Rapat Pleno III

Rapat Kordinasi Tim Pokja Anti Trafficking , 3 Oktober 2015
Disusun oleh Ruby dr AMAN Indonesia

image

Peserta: Sophia Blake, Niruu Istri Duta besar India, Yuda, Ruby, Musliha, Yanti, Liza, Evie, Kencana, Susianah,

Agenda:
1. mendengarkan concern dari tamu; 2 istri duta besar
2. Membahas hasil kerja tim Pokja dan melakukan analisis pada kerja Pokja
Menentukan langkah selanjutnya

Ringkasan Notulensi:

Sonny
anggaran Subdit Traffikicng mencapai 75% 
mendengar langsung dari
Sophia
apa yang telah dilakukan bukan karena suami sebagai duta besar. Percaya pada tiga hal:
affect to  change as mother, wife
perubahan bisa terjadi di berbagai level, dan untuk keberlanjutannya perlu dilakukan secara bersama.
negara indonesia bisa memanfatkan pengalaman dari negara lain dan dari masyaraakt akar rumput yang paling tahu, jadi Sophia dan Niruu menjadi fasilitator.
Pagi ini mereka ingin belajar tentang apa yang sudah dilakukan oleh kita dan apa yang bisa disupport oleh kedua.

Niruu
mendengar tentang apa yang telah dilakkukan oleh masyarakat terkait dengan trafficking. Mendengara komunitas ini sangat dinamis
6 x 6 baru dimulai tauhn lalu
Perempuan tidak semua bekjera untuk semua hal, trutama trafficking. dan 6 perempuan awal mengidentifikasi apa yang jadi gol dan apa yang telah dilakukan dan ibu titi menyarankan untuk bekerja di Trafficking
Kita tidak akan bisa menyelesaikan persoalan trafficking semua, tapi membuat sebuah modul intervensi yang bisa dilakkan di semua wilayah
Olehkareanya penting mengetahui tentang apa yang dilakukan saat ini dan rencana ke depan seperti apa?

Sonny
akan ada pertemuan nasional untuk mitigasi dampak dari trafficking

Yanti – Bidang 1 untuk telaah kebijakan
sudah mengumpulkan kebijakan yang sedang dikaji oleh lembaga. misalnya JPAI, forum kajian pembangunan, forum sekolah ramah anak, dan konferensi untuk sekolah madrasah aman (dari kekerasan, bulling dll). Ini kita perluas karena banyak korban itu adalah anak
Dari kajian secara paralel sudah dilakukan di masing-masing lembaga, mislanya SAPA Indonesia, KAPAL Perempuan, MC, Kerlip. Reviewnya seperti apa?
Isu utama yang mengemuka dari penanganan kasus yang dilakukan di daerah.
alokasi anggaran yang memadai untuk penaganan korban traffiking misalnya mulai penjemputan. dari BPAKB diundang untuk menyelesaikan
perlu kordinasi lintas sektor yang lebih efektif
makin menguatnya kekerasan terhadap anak dan madrasah; rehabilitasinya seperti apa? dan saat ini UU pendidikan nasiona sedang direvisi. Kekerasan yang dilakukan di keluarga Disabilitas.
pemetaan stakeholders traffikicking segera dilakukan
penjemputan dan pengarahan korban

Masukan:
Wilujeng tim bidang 1, Pekka sedang mengkaji perbandingan UU Trafficking di Indonesia dan Phllipine. DEfinisi di indonesia masih teringgal, dibandingkan philipina. Philipina negara asean pertama yang membuat UU Traffikcing dan sekarang melakukan revisi dan perluasan. dari sana defifnisi traffiking dilakukan perluasan, dimana definisi adopsi anak dimasukkan ke perdagangan orang. Adopsi untuk eksploitasi anak bisa dianggap sebagai trafficking. Proses trafficking tidak dicover oleh UU kita, misalnya menampung orang tidak ada dalam definisi trafficking. Ada kelemahan korban trafficking tidak mendapatkan perlindungan secara jelas. Ketika seseorang menjadi korban trafficking, maka aparat hukum tidak boleh menjudge berbasis pada prilaku seksual seseorang. Jadi, perlu kajian ulang tentang hal itu.
Ruby: Kajian semua kebijakan terkait dengan trafficking, bisa dibuat matrix untuk melihat sejauhmana overlapping
Ratna Batara: KPPPA sudah pernah publikasi semua policy terkait dengan trafficking. Bisa dicek di website terkait dengan trafficking. Posisi KPPPA sebagai ketua gugus harian, tanggungjawab lebih kuat. Review bukan hanya di UU No. 21 tahun 2007 tetapi juga semua produk turunannya. Korban seperti Marry Jane tidak boleh diproses sebagai pelaku. Pasal 35 di UU No. 12 tahun 2007. Restitusi dibahas di semua kementerian. Saat ini di KPPPA sedang dibahas untuk restitusi anak korban traffikcing dan Sita restitusi . PP Gugus Tugas: apakah kurang kuat secara subtansi atau implementasinya, UU No. 21 tahun 2007 banyak terobosan, penting dibuat Juklak Juknis sampai pada SOPnya
Di Internasional, pergerakan kasus people smuggling, isu trafficking menjadi bagian kecil. PBB menggunakan people smuggling,
Ruby: Pembatasan pada definisi trafficking. apakah kekerasan terhadap anak-anak di sekolah bisa dimasukkna dalam trafficking?

Carla Natan – Bidang II Bedah Kasus
Summary dari review laporan Bedah Kasus bisa dicek dilaporan lengkap Bidang II.
Masukan dari tim lain:
Yanti
Kemdagri – bertanggungjawab untuk kapasitas aparatur desa.
Zamzam dr Kerlip sedang bekerja di Bappenas membuat kajian perencanaan dan penganggaran kekerasan terhadap anak
Pendidikan: ada 2 dirjen yang bisa kerjasama dengan kita untuk penganganan kerja Traffciking di CLC dan Dirjen PAUD Diknas Komisi 8- untuk bisa mengajukan langsung di daerah perbatasan. Syaratnya adalah sudah harus melaksanakan program.
Terobosan di pendidikan layanan khusus kalau ada minimal 3 anak, perlu pendidikan, maka diperbolehkan untuk membuka sekolah kecil.
Ruby
Ruang lingkup dari penanganan kasus? apakah hanya lingkup Kemensos atau lebih luas lagi.
Pelaksanaan tim berfokus pada dibawah Kemsos? apakah memungkinkan untuk pemetaan stakeholder untuk forum pengada layanan? minimnya rumah aman dan peran P2TP2A juga tidak maksimal.
Muslihah
Layanan psikolog yang sangat minim, bisakah membuat diskusi di forum-forum pengada layanan. Sehingga penanganan kasus trafficking tidak menjadi fokus pemerintah saja, tetapi juga masyarakat sipil
Perda-Perda yang tidak mendukung penanganan kasus trafficking bisa direview lagi
Terkait dengan kasus, pemerintah sudah buat program yang bagus dan dibutuhkan sinergi kita semua. Kemenlu di Jeddah dan Riyad, mereka memiliki program untuk memulangkan trafficked women. Yang paling dibutuhkan adalah Psikolog. Korban trafficking telah mengalami trauma yang sangat mendalam dan membutuhkan psikolog yang profesional utnuk bisa mengurai kondisi mental mereka. Psikolog tidak ada, sehingga tidak tertanganani gangungan mental yang dialami oleh korban. Harus ada sinergi dengan semua stakeholder yang memang melakukan respon trafficking.
Migrant CARE mengangani 12 kasus trafficking, tetapi kalau mreka mau dipulangkan akan kesultian sementara aktor trafficking belum ditangkap. Yang tertangkap hanya anak buah, dan mereka sama-sama miskin, jadi mau menuntut restitusi sangat sulit. Jaksa penuntut umum juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa menghandle masalah ini.
Pentingnya daerah mengembangkan RPSA dan RPTC di daerah-daerah, karena dari kasus yang ada korban yang dikembalikan ke lapangan terputus, karena RPSA dan RPTC tidak memiliki perpanjangan di daerah. Jadi perlu dimasukkna ke rekomendasi tentang pembentukan RPTC dan RPSA di daerah
Karena saat ini sudah ada SDGs, maka ada baiknya semua target Pokja disesuaikan dengan capaian SDGs, syukur2 bisa melampaui target SDGs. Saat ini Bappenas sedang membuat indikator nasional SDGs, tetapi dari Kemensos juga mulai menyiapkan.
Saat ini ada proses bidding untuk evaluasi RPSA dan RPTC, maka penting Pokja ini bisa berdiskusi langsung dengan Direktur migran bermasalah, Ibu Atifah.

Yanti
Besok mulai kampanye anti trafficking di Kawa Barat, Gelar kasus jadi gagal karena tidak ada data
Persoalan mata anggaran penting untuk diubah karena kemungkinan bahwa ketrampilan di RPTC tidak hanya memasak,menjahit, merias. Bisa dibuat semaam anggaran ketrapilan saja sehingga bisa memungkinan inovasi
BPTKILN tidak mengatur tentang korban perdagangan orang melalui jalur tenaga kerja buruh migran dan deportasi tidak diatur. Saat ini menjadi momen yang bagus buat Kemensos untuk memasukkan klausul di pembahasan UU. Draft yang direview oleh KPI sangat sedikit perlindungan, dan jika ada seseorang bermasalah maka semua tanggungjawab diserahkan pada korban.

Sonny: Pokja ini akan mengeluarkan reformasi kebijakan. Saat ini didorong oleh Pokja telah ada penanganan 650 orang yang sudah dibantu. 650 orang ini bisa menulis kisah hidup mereka diterbitkan atas nama Pokja.

Uli: terkait dengan buku, harus dilihat siapa target pembaca. Apakah tidak lebih menjangkau anak-anak high risk. 650 orang cukup banyak sehignga penting untuk melihat modus operandingnya.
Yanti: menulis dan ilustrasi dibutuhkan 3 bulan.
Saat ini yang penting dipersiapkan adalah data. Karena data sudah ada maka itu sebagai bagian dari bahan mentah.

Niruu (istri duta besar India)
2 hal yang ingin kita kerjasamakan:
major issue: desiminasi informasi ke masyarakat rentan. Mereka banyak tidak tahu tentang apa itu trafficking dan sedikit pengetahuan tentang itu
bagaimana menggunakan teknologi untuk penanganan trafficking; misalnya teknologi aplikasi smart phone dan Indonesia the highest number of mobile phone dan bagaimana kita bisa menggunakan ini. Kami telah bekerja dengan perusahaan untuk membuat aplikasi untuk masyaraakt nelayan di lombok
Bagaimana ada program untuk perempuan trafficking sehingga bisa juga diberikan mobile phone secara gratis. bisa juga dibuat pilot projek untuk aplikasi informasi tentang trafficking di daerah2 yang rentan terhadap trfficking.

Shopia
beberapa isu yang tadi dishare adalah perempuan di trafficking, kekrasan anak, pasca pemulangan, legal aspect, dan ini semua distrukturkan adalah Mengapa terjadi, Apa yang terjadi, dan Apa yang bisa kita lakukan? Dari berbagai kasus yang ada maka pengetahuan dan pendidikan sangat penting. Kita punya pengetahuan dan kita punya solusi, tapi disisi lain banyak perempuan tidak tahu apa yang terjadi.
Bagaiman melindungi anak dari orang yang tidak dikenal, memiliki pendidikan yang bisa dilakukan di rumah rehabilitasi
28 September, akan ada pembagian Alarm untuk murid atau anak2 yang bermasalah. dan kita berharap alarm ini bisa dibagikan pada orang2 yang membutuhkan. Alarm itu bisa dipakai oleh anak-anak atau perempuan jika ada yang menganggu
Diminta untuk ada 20-50 orang survivor, dan mereka akan diberikan aplikasi mobile untuk mengakses semua informasi terkait dengan rehabilitasi. Jadi sebuah aplikasi yang dibuat untuk survivor terkait dengan berbagai isu yang ada. Excel bersedia untuk memfasilitasi projek ini secara inkind.

Dian
Bagaimana dengan sustainability, bagaimana pulsa untuk bisa akses aplikasi ini.
Teknologi juga harus dibarengi dengan pendidikan

Shopia
Xl akan memberikan subsidi untuk Pulsa, tetapi di masa depan di Lombok tidak akan bebas tetapi kemungkinan akan murah akses untuk program ini
Sudah dilaunching 3 bulan llalu, dan kemudian ada subsidi dari pemerintah pada 6 bulan dan 1 tahun ke depan
Tantangan terbesar dari Tim ini adalah bagaimana kita share ke publik, karena gak mungkin semua dishare dalam bentuk laporan. Jika kita bisa mencari cara bagaimana mengkomunikasikan semua pengetahuan dan juga pembelajaran tentang traffciking maka akan bisa diakses oleh banyak. Projek Ibu Sophia bisa bantu untuk packaging agar bisa sampai pada pihak-pihak yang lain.

Febby – Tim 4
goal dari kordinasi nasional; bagaimana kita memberikan terobosan pada penanganan korban trafficking. Olehkarenanya penting untuk menyamakan persepsi dan juga identifikasi semua pekerjaan yang telah dijalankan oleh kementerian
Goal lain adalah bagaimana kerjasama antar lembaga bisa terwujud
Pendidikan dan pelatihan untuk korban, dan bagaimana mentoring dan pendampingan secara intensif untuk korban. Saat ini daerah perbatasan ada penyelundupan illegal, dan bagaimana pulau-pulau terluar.

Sonny
Rakornas dengan lintas menteri, bisa dilakukan akhir November 2015
Saat ini yang diperlukan adalah TOR dan juga persapan dari Pokja
Nara sumber: 5 orang dari Kapolri, Menaker, BNP2TKI, KPPPA, Kemensos, Kemendikbud
Peserta: 75 orang

***
Ini hanya catatan notulensi belum distrukturkan menjadi laporan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s