] yanti kerlip: Alhamdulillahirobbil.alamin
[08/11 11:32] yanti kerlip: Wah keren banget
[08/11 14:27] Ksatria Stks: Bukan bu. Itu R kami ajar main musik di kampus STKS biar bisa ketawa bu kalau terapinya insyallah minggu depan dimulai karena dari anaknya sendiri sudah menerima untuk di terapi. Dan sudah bisa bersosialisasi dengan teman2 dikampus bu
[08/11 14:27] Ksatria Stks: Terapinya di stks juga
[08/11 14:31] yanti kerlip: Alhamdulillah…musik bisa jd awal terapi ya
[08/11 14:42] Ksatria Stks: Iya bu alhamdulillah

OPeRA di wa dengan Ksatria adalah tindak lanjut dari penanganan penyintas anak korban perlakuan salah di sekolah. Tahap pertama kami dibantu oleh bu Leny dari P2TP2A. Selanjutnya Ksatria dan para pekerja sosial yang masih belajar di STKS melaksanakan terapi yang menarik.

Praktik baik ini diyakini akan menjadi pembelajaran dalam pelaksanaan penerapan sekolah inklusif di Kota Bandung. Keterhubungan Forum SRA yang sedang disiapkan Sahabat KerLiP dengan Pokja Inklusif dan UPTD atau KKG, MGMP, dan MKKS perlu diperkuat dalam upaya mendukung deklarasi Bandung Kota Inklusif.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s