Membangun Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan

Hidup di wilayah rawan bencana menuntut kita siap siaga. Itu sebab pendidikan siaga bencana penting diikuti siapa saja, termasuk anak-anak sejak usia dini. Mengenali bencana yang rawan terjadi, dan memahami cara penyelematan diri sehingga risiko bencana bisa ditekan. Saat ini pendidikan siaga bencana diterapkan di sekolah-sekolah dan banyak organisasi lainnya.

1.     Apa yang dimaksud siaga bencana?

2.     Apa saja yang harus kita ketahui untuk bisa siaga bencana?

3.     Apa yang dilakukan oleh BNPB untuk menyosialisasikan siaga bencana ini?

4.     Bagaimana sosialisi berjalan?

5.     Kenapa anak-anak menjadi salah satu sasaran penting siaga bencana?

6.     Apa yang harus dilakukan orang tua dan guru untuk membantu menyebarkan siaga bencana ini

7. Seberapa efektif siaga bencana bisa menekan dampak bencana?

Pointers yang disampaikan Arin menjadi pemandu talkshow yang dilaksanakan oleh BNPB di lantai 11. Roy pembawa acara talkshow dari RDI ternyata pecinta sejarah. Ia tertarik untuk membeli ELSI saat melihat halaman demi halaman yang saya buka terkait kampanye sejuta sekolah dan rumah sakit aman.

image

Pak Topo sempat bergabung menyampaikan perkembangan terkini mengenai erupsi Gunung Rinjani di NTB. Kemudian menyampaikan perkembanvan pendidikan siaga bencana yang mendorong komitmen pemerintah dan pemerintah daerah dengan dukungan multipihak untuk menjalankan Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana yang diatur dalam Perka BNPB no.4o tahun 2012.

Kekhasan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan

04/11 13:53] Bu Sari KerLiP Bandung: Bu.. Alhamdulilah kmr beres… Draft rundown acara yg sdh saya arahkan soy tdk terlalu paud disepakati oleh tim
[04/11 13:57] Bu Sari KerLiP Bandung: Sdh saya plot narasumbernya
[04/11 14:00] yanti kerlip: Alhamdulillah
[04/11 14:06] Bu Sari KerLiP Bandung: Jadi kesalahannya ada di bu xxx dgn yakin beliau kmr sore menyalahkan pak xxx krn tidak mengirimkan utusan..bu xxx bilang saya sdh memenuhi kewajiban mengirim 8 org dr xxxx… He he salah baca.. Padahal bukan 8 org xxxx..
[04/11 14:09] yanti kerlip: Iya
[04/11 14:09] yanti kerlip: Yg penting sdh diluruskan

Gerakan keluarga peduli pendidikan kami kembangkam melalui Kampanye dan Advokasi Education for All bersama Pak Fasli Jalal. Kampanye EFA memiliki ciri khas yang unik dan otentik dengan segala keterbatasan yang dimiliki KerLiP. Kampanye Sejuta Sekolah dan RS Aman menjadi momentum besar yang mengukuhkan kemitraan khas KerLiP dengan Pemerintah.

Alhamdulillah, obrolan dengan bu Sari menunjukkan bahwa gerakan unik ini bisa bertambah seiring dengan meningkatnya komimen pemerintah dalam pembinaan pendidikan keluarga. Tantangan dan peluang datang silih berganti. Upaya terbaru untuk menjadikan pembangunan RKB SD Suka Asih sebagai model.penerapan sekolah ama dari gempa bumi dan longsor ternyata sangat menantang. Saya mencoba memanfaatkan FGD untuk mengidentifikasi PHPA untuk memperkuat komitmen Asdep PHPA Deputi TKA KPPPA dalam mengawal Kebijakan SRA. Upaya penjangkauan di Provinsi terkendala akibat BPBD Kota Bandung belum.dibentuk juga hingga kini.

Arti Penting Dukungan jurnalis

Arin ternyata seangkatan Surya di KBR68H, rekan jurnalis yang memfasilitasi gerakan FGII melalui Guru Kita pada tahun 2006-2008. Saya beruntung terhubung dengan gerakan advokasi perlindungan bagi pekerja profesi guru ini. Dukungan para jurnalis independen terhadap FGII sangat kuat. Gerakan KerLiP pun sangat terbantu dalam menyampaikan model-model gerakan keluarga peduli pendidikan di sela-sela advokasi keras yang dilakukan rekan-rekan guru yang luar biasa ini.

Isu sekolah aman kembali mengemuka akibat berbagai hambatan dalam pemenuhan hak pendidikan anak di daerah yang terdampak kabut asap. Menurut Dirjen Dikdasmen ada 25 000 sekolah, 4,4 juta anak, dan 306 ribu guru yang terdampak. “Mbak yanti, isu soal sekolah aman d Indonesia, sejauh ini sdh gmn? Thx, “pertanyaan Ester, jurnalis Kompas sore ini menunjukkan pentingnya kampanye dan penerapan Sekolah Aman di Indonesia.

Tentu saja saya jawab sesuai bukti ketika Ester menanyakan komitmen Imdonesia untuk Sekolah Aman. Ini jawaban persisnya

“Ok sebenarnya…tapi perlu katalis untuk percepatan implementasinya. Respon kabut asap cepat tanggap. Perlu profesional yang memiliki keleluasaan untuk dapat memanfaatkan media sosial bersama multipihak langsung ke pengambil kebijakan di setiap kementerian/lembaga terkait seperti yang dilaksanakan KerLiP pada awal kampanye Sekolah Aman.”

.
image

Hasil ramuan Ester terbit di Kompas hari ini, 5 November 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s