Catatan Pendamping ESKA

Terdiam bukan tanpa sadar
Coba kamu bayangkan
Di depanku 56 mulut menganga
Bingung, kaget, takjub
Kata-katamu ibarat mantera
Beragam istilah
Beragam indikasi
Beragam besempatan

Kebanyakan terjerembab di usia yang begitu belia
Produktivitas mereka dibayang-bayangi beragam resiko
Mereka mengira hanya serangan jantung yang bisa menerjang
Keputihan, HIV/AIDs, dan penyakit menular seksual lainnya hanya sayup-sayup sampai ke telinga beberapa orang saja.
Katamu kebanyakan di antara mereka hanya lulusan SD
Jangan-jangan bahkan kata-kata pun tak bermakna bagi semua

Kesehatan reproduksi jadi mantra baru
Menyihir mereka di kesunyian
Katamu bahkan di Universitas terkemuka di Indonesia pun Kespto masoh dipandang sebelah mata
hanya jadi kelompok studi bukan departemen
Tak ada sumber belajar yang memadai
Mahasiswa lebih disukai karena dipandang punya hati

Mereka kembali bengong
Laksana anak-anak bodoh tanpa pengetahuan yang digiring kesana kemari.
Duh!
Ningalna teh meni karunya seperti orang kena kesetrum.
Mereka hanya planga-plongo.
Bahasa rasamu mulai mengalir
Hatimu kembali bicara
Dan aku pun tetap terdiam
Tanpa kata..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s