Perluasan Konselor Sebaya dalam Mewujudkan SRA

Pemerintah Indonesia  sudah meratifikasi Konvensi hak Anak dan menerbitkan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak dari tindak kekerasan: UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti-kejahatan Seksual terhadap anak, dan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun demikian, 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 4 anak laki-laki di Indonesia mengalami kekerasan (Presentasi Dit PKSA Kemsos RI di UNJ, 2015). Bahkan dalam riset yang dilakukan Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9 ribu siswa usia 12-17 tahun, guru, kepala sekolah, orangtua, dan perwakilan LSM di Vietnam, Kamboja, Nepal, Pakistan, dan Indonesia, sebanyak 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah.

Kita harus berkomitmen untuk membangun sistem bersama mulai dari pencegahan, rehabilitasi, reintegrasi, dan penanganan secara cepat pada setiap kasus kejahatan seksual, kekerasan, bulliying, dan perlakuan salah anak lainnya. Peran sekolah/madrasah, keluarga dan guru dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak sangat penting. Sosialisasi dan advokasi kebijakan Sekolah Ramah Anak seyogyanya menjangkau semua pemangku kepentingan di pendidikan dan warga sekolah termasuk anak.

Dalam rangka menggiatkan Gerakan Sekolah Ramah Anak, kami bermaksud mengajak sahabat-sahabat KerLiP untuk menyelenggarakan Talkshow bertema, “Peningkatan Peran Konselor Sebaya dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak”. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi anak dalam menghentikan kekerasan dan bullying di sekolah dalam upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

image

Narasumber dan usul materi
1. Ketua Forum Anak setempat, : Stop Cyber Bullying terhadap Anak
2. DPRD setempat, “ Perencanaan dan Penganggaran dalam Pemenuhan Hak dan perlindungan Anak di wilayahnya
3. Dinas Pendidikan setempat,  “Penerapan Sekolah Ramah Anak di DKI Jakarta”
4. Tim Pokja Penanganan Perdagangan Orang dan kekerasan terhadap Perempuan dan Anak/Ketua Perkumpulan KerLiP/Tim Penyusun Pedoman Pendidikan Ramah Anak Kementerian PPPA, “Model-model penerapan Gerakan Pendidikan Ramah Anak, Bermutu, dan Bebas Pungutan di Indonesia”
5. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), “Perkembangan Penanganan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah”

Silakan kirim surat ke gembirabersamakerlip@gmail.com, kami akan segera menindaklanjuti dengan pembicaraan teknis persiapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s