Bocor dimana-mana

Astaghfirullah…nyenyak pisan semalam…ternyata bocor dimana2. Tikus rumah juga makin pinter, saling dorong tutup kaca wadah makanan sampai jatuh dan pecah. Baru sadar rumah benar-benar seperti kapal pecah. Dompet hitam jadi berat karena menyerap air. Tentu saja isinya pun basah semua. Laptop, koran, dan buku-buku rujukan di atas meja, qur’an dan album foto di laci meja. Semuanya basah. Ember hijau penuh dengan air cucuran atap yang bocor. Komputer naik ke atas kursi. Kabel-kabel sudah diamankan anak-anak. Pecahan kaca penutup mangkok makanan berserakan di antara genangan air. Lengkap sudah.

Penyelamatan

Alhamdulillah laptop masih nyala sempurna. Permintaan upgrade gratis ke window 10 segera dilaksanakan. Internet terpasang dengan baik. Genangan air di ruang TV sudah dilap Icha. Ada beberapa bagian yang basah masih basah. Album foto, qur’an, dan buku-buku rujukan segera dilap sampai kering. Isi dompet ditebar dan diangin-angin di atas TV. Pecahan kaca penutup mangkok sudah dibuang. Genangan air di sudut rumah terpaksa dibiarkan dulu. Saatnya kembali menuntaskan pekerjaan yang tertunda.

Menghimpun sikap tanggap sahabat dan mitra KerLiP dalam merespon permintaan mitra strategis perlu keterampilan khusus. Unjuk momitmen sahabat-sahabat muda KerLiP untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah dimulai masih jalan di tempat. Penulisan modul ToT dan kajian PPRA yang dikerjakan ZamAm belum dituntaskan akhir Oktober lalu berdampak paa pekerjaan berikutnya. Kajian pengembangan kreativitas tahap 1 yang sudah disepakati tanggal 7 November baru bisa dimulai. Itupun didorong dengan rencana penjangkauan langsung ke narasumber untuk menggali praktik baik dari sahabat-sahabat perintis BCCF. Fitry lebih asyik menyiapkan  toko onlinenya. Jawabannya terdengar kurang jelas ketika ditanya perkembangan kajian praktik baik di Jepang.

Mudah-mudahan Susan sudah menyiapkan Bab yang menjadi tanggung jawabnya. Aldis baru saja meminta latar belakang proposal program yang diampunya sesuai kesepakatan. Bahan dari Bu Nia dan dokumen KerLiP lainnya yang dikirim ke Aas semalam tidak bisa ditindaklanjuti karena pulang tengah malam. Pagi ini saya coba menyiapkan overview ke-4 program yang sudah dibahas dalam pertemuan dengan Mbak Mira di jalan Riau minggu lalu. Sayang sekali, surat penunjukannya baru diterima ketika Tiarma sudah sibuk dengan pekerjaan lainnya. Nomor Pak Herman yang direkomendasikan Ama sudah disms tapi belum menjawab.

Butuh suntikan semangat nih…

Ada yang bisa bantu atasi bocor dimana-mana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s