Kekuatan Jejaring dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

“Bu, maaf mengganggu malam-malam telpon. Kami bermaksud mengundang BNPB, Plan, ASB KPB dan para pelaku sekolah darurat di Indonesia termasuk KerLiP, mohon berkenan mengirimkan nama, lembaga, dan nomor kontak teman-teman ya “kata Mas Aria, lulusan S2 Psikologi yang bekerja di Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Dikdasmen. Saya mengenal Mas Aria sejak tahun 2012 ketika bantuan sekolah aman mulai dialihkan dari Setditjen Dikmen ke DitPKLK Dikmen. Segera saya kirimkan semua nama dan nomor telpon mitra KerLiP yang menggiatkan Pemenuhan Hak Pendidikan Anak termasuk saat tanggap darurat.

Konsorsium Pendidikan Bencana

Konsistensi anggota KPB dalam menjalankan pendidikan PRB di Indonesia tak terlepas dari peran fasilitasi Mbak Neda dan Mbak Titi dari UNOCHA.

image

Anastasia Rima H dari KerLiP tercatat aktif merawat kebersamaan kami di KPB pada periode 2006-2009. Saat itu saya harus fokùs mengawal citizen law suit korban Ujian Nasional yang sangat fenomenal. Pertama kalinya indikasi pelanggaran hak atas pendidikan dan hak-hak anak digugat warga negara. Catatan lengkap perjalanan advokasi UN sampai reposisi fungsi UN sebagai jalan tengah gerakan perbaikan pendidikan kami jadikan salah satu tema infografis dalam jilid ke-7 Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual.

image

Sesekali saya menyempatkan hadir untuk merajut kerja advokasi PHPA bersama anggota KPB lainnya. Saya dan Zamzam menjadi anggota penyusun Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencana bersamaan dengan penyusunan SNP2RB.

Federasi Guru Independen Indonesia

Sejak pindah kembali ke Bandung tahun 2009, praktis kami jarang bertemu dengan guru-guru kritis yang tergabung di FGII. Advokasi UN 2006 yang kami laksanakan tak terlepas dari inisiasi FGII. Saya sempat dipercaya menjadi union organizer FGII sebelum terpilih menjadi Wakil Sekjen pada Kongres di Makasar. Pak Iwan guru SMAN 9 Bandung yang konsisten mengawal perbaikan layanan pemenuhan hak atas pendidikan menjadi Sekjen abadi FGII. Sampai putusan yang menolak kasasi para tergugat dalam citizen lawsuit korban UN 2006, saya tumbuh bersama para pendiri FGII. Bagi saya, FGII adalah rumah kedua yang membuat saya keranjingan akan mutu layanan publik yang berkeadilan sosial.

Education Forum

Sophia Latjuba dan sahabatnya ibu Antarina S.F Amir memfasilitasi pelembagaan Education Forum yang diinisiasi KerLiP dan FGII dengan dukungan para pakar, praktisi, orangtua,  guru, dosen, pengacara, sampai pelajar di Indonesia secara individu dan lembaga. Kami mengawal perbaikan kualitas pendidikan melalui gugatan kebijakan UN. Almarhumah Apa Utomo menyediakan tempat pertemuan rutin kami bersama para begawan pendidikan di Wisma Kodel lantai 11 Jakarta Selatan setiap hari Kamis.

image

Buku kumpulan esai apa Utomo inj  menjadi salah satu rujukan advokasi PHPA di Indonesia dan membuat Apa menjadi pakar pendidikan yang selalu diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain KPB, FGII, dan Education Forum, saya dan sahabat-sahabat KerLiP juga terhubung dengan Education Secfor Working Group (ESWG), e-net for justice, Education Working Group, Koalisi Pendidikan, Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana, Koalisi Pendidikan, Education Cluster, Humanitarian Forum International, Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia, Seknas Sekolah Aman, Forum SRA Nasional, Gerakan Indonesia Pintar, Dewan Pendidikan, KPAI, Komnas PA,Gerakan Siswa Bersatu, Tim Pokja Penanganan Perdagangan Orang dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Gugus Tugas TKP Jabar, dst.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s