Memegang Janji

Kapok berbuat baik? Jangan sampai dech. Meskipun hanya tersisa kita yang mengusung kebaikan, berbahagialah. Allah akan menurunkan malaikat-Nya untuk memberi kabar gembira kepada mereka yang istiqomah dalam kebaikan.

Jalan tol masih berselimut embun pagi. Dingin. Basah. Deru mobil menemani jelajah hati dan pikiran. Mengapa gundah?

Masjid di km 97 pun jadi begitu mengundang untuk mampir menenangkan jiwa.

image

Menyiapkan Kaderisasi

Kedatangan Azi tepat waktu. Saya baru saja memantapkan hati untuk menunggu anak-anak di rumah. Obrolan pun bergerak ke rencana kaderisasi. Kekhasan Aas yang mendirikan RCK dengan membawa praktik baik sahabat-sahabat KerLiP sempat menjadi obrolan seru dengan bu Nia. Inisiatif Zamzam menjangkau Subdit Peserta Didik PSMA dengan segala kelebihannya, serta bu Ekasari yang merasa sungkan berbagi draft modul pendidikan keluarga seperti yang disampaikannya minggu lalu. Ketiganya adalah kader-kader terbaik KerLiP.

Apakah saya terlalu tinggi menetapkan standar di KerLiP? Pertanyaan inj sering muncul saat merasa kebutuhan kaderisasi begitu mendesak. Saya menanyakan kelanjutan pengangkatan Pak Gunandar sebagai Direktur kepada bu Sari. Praktik baik penetapan alokasi untuk manajemen proyek dari infak yang ditetapkan untuk setiap sumber daya yang berhasil digalang KerLiP bisa jadi modal awal.

Saya masih ingat ketika menerima pemberitahuan dari manajemen Kodel tentang batas akhir penggunaan ruang di lantai 11 setelah Apa Utomo wafat. Rencana mengaktifkan kantor KerLiP bersama Pak Gunandar pun tertunda. Beberapa program yang menghampiri KerLiP di penghujung 2015 insya Allah menjanjikan harapan.

Langkah Kecil

Semalam Ayi dan saya sepakat untuk membuka kantor, sekolah kecilQ BKB KerLiP dan Kopsya Sahabat KerLiP di lantai bawah Dago Barat. Saya menjanjikan sewa bayar di muka sebesar Rp 12 juta/tahun. Insya Allah akan efektif mulai bulan Januari 2016. Langganan Kompas, Pikiran Rakyat dan majalah Bobo akan dialihkan ke Dago Barat. Semua buku akan didata lengkap untuk menyiapkan peningkatan layanan perpustakaan Rumah KerLiP kepada masyarakat di Dago Barat khususnya.

Peningkatan layanan dan manajemen Perkumpulan KerLiP yang lebih tertata akan segera dimulai. Saatnya memegang janji kaderisasi Perkumpulan KerLiP untuk keberlanjutan gerakan berdasarkan prinsip tumbuh bersama demi kepentingan terbaik anak.

Mau berpartisipasi kawal pendidikan bersama KerLiP. Silakan pelajari profil KerLiP dan cara masuknya di http://perkumpulankerlip.com/partisipasi/

Advertisements

Mahasiswi Bimbingan Tesis pun Tertarik Jadi Relawan

image

Gioveny menghubungi saya melalu pesan di instagram karena diminta Prof Syamsul pembimbing tesis S2nya di Universitas Pertahanan. Ia sendiri tidak begitu ngeh untuk apa diminta menghubungi saya oleh Kepala BNPB periode 2008-2014 ini. Saya kira terkait penelitiannya tentang integrasi sekolah aman ke dalam kurikulum di SD/Mi Kabupaten Bogor.

Kami berfoto bersama setelah mengobrolkan beberapa perkembangan kampanye dan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana di Indonesia.

Tertarik Bergabung

“As, Veny mau gabung di program penanganan psikososial penyintas anak pasca gempa Alor, “seru saya dengan gembira kepada Aas yang duduk di seberang kami. Kemarin,Veny menemui saya di lobby hotel Golden setelah penutupan Pertemuan Nasional. Ia bersedia diajak diskusi di lobby Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Saya terjadwal menemui Pak Ferdy sesore apapun di kantornya ditemani Sukma, Febby, dan Aas yang akan bahas kolaborasi GENTaskin dengan KerLiP, Pergerakan Indonesia, Binar, dan GIP. Mereka menunggu kami berdua selesai diskusi di lobby KPPPA.

image

Informasi bantuan sosial penanganan psikososial penyintas anak pasca gempa di Alor saya terima di sela-sela diskusi tersebut. Spontan saja saya ajak Veny bergabung. “Tapi jangan over estimated ya Bu. Saya baru belajar. S1 saya kurikulum dan melanjutkan ke S2 Unhan belajar manajemen kebencanaan. Saya tertarik bergabung, “kata Veny menjawab tawaran saya.

Alhamdulillah….

Siapa lagi yang tertarik gabung dengan KerLiP?
Ada beberapa program yang sedang kami siapkan untuk #IndonesiaBersinar
1. Penanganan Psikososial Penyintas Anak Pasca Gempabumi Alor kerja sama dengan Dit Pembinaan PKLK Dikdasmen Kemdikbud
2. Kawal Indonesia Pintar bersama Gerakan Indinesia Pintar dalam bentuk penjangkauan dan advokasi anak terancam putus sekolah dg Raka Pare, Penanganannya dg SeKAM, ABKIN, dan Tim Pokja PPOKTPA Kemensos dan Kemdikbud, , kesejahteraannya dg GENTaskin, TaMPAN dg GIP Riau, Inklusif dg Semesta Hati, Bersinar dg SMPN 11
3. SMK Bersinar di Kudus dg Mbak Mira
4. SLB Bersinar di Jabar dg Pembinaan PKLK Dikdasmen, Pengawas Pendidikan, PKLK Jabar, rintisan Sekber PHPA Jabar
5. Fundraising Gerakan KerLiP kerjasama dengan Binar dan SAnDi KerLiP
6. Rintisan Kopsya Sahabat KerLiP
7. Sosialisasi PANUTAN di Riau dengan Disdikprov Riau, Direktorat Pendidikan Keluarga, MoveId dan GIP
8. GeMBIRA di Sekolah oleh DPC KerLiP Bandung bekerja sama dg P2TP2A, STKS, SeKAM, Disdik Kota Bandung
9. Komunitas Literasi Sejarah Ekosob di desa-desa dg Sukma dari Pergerakan Indonesia
10. YES4SaferSchool dengan Green SMile Inc dan rintisan Sekber PHPA Jabar.
11. Dst

Pelajari Profil KerLiP di http://perkumpulankerlip.com/about/ dan investasikan donasi Anda untuk menjadi sahabat KerLiP melalui https://kitabisa.com/gembira

Mengatasi Kesulitan Belajar Anak

Guru: “Hasil observasi refleksi di kelas, ada 2 anak yang perlu didampingi secara khusus. Kemarin anak mengeluh tidak bisa mengerjakan karena tidak tahu apa-apa saat ulangan. Saat saya tanyakan apakah belajar atau tidak, dia bilang belajar. Karena saya penasaran, lalu dikonfirmasi ke orang tuanya katanya memang belajar. ”

Saya: “Treatment dukungan kelompok sebaya yg dulu dilaksanakan untuk atasi kesulitan belajar seperti anak ini akan sangat membantu ya Bu.”

Guru: “Beruntung orang tuanya kooperatif. Beliau langsung datang ke sekolah menceritakan bahwa anaknya mendapat dampingan dari guru helper saat mengerjakan soal-soal di SD. Lalu saya coba saat anak tersebut harus ikut remidial, saya dampingi khusus. Ternyata dia tahu bisa mengerjakan walaupun tetap ada

Guru: “Kalau di sekolah inklusi ada guru helper bu. Sepertinya guru helper SD harus ikut naik ke SMP bu.”

Guru: “Seperti kasus anak yang sakit diabet. Saat ini dia lebih nyaman belajar privat dengan guru SD nya.”

Saya: “Contoh pertanyaan produktifnya seperti apa Bu?”

Guru: Saya belum sempat menggali masalah anak tersebut. Saya ingin home visit dulu. Pertanyaan produktif yang biasa saya terapkan adalah dengan menanyakan tentang 2 faktor yg sangat diperlukan untuk  mendapatkan massa jenis”. Coba diingat-ingat lagi, apa ya? Ternyata anak bisa menjawab, Bu. Katanya massa benda volume lalu saya minta membaca kembali soalnya dengan seksama kembali menanyakan, “kira-kira dalam soal tersebut ada tidak massa benda volumenya?” Kembali dia bisa menunjukkan dengan benar. Jadi kesimpulannya dia bisa ya bu. Hanya perlu penguatan lebih sering perlu dukungan bahwa gurunya siap membantu melayani dengan baik.”

Beda lagi dengan anak yang lain,  menurut saya kasusnya juga unik bu. Orang tuanya saja sampai kebingungan karena kasusnya ditemukan sejak anak tersebut di SD, beliau belum sempat konsul ke psikolog. Katanya sedang mencari psikolog.”

Saya beruntung, para orang tua sangat terbuka menyampaikan masalah-masalah pada anaknya. Perhatian mereka pun sangat besar. Seperti hari ini. Ternyata kejutan yg dibuat oleh anak-anak dan orang tua kelas adalah menyiapkan tumpeng untuk saya. Ucapan selamat hari guru terus mengalir juga. Sayang hari ini saya sakit 😥 jadi saya tidak bisa hadir di tengah-tengah mereka bu…
Pasti anak-anak sedih… 

Bu, mungkin perlu juga ada pelatihan khusus untuk guru-guru tentang pendidikan inklusi dab pendampingan yg harus dilakukan guru saat menemukan anak dengan kasus-kasus ABK. Soalnya saya sudah mendapat laporan dari beberapa guru yg menyampaikan keluhan tentang kekurangan di kelas khusus. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bilang, “maenya kelas digital teh geningan bodo dan oon”

image

Betapa beruntungnya saya bisa belajar sepanjang hayat di mana pun dan kapan pun. Model OPeRA, Obrolan Pendidikan Ramah Anak melalui sms di sela-sela kesibukan bekerja memerlukan kesabaran ekstra dari kedua belah pisah. Saya sangat menyesal karena tidak dapat menanggapi dengan sungguh-sungguh OPeRA kali ini. Penuh harap guru Panutan sahabat-sahabat KerLiP tidak kapok mengirim sms. Saya tak ingin kehilangan kesempatan belajar dari guru-guru Panutan untuk mengelola kelas ramah anak dan berbagi narasi disini.

Simphoni Bangsa

Upaya Generasi Pemberantas Kemiskinan untuk menyelaraskan aktivitas dengan Gerakan KerLiP di NTT, Riau, Jabar, Jatim, dan Jakarta akan disiapkan Sukma, Sekjen GenTaskin. Jejaring Pergerakan Indonesia di berbagai daerah akan berfungsi sebagai fasilitator pemberdayaan kader-kader di desa. Kami akan mulai Sinergikan insiatif masyarakat dan pemerintah untuk harmoni (Simphoni) bangsa dalam kegiatan sosialisasi Panutan di Riau tanggal 14-23 Desember, Penanganan Psikososial penyintas anak pasca gempa di Alor, peningkatan keterampilan kerja SMK di Kudus, dan pendampingan Bersinar di SLB di Jabar.

Simphoni Bangsa dilaksanakan untuk memastikan terbentuknya Sekretariat Bersama Pemenuhan Hak Pendidikan Anak yang bekerja untuk memastikan setiap anak menikmati sekolah bersih, sehat, inklusif, ama, dan ramah anak (bersinar) dengan dukungan keluarga.